Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang melibatkan pengurus RT dan RW untuk memperkuat pendataan serta penjangkauan warga yang membutuhkan perlindungan sosial. Hingga Oktober 2026, Kota Semarang memiliki 4.041 Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos), dengan 8.675 keluarga telah didaftarkan melalui portal pendataan.
4.041 Agen Perlinsos di Semarang Libatkan RT/RW Jangkau Warga Rentan

Take a Deeper Read
1. Penguatan peran pengurus lingkungan
Penguatan peran pengurus lingkungan tersebut dibahas dalam kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto, serta 1.000 perwakilan ketua RT dan RW.
Agustina mengatakan, pengurus RT dan RW memiliki posisi penting dalam mengenali kondisi sosial ekonomi warga. Kedekatan mereka dengan masyarakat dinilai dapat membantu pemerintah mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan bantuan, termasuk ketika kondisi ekonomi warga berubah.
“Pendataan yang akurat menjadi dasar agar perlindungan sosial dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. Ketua RT dan RW memiliki peran penting karena mereka paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warganya,” ujarnya.
2. Mensos minta data warga diperbarui berkala
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, turut menekankan pentingnya keterlibatan pengurus lingkungan dalam pemutakhiran data perlindungan sosial.
Menurutnya, perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat perlu diikuti dengan pembaruan data secara berkala agar informasi mengenai warga tetap sesuai dengan keadaan di lapangan.
“Yang paling dekat dengan warga adalah para RT, para RW,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul.
Pelibatan pengurus lingkungan melalui Agen Perlinsos diharapkan membantu pemerintah memperoleh data yang lebih akurat sebagai dasar penyaluran perlindungan sosial. Dengan begitu, keluarga yang membutuhkan dapat lebih mudah teridentifikasi.
3. Sekolah Rakyat Semarang tampung 356 siswa
Selain memperkuat pendataan sosial, kegiatan tersebut juga menyoroti perluasan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Semarang saat ini menampung 356 siswa, terdiri atas 86 siswa rintisan dan 270 siswa angkatan 2026. Sekolah yang berlokasi di kawasan Purwosari itu berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan fasilitas ruang kelas, asrama, aula, tempat ibadah, dan lapangan.
Program Sekolah Rakyat ditujukan untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang belum bersekolah, tidak bersekolah, atau putus sekolah. Akses pendidikan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu anak-anak dari keluarga yang membutuhkan memperoleh kesempatan belajar.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul berdialog dengan Aira Putri Meiarti, siswi asal Tegalsari, Kota Semarang. Aira mengungkapkan kebahagiaannya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat dan menyampaikan cita-citanya menjadi guru taman kanak-kanak.
Penguatan Agen Perlinsos dan keberadaan Sekolah Rakyat menjadi dua upaya yang berjalan beriringan dalam menjangkau keluarga rentan. Pendataan dari tingkat lingkungan diharapkan membantu mengidentifikasi kebutuhan warga, sementara akses pendidikan memberi anak-anak kesempatan untuk melanjutkan pembelajaran dan merencanakan masa depan.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- 1.275 Siswa Sekolah Rakyat Jateng Tunggu Kiriman Kaos Kaki Kemensos12 May 2026, 14:52 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- Kemensos Dampingi 8 Desa di Jateng untuk Berantas Kemiskinan Ekstrem20 Feb 2025, 15:40 WIB