1.275 Siswa Sekolah Rakyat Jateng Tunggu Kiriman Kaos Kaki Kemensos

- Sebanyak 1.275 siswa dari 14 Sekolah Rakyat di Jawa Tengah akan menerima bantuan kaos kaki dari Kemensos sebagai bagian dari dukungan perlengkapan sekolah.
- Dinsos Jateng berperan mengawasi dan menyeleksi siswa penerima bantuan, sementara teknis distribusi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kemensos.
- Program Sekolah Rakyat rintisan menggunakan bangunan lama milik pemerintah dan menerapkan sistem boarding dengan kurikulum mirip Sekolah Taruna Nusantara.
Semarang, IDN Times - Sebanyak 1.275 siswa Sekolah Rakyat wilayah Jawa Tengah rencananya memperoleh bantuan perlengkapan sekolah dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah, Isriadi Widodo mengatakan proses pendistribusian perlengkapan alat sekolah berupa kaos kaki menjadi kewenangan Kemensos yang mengatur mengenai teknis tata cara distribusi bantuan bagi siswa Sekolah Rakyat.
"Kalau beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Timur Bu Khofifah memberikan kaos kaki kepada siswa Sekolah Rakyat karena memang dasarnya kegiatan sosial, maka untuk Jawa Tengah seluruh proses pemberian bantuan untuk Sekolah Rakyat sudah diatur oleh Kemensos," ujarnya kepada IDN Times, Selasa (12/6/2026).
Table of Content
1. Ada 14 Sekolah Rakyat rintisan di Jateng

Berdasarkan data dari Dinsos Jateng, tahun ini terdapat 1.275 siswa yang menempuh pendidikan jenjang SD-SMA di Sekolah Rakyat 14 kabupaten/kota.
Pelaksanaan kegiatan belajar jenjang SD-SMA Sekolah Rakyat terbagi tiga hingga empat rombel.
Ia merinci di Sekolah Rakyat Kabupaten Pati terdapat empat rombel, Sekolah Rakyat Banyumas ada empat rombel dengan jumlah 50 siswa, Sekolah Rakyat Banjarnegara ada tiga rombel dengan total 75 siswa.
Selanjutnya Sekolah Rakyat Kabupaten Magelang ada dua rombel dengan 50 siswa, Sekolah Rakyat Sentra Kartini Magelang ada 50 siswa, Sekolah Rakyat Temanggung ada 50 siswa, Sekolah Rakyat Kota Semarang ada dua rombel dengan 100 siswa dan Sekolah Rakyat Kebumen ada dua rombel dengan 100 siswa.
2. Bantuan kaos kaki diberikan untuk semua murid Sekolah Rakyat

Dalam mendukung operasional Sekolah Rakyat, katanya pihaknya juga dilibatkan mengawasi siswa termasuk apabila ada yang menghadapi hambatan.
"Jadi bantuan kaos kakinya akan diberikan sejumlah keseluruhan siswa Sekolah Rakyat. Perkiraan jumlahnya sekitar 1.275 siswa. Tentu untuk teknisnya yang lebih paham dari pihak Kemensos. Kami dalam menyukseskan program prioritas presiden, bertugas menyeleksi dan mengakomodasi anak warga miskin yang tertarik ikut Sekolah Rakyat," terangnya.
3. Sekolah Rakyat rintisan pakai bangunan lama

Terpisah, Kepala Dinsos Jateng Imam Masyur mengatakan pelaksanaan Sekolah Rakyat mengadopsi sistem pembelajaran dan kurikulum yang diberlakukan di Sekolah Taruna Nusantara Magelang.
Oleh sebab itu, selain menggunakan bangunan lama milik aset pemerintah pusat, Sekolah Rakyat juga diperbolehkan memakai gedung milik pemda.
"Yang rintisan pakai bangunan lama. Contohnya di Solo pakai Panti. Terus teman-teman kabupaten lainnya sedang ajukan lokasi yang ideal. Karena ini proyek strategis nasional makan sistemnya boarding. Mulai tinggalnya makan sampai belajarnya disitu semua. Hampir kayak Sekolah Taruna Nusantara," kata Imam.


















