Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
2 Atlet Meninggal dan 1 Kejang, KONI Jateng Klaim Utamakan Keselamatan
Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah, Budi Santoso menjelaskan SOP penanganan atlet Porprov Jateng. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • KONI Jateng dan panitia Porprov XVII mengevaluasi SOP keselamatan setelah insiden selam serta pencak silat yang menewaskan satu atlet dan menyebabkan satu atlet kejang.

  • Evaluasi menekankan pertolongan segera bagi atlet cedera, tambahan tenaga medis dan ambulans, serta rekomendasi perubahan aturan yang berpotensi menghambat penanganan darurat.

  • Atlet yang mengalami kejang dilaporkan membaik; kepolisian memeriksa perangkat pertandingan, sementara Porprov tetap berjalan dan telah menangani sekitar 175 kasus kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu, 28 Oktober 2026 malam

KONI Jawa Tengah, PB Porprov, technical delegate, dan pengurus cabang olahraga mengevaluasi SOP keselamatan atlet setelah insiden di selam dan pencak silat.

Kamis, 29 Oktober 2026

KONI Jateng menegaskan keselamatan atlet menjadi prioritas dan mendorong pertolongan segera bagi atlet pencak silat yang terjatuh. Kepolisian telah meminta keterangan dari technical delegate serta perangkat pertandingan selam dan pencak silat.

kini

Atlet pencak silat yang mengalami kejang setelah benturan kepala dilaporkan membaik, dengan kondisi fisik dan kemampuan komunikasi yang baik setelah perawatan di RS Primaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KONI Jawa Tengah dan panitia Porprov XVII Jateng 2026 mengevaluasi SOP keselamatan setelah insiden selam dan pencak silat, termasuk atlet meninggal serta atlet yang mengalami kejang akibat benturan kepala.
  • Who?
    KONI Jateng, PB Porprov, technical delegate, pengurus cabang olahraga, tim medis, kepolisian, atlet selam dan pencak silat terlibat dalam penanganan serta pemeriksaan insiden.
  • Where?
    Evaluasi dan konferensi pers berlangsung di Semarang. Atlet pencak silat yang mengalami kejang dirawat di RS Primaya. Penutupan Porprov dijadwalkan di Kabupaten Kendal.
  • When?
    Evaluasi dilakukan Rabu malam, 28 Oktober 2026. Keterangan disampaikan Kamis, 29 Oktober 2026; hingga pukul 17.00 WIB, tim medis menangani sekitar 175 kasus kesehatan.
  • Why?
    Evaluasi dilakukan menyusul tiga insiden pada cabang selam dan pencak silat, untuk memastikan keselamatan atlet menjadi prioritas dan mencegah kejadian serupa terulang.
  • How?
    Penyelenggara menambah tenaga medis dan ambulans, mendorong pertolongan segera tanpa menunggu hitungan pencak silat, serta menyerahkan pemeriksaan dugaan pelanggaran atau kelalaian kepada kepolisian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua atlet meninggal dan satu atlet kejang saat Porprov Jateng 2026. Atlet yang kejang karena kepalanya terbentur sekarang sudah membaik di rumah sakit. KONI Jateng dan panitia memeriksa aturan keselamatan. Mereka meminta wasit cepat menolong atlet yang jatuh. Polisi juga sedang memeriksa kejadian ini. Pertandingan tetap berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah situasi yang memprihatinkan, evaluasi bersama antara KONI, panitia, technical delegate, dan cabang olahraga menunjukkan perhatian nyata terhadap perlindungan atlet. Dorongan agar pertolongan diberikan segera, pemenuhan tambahan tenaga medis dan ambulans, serta membaiknya atlet yang sempat kejang mencerminkan adanya langkah responsif untuk memperkuat penanganan darurat selama ajang berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah bersama panitia penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jateng 2026 mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan atlet menyusul tiga insiden di cabang olahraga selam dan pencak silat.

Tiga insiden tersebut terdiri atas satu kasus di cabang olahraga selam dan dua kasus pencak silat.

Dari dua kasus pencak silat, satu atlet meninggal dunia di rumah sakit, sedangkan atlet lainnya mengalami kejang akibat benturan kepala dan kini dilaporkan membaik.

Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah, Budi Santoso, mengatakan evaluasi dilakukan bersama panitia besar (PB) Porprov, technical delegate, dan pengurus cabang olahraga pada Rabu, 28 Oktober 2026 malam.

Menurutnya, setiap cabang olahraga memiliki SOP yang mengacu pada ketentuan pengurus besar masing-masing. Namun, keselamatan atlet harus menjadi prioritas, termasuk dalam pengambilan keputusan untuk menghentikan pertandingan.

“Keselamatan atlet itu diutamakan. Wasit dan juri yang menentukan penghentian pertandingan harus sesuai prosedur, tetapi aspek keselamatan atlet menjadi prioritas bagi kami di PB Porprov (Jateng),” kata Budi dalam konferensi pers di Semarang, Kamis, 29 Oktober 2026.

Ia mencontohkan prosedur pencak silat yang menerapkan hitungan ketika atlet terjatuh. KONI Jateng mendorong agar atlet yang membutuhkan pertolongan segera ditangani tanpa harus menunggu hitungan selesai.

“Begitu jatuh, wasit harus menentukan agar segera ditolong, tidak ada hitungan lagi,” ujarnya.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan rekomendasi kepada pengurus cabang olahraga di tingkat pusat maupun daerah apabila ditemukan ketentuan yang berpotensi menghambat penanganan keselamatan atlet.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Tengah, Aria Chandra, mengatakan Pemprov Jateng telah meminta klarifikasi atas insiden yang terjadi dan mendorong evaluasi menyeluruh. Penyelenggara juga langsung memenuhi permintaan tambahan tenaga medis dan ambulans dari sejumlah cabang olahraga.

“Artinya, kejadian ini tidak boleh terulang pada masa yang akan datang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menyampaikan duka atas meninggalnya atlet pencak silat asal Kota Semarang yang disebutnya memiliki prestasi di tingkat nasional.

Arnaz menegaskan pihaknya menghormati proses pemeriksaan yang berlangsung tanpa terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian. Menurutnya, evaluasi perlu mencakup kesiapan wasit, ofisial, dan tim medis dalam merespons kondisi darurat.

“Sekali lagi, ini bukan menyalahkan siapa-siapa. Wasit-wasit itu harus kita bekali lagi dengan pengetahuan tentang penanganan pertama dan safety first, agar atlet-atlet bisa aman,” ujarnya.

Ia menekankan tanggung jawab penyelenggara tidak berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi juga mencakup keselamatan dan masa depan atlet.

Dalam kesempatan tersebut, Budi menyampaikan bahwa atlet pencak silat lain yang mengalami kejang setelah benturan kepala kini menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan di RS Primaya.

“Perkembangan fisik, kondisi, reaksi, dan sebagainya sudah baik. Bahkan sudah bisa berkomunikasi dengan kita juga,” katanya.

Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov, dr. Elhamangto Zuhdan, menjelaskan benturan kepala dapat memicu gangguan aktivitas listrik otak yang menyebabkan kejang. Penanganannya meliputi pemeriksaan durasi kejang, respons pupil, tingkat kesadaran, hingga pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.

“Pada kasus yang kemarin, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tidak ditemukan gangguan yang membahayakan. Bahkan sekarang kondisi pasien atau atlet tersebut sudah membaik,” jelasnya.

Elhamangto menambahkan, hingga Kamis, 29 Oktober 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, tim medis Porprov telah menangani sekitar 175 kasus kesehatan. Sebanyak 22 kasus dirujuk ke rumah sakit, sedangkan sisanya ditangani di lokasi pertandingan.

Terkait proses pemeriksaan, Budi mengatakan kepolisian telah meminta keterangan dari technical delegate dan perangkat pertandingan cabang olahraga selam maupun pencak silat.

KONI Jateng menghormati proses tersebut dan menyerahkan penilaian mengenai kemungkinan pelanggaran atau kelalaian kepada kepolisian. PB Porprov juga memberikan pendampingan hukum.

“Apakah ada dugaan itu, mohon nanti menjadi kewenangan kepolisian,” kata Budi.

Di tengah evaluasi tersebut, Porprov XVII Jateng 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal. Hingga Kamis, 29 Oktober 2026 siang, sebanyak 23 cabang olahraga telah menyelesaikan pertandingan.

Penutupan Porprov dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB di Kabupaten Kendal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article