Kronologi Petugas Rel Tewas Tertemper KA Kalimas di Batang

- Seorang petugas pengontrol rel bernama AS (22) tewas tertemper KA Kalimas Cargo di jalur hilir antara Stasiun Ujung Negoro dan Batang pada Selasa pagi, 3 Maret 2026.
- Kecelakaan terjadi saat korban fokus memperbaiki baut rel dan tidak menyadari kereta datang dari arah belakang, sehingga tabrakan tak terhindarkan meski prosedur keselamatan telah diterapkan.
- Pihak KAI menyampaikan duka cita dan menegaskan komitmen memperkuat keselamatan kerja melalui peningkatan prosedur operasional serta briefing rutin bagi seluruh petugas lapangan.
Batang, IDN Times – Nasib nahas menimpa AS (22), seorang petugas pengontrol rel yang tewas tertemper KA Kalimas Cargo di KM 73+3 jalur Hilir antara Stasiun Ujung Negoro dan Stasiun Batang, Selasa (3/3/2026) pagi.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB ini bermula saat korban tengah menjalankan tugas rutinnya di lapangan.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kecelakaan tragis ini dipicu oleh situasi di lapangan yang kurang terpantau oleh korban. Saat itu, korban tengah fokus memperbaiki baut rel yang lepas di jalur satu.
Kapolres Batang, AKBP Veronika, menjelaskan bahwa posisi korban saat bekerja menghadap ke arah barat dan tak memperhatikan arah sebaliknya.
Diduga, korban hanya memperhatikan kereta yang melintas di jalur dua, sehingga tidak menyadari adanya KA Kalimas Cargo yang datang dari arah belakangnya (timur menuju barat) di jalur yang sama tempat ia bekerja. Karena posisi yang tidak memungkinkan untuk menghindar, tabrakan pun tidak terhindarkan.
"Korban saat itu tengah menghadap ke barat di jalur satu. Di saat yang sama, ada kereta api yang melintas di jalur dua," ujarnya seperti dilansir dari kantor berita Antara.
Merespons kejadian tersebut, tim kepolisian segera melakukan evakuasi jenazah ke RSUD Kalisari Batang untuk proses lebih lanjut.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden ini. Pihaknya menegaskan bahwa KAI telah menerapkan seluruh prosedur keselamatan kerja bagi pegawai lapangan.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan aspek keselamatan kerja, mulai dari penguatan prosedur operasional hingga briefing keselamatan berkala bagi seluruh petugas lapangan," tegas Luqman.
Kasus ini kini menjadi peringatan keras bagi seluruh petugas lapangan maupun masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di area rel, mengingat pergerakan kereta api seringkali datang bersamaan dari arah yang tidak terduga.

















