Ikut Porprov Jateng, Atlet Silat Semarang Meninggal Usai Operasi di RS, Ini Kronologinya

Atlet silat Porprov Jateng 2026, Ayudiah Rivana Tridiandinita, 19 tahun, meninggal saat menjalani perawatan di RS Primaya Kedungmundu Semarang.
Ayudiah mengalami patah dan pendarahan pada jari tengah kiri akibat tendangan di babak pertama pertandingan, lalu dibawa panitia ke rumah sakit dan menjalani operasi Selasa pukul 18.00 WIB.
Panitia menyebut Ayudiah sempat sadar, terlihat sehat sebelum operasi, serta tidak memiliki riwayat penyakit; kabar meninggal diterima Rabu pukul 05.30 WIB.
Semarang, IDN Times - Kabar duka kembali datang dari ajang Porprov Jawa Tengah 2026. Setelah sebelumnya atlet selam ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tanggelam di venue selam perairan Pantai Awancosta, kali ini seorang atlet silat yang berlaga di venue Kota Semarang juga meninggal dunia.
Atlet silat yang meninggal tersebut bernama Ayudiah Rivana Tridiandinita. Perempuan berusia 19 tahun tersebut meninggal saat menjalani perawatan medis di RS Primaya Kedungmundu Semarang.
Zaenudin, Wakil Ketua Panitia Cabang Pencak Silat Porprov Jateng mengatakan dirinya mendapat informasi meninggalnya Ayudiyah tadi pagi jam 05.30 WIB.
Sebelum meninggal, Ayudiyah diketahui mengalami cedera jari kiri karena patah saat berlaga di Porprov Senin (26/10/2026). Ayudiyah cedera saat tampil di babak pertama.
Mendapati kondisi Ayudiyah mengalami cedera, lalu Selasa siang tim panitia membawanya ke RS Primaya. Kemudian jam 18.00 dilakukan tindakan operasi.
"Masih babak pertama terjadilah tendangan di kiri terjadi patah sampai terjadi pendarahan. Lukanya jari kiri tengah. Sesuai SOP oleh panitia dibawa ke rumah sakit sini dan dilakukan tindakan operasi. Kemudian dapat informasi meninggal jam setengah enam tadi," tuturnya, Rabu (28/10/2026).
Ia mengaku jika dilihat secara langsung kondisi cedera Ayudiyah tidak terlalu parah. Saat cedera Ayudiyah juga masih tersadar namun secara spontan juga menangis.
"Cederanya tidak begitu parah kok karena ketika cedera masih sadar dia menangis. Ketika itu saya kompres," ungkapnya.
Lebih lanjut lagi, ia bilang ketika dijenguk ke rumah sakit, atlet tersebut juga kelihatan sehat dan tidak menunjukkan tanda gejala apapun.
"Kondisinya kemarin ya kelihatan masih baik-baik saja, pas Selasa siang saya membesuk beliau masih ketawa ketawa masih sehat masih memikirkan kondisi dia gimana karena dia mikirin kuliah. Itu sebelum operasi," paparnya.
Namun ia mendapat informasi kalau tadi Subuh, Ayudiyah sempat minta diantar ayahnya saat buang air kecil di kamar mandi bangsalnya. Soal apakah ada riwayat penyakit, ia mengatakan tidak ada penyakit yang diderita Ayudiyah.
"Dia sempat dianter pipis ke kamar kecil sama bapaknya habis operasi. Sampai saat ini saya dampingi atlet silat tidak ada riwayat sakit apa apa," katanya.
Direktur Primaya Hospital Semarang dr Aditya Nugraha mengatakan Ayudiyah diterima di IGD hari Senin setelah menjalani pemeriksaan awal, yang bersangkutan dikonsultasikan ke dokter spesialis ortopedi untuk mempersiapkan operasi.
























