Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cegah Kebakaran Berulang, Mitigasi Ini Disiapkan di TPA Jatibarang

Kota Semarang
3 min read
Cegah Kebakaran Berulang, Mitigasi Ini Disiapkan di TPA Jatibarang
DLH Kota Semarang bersama Dinas Pemadam Kebakaran melakukan antisipasi kebakaran di TPA Jatibarang Semarang. (dok. DLH Semarang)
  • Pemkot Semarang menyiapkan pipa injeksi permanen di timbunan TPA Jatibarang untuk mengendalikan gas metana dan mengalirkan air sebagai mitigasi kebakaran jangka panjang.

  • Drone thermal Brimob memetakan titik panas tersembunyi hingga 182 derajat Celsius; pemindaian dilakukan tengah malam hingga pagi agar hasilnya tidak terpengaruh panas matahari.

  • Akses kendaraan ke TPA diperketat, informasi penanganan dibuka melalui posko BPBD, serta petugas mendapat pemeriksaan kesehatan rutin, APD, makanan sehat, dan vitamin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Kebakaran TPA Jatibarang menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Semarang untuk mengubah strategi pengelolaan tempat pembuangan akhir. Penanganan tak lagi hanya berfokus pada memadamkan api, tetapi mulai diarahkan pada mitigasi pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi dari dalam timbunan sampah.

  1. 1. Pemasangan pipa injeksi permanen

    kebakaran, tpa jatibarang, sampah
    Asap dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang mulai meluas hingga sejumlah permukiman di wilayah barat Kota Semarang, Kamis (1/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemasangan pipa injeksi permanen di dalam timbunan sampah. Pipa tersebut nantinya digunakan untuk mengendalikan akumulasi gas metana sekaligus mengalirkan air ke bagian dalam timbunan.

    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi jangka panjang setelah kebakaran TPA Jatibarang.

    “Selanjutnya kita akan melakukan pengendalian arus masuk ke TPA Jatibarang,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Lapangan di Ruang Rapat PT Air Semarang Barat, Jalan Untung Suropati, Babankerep, Ngaliyan, Sabtu (3/10/2026).

    Pengendalian gas menjadi perhatian, karena timbunan sampah dapat menghasilkan metana. Gas tersebut perlu dikendalikan agar tidak terakumulasi di dalam timbunan dan meningkatkan risiko kebakaran.

    Melalui pipa injeksi permanen, Pemkot menyiapkan sistem yang memungkinkan pengendalian gas sekaligus pengaliran air ke dalam timbunan. Artinya, infrastruktur tersebut dirancang bukan hanya untuk digunakan ketika kebakaran terjadi, tetapi sebagai bagian dari sistem mitigasi permanen di TPA.

    Langkah ini juga menjadi perubahan pendekatan dari penanganan berbasis respons darurat menuju upaya mengurangi risiko kebakaran sejak sumbernya.

  2. 2. Pemetaan titik panas di dalam timbunan sampah

    Kebakaran, tpa jatibarang
    Pemetaan area kebakaran di TPA Jatibarang Semarang. (Dok. Pemkot Semarang)

    Sebelum masuk ke tahap mitigasi permanen, Pemkot masih melakukan pemetaan titik panas di dalam timbunan sampah. Teknologi drone thermal yang dibantu Satuan Brimob digunakan untuk mendeteksi titik panas yang tidak terlihat dari permukaan.

    Hasil pemindaian udara dari ketinggian sekitar 90 meter menunjukkan terdapat titik panas dengan suhu mencapai 182 derajat Celsius dan 115 derajat Celsius.

    Agustina mengapresiasi dukungan Brimob yang membantu menyediakan teknologi kamera termal pada drone maupun helm petugas.

    “Terima kasih kepada teman-teman dari Brimob atas bantuan teknologinya,” tuturnya.

    Deteksi menggunakan drone thermal juga akan dilakukan pada malam hingga pagi hari, sekitar pukul 00.00-06.00 WIB. Waktu tersebut dipilih untuk mengurangi bias akibat panas matahari yang dapat memengaruhi hasil pemindaian.

    AKP Sukrisman dari Satbrimob Simongan mengatakan, kondisi permukaan yang sudah tidak terkena panas matahari membuat deteksi titik panas lebih optimal.

    “Kalau tanah masih kena panas matahari, deteksinya tidak maksimal,” ujarnya.

  3. 3. Pemantauan kesehatan untuk menekan risiko kebakaran berulang

    Kebakaran, tpa jatibarang, sampah, damkar
    Penanganan kebakaran di TPA Jatibarang Semarang. (IDN Times/bt)

    Selain mitigasi di dalam timbunan, Pemkot Semarang juga akan mengendalikan arus kendaraan yang masuk ke TPA Jatibarang. Akses masuk diperketat dengan penjagaan Satpol PP.

    Pemkot juga menyiapkan posko informasi publik dengan layar LED di bawah BPBD untuk menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran dan data pemadaman secara terbuka.

    Langkah tersebut ditujukan agar informasi mengenai kondisi TPA dapat dipantau masyarakat sekaligus mendukung pengendalian aktivitas di kawasan terdampak.

    Mitigasi juga diarahkan pada perlindungan kesehatan. Pemkot menyiapkan pemeriksaan medis rutin bagi petugas yang bekerja di lokasi, sosialisasi penggunaan masker dan alat pelindung diri (APD), serta penyaluran makanan sehat dan vitamin.

    Dengan demikian, penanganan TPA Jatibarang tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pemkot mulai menyiapkan kombinasi deteksi titik panas, pengendalian arus masuk, pengendalian gas metana, sistem pengaliran air, serta pemantauan kesehatan untuk menekan risiko kebakaran berulang.

    Kebakaran ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun sistem pencegahan yang bekerja sebelum titik panas kembali berubah menjadi api.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More