Didatangi Wamen LH, Sekolah Rakyat 17 Solo Dibidik Raih Adiwiyata

- Wamen LH dorong Sekolah Rakyat 17 Surakarta masuk kategori Adiwiyata
- Tinjau kesiapan sarana pendukung lingkungan sekolah
- Kementerian LH serahkan bantuan komposter kepada sekolah
- Pemkot Surakarta siap bersinergi dengan Kementerian LH untuk program berkelanjutan
Surakarta, IDN Times – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dyas Faizal Malik Hendropriyono, mendorong Sekolah Rakyat 17 Surakarta untuk masuk dalam kategori sekolah berprestasi Adiwiyata. Dorongan tersebut disampaikan saat Wamen LH melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta, Kamis (15/1/2026), sebagai bagian dari penguatan pendidikan berwawasan lingkungan sejak dini.
1. Tinjau kesiapan sarana pendukung lingkungan sekolah

Dalam kunjungannya, Dyas Faizal Malik Hendropriyono meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana pendukung lingkungan hidup sehat di lingkungan sekolah. Peninjauan tersebut meliputi sistem pengelolaan sampah, pengolahan air, hingga aspek kesehatan lingkungan sekolah yang menjadi indikator penting dalam penilaian sekolah Adiwiyata.
Menurutnya, Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Oleh karena itu, prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan harus diterapkan secara konsisten dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.
“Sekolah Rakyat ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sekolah yang berbudaya lingkungan. Dengan komitmen bersama dan pengelolaan yang konsisten, kami menargetkan Sekolah Rakyat 17 Surakarta dapat masuk dalam kategori sekolah Adiwiyata,” ujarnya.
2. Kementerian LH serahkan bantuan komposter

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Lingkungan Hidup RI turut menyerahkan bantuan alat komposter kepada Sekolah Rakyat 17 Surakarta. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.
Selain itu, keberadaan komposter juga menjadi sarana pembelajaran praktik bagi para siswa mengenai pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular sejak usia dini. Wamen LH menegaskan bahwa dukungan kementerian tidak berhenti pada penyerahan bantuan semata, tetapi juga akan dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan.
“Lingkungan sekolah yang sehat dan bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman. Lebih dari itu, nilai kepedulian terhadap lingkungan harus tertanam sejak dini agar menjadi budaya hingga dewasa,” tambahnya.
3. Pemkot Surakarta siap bersinergi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Budi Muryono, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup RI terhadap pengembangan Sekolah Rakyat di Kota Surakarta.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta siap bersinergi dan menindaklanjuti program-program yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup secara berkelanjutan.
“Kami menyambut baik komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dalam mendukung Sekolah Rakyat 17 Surakarta. Pemerintah Kota Surakarta siap menjalankan program ini secara berkelanjutan,” kata Budi.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat merupakan program kebanggaan Presiden Prabowo Subiyanto yang tidak hanya bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas, tetapi juga membangun karakter siswa, termasuk kesadaran menjaga lingkungan hidup.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat 17 Surakarta diharapkan mampu menjadi sekolah percontohan berwawasan lingkungan serta mencetak generasi muda yang peduli terhadap pembangunan berkelanjutan.


















