Hari Lingkungan Hidup 2026: Elnusa Petrofin Tanam 2.250 Pohon di 23 Kota

- PT Elnusa Petrofin menanam 2.250 pohon di 23 kota Indonesia untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026, sebagai bagian dari program Hutan Petrofin yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan.
- Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, berpotensi menyerap 23,6 ton CO₂e serta mendukung target nasional Net Zero Emission 2060 melalui penanaman berbagai jenis pohon lokal.
- Total pohon Hutan Petrofin kini mencapai 11.542, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan terutama SDG 13 tentang aksi iklim dan penguatan ketahanan lingkungan lintas generasi.
Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, kembali memperluas program Hutan Petrofin melalui penanaman 2.250 pohon di 23 kota di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam membangun ruang hijau di sepanjang ekosistem distribusi energi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.
Berbeda dengan aksi penghijauan yang bersifat seremonial, Hutan Petrofin dirancang sebagai gerakan keberlanjutan yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Sejak dimulai pada 2022, program ini telah menghimpun ribuan pohon yang ditanam di berbagai wilayah operasional Elnusa Petrofin dari Barat hingga Timur Indonesia. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 9.292 pohon telah menjadi bagian dari Hutan Petrofin, menjadikannya salah satu inisiatif lingkungan perusahaan yang dijalankan secara konsisten dan terukur.
1. Potensi menyerap karbon sebesar 23,6 ton CO₂e

Tahun ini, sebanyak 2.250 pohon tambahan ditanam secara serentak melalui kolaborasi perwira Elnusa Petrofin, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat setempat. Penanaman yang dilakukan di 23 kota ini, diharapkan berkontribusi terhadap upaya penyerapan dan penyimpanan karbon. Kegiatan ini memiliki potensi menyerap karbon sebesar 23,6 ton CO₂e. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari dukungan Elnusa Petrofin terhadap agenda dekarbonisasi nasional dan target Net Zero Emission 2060.
Beragam jenis pohon dipilih berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing, mulai dari trembesi yang dikenal memiliki kemampuan penyerapan karbon tinggi, mangrove yang berperan melindungi kawasan pesisir, hingga tanaman produktif yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan pendekatan tersebut, HutanPetrofinn tidak hanya menghadirkan fungsi ekologis, tetapi juga menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan.
2. Momentum untuk mempertegas komitmen perusahaan

Manager Corporate Communication & Relations Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo menyampaikan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk mempertegas komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara operasional bisnis dan pelestarian lingkungan.
"Kami ingin Hutan Petrofin dikenal bukan sebagai program penanaman pohon tahunan, melainkan sebagai warisan lingkungan yang terus bertumbuh bersama masyarakat. Setiap pohon yang ditanam merupakan bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih hijau sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap agenda keberlanjutan nasional," ujar Putiarsa.
3. Mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Melalui penambahan pohon menjadi 11.542 pada tahun 2026 ini, Putiarsa berharap Hutan Petrofin terus berkembang sebagai representasi komitmen perusahaan dalam menghadirkan energi kebaikan yang tidak hanya menghubungkan distribusi energi ke berbagai daerah, tetapi juga menghadirkan manfaat lingkungan yang dapat dirasakan lintas generasi.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga merupakan upaya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action) melalui upaya mitigasi perubahan iklim berbasis alam, peningkatan kapasitas penyerapan karbon, serta penguatan ketahanan lingkungan dan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

















