Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Plastik Naik 100 Persen di Semarang, Konsumen Batal Belanja

Harga Plastik Naik 100 Persen di Semarang, Konsumen Batal Belanja
Ilustrasi berbagai kemasan berbahan plastik. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Intinya Sih
  • Konflik geopolitik di Timur Tengah bikin distribusi bahan baku plastik terganggu, menyebabkan harga kemasan plastik di Semarang melonjak hingga 100 persen sejak sebelum Lebaran 2026.
  • Hampir semua jenis kemasan naik, termasuk kantong plastik, botol minuman, styrofoam, dan kertas pembungkus yang kini juga langka di tingkat distributor.
  • Kenaikan harga drastis membuat banyak konsumen terutama pelaku UMKM batal belanja, sementara penjual harus menambah modal agar tetap bisa stok barang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Konflik geopolitik di Timur Tengah mengganggu jalur distribusi bahan baku plastik. Dampaknya terjadi kenaikan harga kemasan plastik di Indonesia, termasuk Kota Semarang.

1. Kenaikan harga kemasan plastik sejak sebelum Lebaran

plastik, kemasan plastik, toko plastik
Ilustrasi berbagai kemasan berbahan plastik. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Kenaikan harga kemasan plastik ini sudah terjadi sejak sebelum Lebaran 2026. Peningkatan harga berangsur naik mulai 20 persen hingga 100 persen pada hari ini, Selasa (7/4/2026).

Pemilik Toko Plastik Glory, Elsa mengatakan, kenaikan harga berbagai kemasan plastik yang dijualnya sudah terjadi sejak sebelum Hari Idulfitri.

‘’Sebelum Lebaran itu sudah naik 20 persen, lalu setelah Lebaran kenaikan harga sampai 40-70 persen. Minggu ini langsung drastis naik hingga 100 persen,’’ ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

Kenaikan harga itu terjadi hampir di semua produk kemasan plastik mulai kantong plastik, kemasan makanan, gelas dan botol minuman, hingga plastik sampah dan cucian. Misalnya, harga kotak kemasan makanan untuk ukuran 1.000 ml berisi 25 biji yang semula Rp30 ribu, naik menjadi Rp50 ribu.

2. Harga kemasan styrofoam dan kertas ikut naik

Ilustrasi makanan kemasan plastik (pixabay.com/nickhvk)
Ilustrasi makanan kemasan plastik (pixabay.com/nickhvk)

Kemudian, harga gelas plastik ukuran 10-16 ml berisi 50 biji, semula Rp9 ribu kini naik menjadi Rp15 ribu. Sedangkan, harga gelas plastik ukuran 22 ml naik dari Rp14 ribu menjadi Rp25 ribu.

Selain itu, harga botol plastik juga naik 100 persen dari Rp800 menjadi Rp1.500 per biji. Lalu, plastik cucian yang semula di harga Rp15 ribu menjadi Rp24 ribu per 10 lembar.

Elsa menuturkan, tidak hanya harga kemasan plastik yang mengalami peningkatan. Akan tetapi, produk kemasan lain seperti styrofoam dan kertas juga ikut naik.

‘’Kertas coklat untuk bungkus makanan sekarang harganya mencapai Rp36 ribu per 250 lembar, padahal sebelumnya cuma Rp21 ribu. Untuk styrofoam, juga naik dari Rp21 ribu per 100 biji menjadi Rp35 ribu. Bahkan, sekarang produk styrofoam ini langka di tingkat distributor tidak menerima pemesanan,’’ jelasnya.

3. Konsumen putuskan tidak jadi belanja

ilustrasi air minum kemasan plastik (plasticsnews.com)
ilustrasi air minum kemasan plastik (plasticsnews.com)

Kondisi harga kemasan plastik yang naik ini akhirnya berdampak pada daya beli konsumen yang mayoritas adalah pelaku UMKM makanan dan minuman. Konsumen memutuskan tidak jadi berbelanja di tokonya yang berlokasi di Jalan Menoreh Raya No 21, Kota Semarang.

‘’Ketika tahu harga kemasan plastik naik gila-gilaan, mereka nggak jadi belanja. Alasannya, bingung mau jual produknya berapa kalau kemasan saja harganya melambung parah,’’ ujarnya.

Selain itu, kata Elsa, ada juga konsumen yang tidak percaya dengan kenaikan harga kemasan plastik.

4. Penjual kemasan plastik harus tambah modal

Ilustrasi toko plastik/pinterest.com
Ilustrasi toko plastik/pinterest.com

‘’Mereka kaget dan komplain dengan harga kemasan plastik yang meroket ini. Bahkan, bilang jangan memanfaatkan momen setelah Lebaran. Jika menghadapi komplain seperti itu saya minta mereka membandingkan ke toko lain,’’ tuturnya.

Sementara, dampak kenaikan harga plastik bagi penjual kemasan plastik, yakni harus menambah modal untuk belanja di distributor.

‘’Kami harus mengecek harga produk kemasan plastik setiap hari. Masalahnya kalau tidak mengikuti harga distributor akan rugi, bisa nombok dan nggak bisa belanja barang,’’ tandas Elsa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More