144 Akademisi Diterjunkan ke Papua-Sumsel, Undip Ajak 21 Universitas

- Sebanyak 144 dosen, mahasiswa, dan alumni Undip diterjunkan ke Papua serta Sumatera Selatan dalam program Ekspedisi PATRIOT 2026.
- Program ini melibatkan kolaborasi antara Universitas Diponegoro dengan 21 perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia.
- Kegiatan difokuskan pada kawasan transmigrasi prioritas nasional sebagai bagian dari upaya pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
- Sebanyak 144 akademisi dari Undip dan 21 universitas mitra diterjunkan ke Papua serta Sumatera Selatan dalam Ekspedisi PATRIOT 2026 untuk mendukung pembangunan kawasan transmigrasi prioritas nasional.
- Program ini menjadi laboratorium sosial yang menggabungkan riset dan aksi nyata, di mana peserta memetakan potensi serta persoalan daerah transmigrasi guna merumuskan rekomendasi pembangunan berkelanjutan.
- Ekspedisi fokus pada empat sektor utama: infrastruktur, komoditas unggulan, kelembagaan, dan sumber daya manusia, dengan penugasan di berbagai kawasan strategis Papua dan Sumatera Selatan.
Semarang, IDN Times – Sebanyak 144 dosen, mahasiswa, dan alumni dari Universitas Diponegoro (Undip) bersama 21 perguruan tinggi mitra diterjunkan ke kawasan transmigrasi prioritas nasional. Mereka berangkat ke Papua dan Sumatera Selatan dalam program Ekspedisi PATRIOT 2026.
1. Rancang solusi pembangunan di wilayah transmigrasi

Mereka tidak sekadar menjalankan pengabdian masyarakat, tetapi membawa misi merancang solusi pembangunan berbasis kebutuhan warga di wilayah transmigrasi.
Tim Ekspedisi PATRIOT UNDIP 2026 akan bertugas di 24 kawasan transmigrasi, terdiri atas 20 tim di Papua dan empat tim di Sumatera Selatan. Program ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi (KETT) yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.
Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo dalam sambutan virtualnya berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik institusi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di daerah penugasan.
“Saya melepas teman-teman semua ke area Sumatera dan Papua. Semoga terus menjadi inspirasi dan memberikan kontribusi bagi Indonesia. Selamat jalan dan semoga kembali dalam keadaan sehat,” ujarnya saat pembekalan dan pelepasan peserta dilakukan di Gedung ICT Center Kampus Undip Tembalang, Kamis (23/7/2026).
2. Ekspedisi PATRIOT sebagai laboratorium sosial

Berbeda dengan program pengabdian masyarakat pada umumnya, Ekspedisi PATRIOT dirancang sebagai laboratorium sosial yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan tantangan pembangunan di lapangan. Peserta ditugaskan untuk memetakan potensi dan persoalan kawasan transmigrasi, sekaligus memberikan rekomendasi pembangunan yang berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen UNDIP sebagai universitas yang berdampak bagi masyarakat.
“Ini adalah kiprah kita sebagai duta universitas berdampak untuk membangun daerah sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat,” katanya.
3. Fokus garap 4 sektor

Selanjutnya, Ketua Person in Charge (PIC) Ekspedisi PATRIOT Undip 2026, Prof. Dr. Ing. Wiwandari Handayani menjelaskan, fokus program tahun ini diarahkan pada empat sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur, pengembangan komoditas unggulan, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan transmigrasi.
Peserta nantinya akan ditempatkan di sejumlah wilayah strategis, di antaranya Kawasan Transmigrasi Senggi di Kabupaten Keerom, Papua, serta Kawasan Transmigrasi Petata di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Parit Rambutan di Kabupaten Ogan Ilir, Telang di Kabupaten Banyuasin, dan Kikim di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
‘’Tak hanya membawa pendekatan teknis pembangunan, para peserta juga dibekali kemampuan adaptasi sosial dan komunikasi lintas budaya. Hal ini menjadi penting mengingat kawasan transmigrasi memiliki karakteristik sosial dan budaya yang beragam,’’ tandasnya.

















