Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Personel Manggala Agni Perkuat Kemampuan Hadapi Karhutla Jateng

Kota Semarang
3 min read
Personel Manggala Agni Perkuat Kemampuan Hadapi Karhutla Jateng
Kepala BKSDA Jateng Dyah Sulistyari memberi pengarahan teknis kepada semua personel Manggala Agni. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Personel Manggala Agni bersama tim teknis BKSDA Jawa Tengah menggelar simulasi pemadaman karhutla di Cagar Alam Darupono, Kendal, untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

  • Pelatihan mencakup pengenalan garu, sekop, kapak, tongkat pemadam, truk Damkarhut, serta pembuatan sekat bakar untuk mengendalikan api saat sumber air terbatas.

  • Personel dibagi dalam kelompok 15 orang untuk patroli harian mendeteksi potensi kebakaran, menyusul tingginya kerentanan hutan konservasi luas dengan vegetasi pohon keras.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Belasan bahkan puluhan personel Manggala Agni yang bernaung di bawah Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meningkatkan kesiapsiagaan terhadap resiko bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kesiapsiagaan dilakukan dengan menggelar serangkaian simulasi pemadaman kebakaran di kawasan Cagar Alam Darupono Kendal.

Proses simulasi dikerjakan bersama tim teknis BKSDA Jateng. 

Sejumlah tim dari unit konservasi Cagar Alam Darupono memperkuat pengenalan peralatan pemadaman kebakaran hutan. Yang berupa garu, sekop, kapak dan beberapa tongkat pemadam serta truk Damkarhut. 

Sehingga keterampilan para personel Manggala Agni semakin meningkat dalam menghadapi kejadian karhutla yang belakangan marak.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Dyah Sulistyari mengatakan pihaknya perlu memberikan pembekalan yang menyeluruh agar personel Manggala Agni siap siaga menghadapi bahaya karhutla.

"Masing-masing personel yang dibuat kelompok 15 orang setiap hari per  siftpatroli ke areal hutan konservasi untuk mendeteksi potensi kebakaran. Jadinya mereka bisa meminimalisir resiko kebakaran," kata Dyah kepada IDN Times, Kamis (24/9/2016).

Pembekalan juga dilakukan dengan melatih personel Manggala Agni membuat sekat bakar.

Setiap personel membuat sekat bakar dari ranting-ranting pohon di hutan konservasi Darupono.

Pembuatan sekat bakar selama kemarau dimanfaatkan untuk menanggulangi titik hotspot yang beresiko menimbulkan percikan api di areal hutan dan lahan.

Dyah menjelaskan pembuatan sekat bakar juga efektif menggantikan bahan air apabila di lokasi hutan dan lahan minim sumber air.

"Jadi sekat bakar ini sangat efektif sebagai sarana memadamkan api. Sehingga ketika percikan api muncul di hutan khususnya hutan konservasi, sekat ini bisa digunakan agar apinya tidak melompat ke areal sebelahnya," tuturnya.

Lebih jauh lagi, pihaknya memprediksi kawasan hutan konservasi memiliki kerentanan kebakaran yang tinggi lantaran cakupannya yang luas. Terlebih lagi hutan konservasi memiliki vegetasi pohon keras macam jati, trembesi, pule, winong dan sejenisnya.

  1. Daftar sebaran cagar alam di kabupaten kota

    Berdasarkan data online dari KSDAE Kemenhut, cagar alam wilayah Jawa Tengah meliputi Cagar Alam Bekutuk, Cagar Alam Cabak I/II, Cagar Alam Donoloyo, Cagar Alam Gebugan, Cagar Alam Karang Bolong, Cagar Alam Kecubung Olalanang, Cagar Alam Keling I ABC, Cagar Alam Keling II/III, Cagar Alam Kembang, Cagar Alam Moga, Cagar Alam Nusakambangan Barat, Cagar Alam Nusakambangan Timur.

    Kemudian ada juga Cagar Alam Pager Wunung Darupono, Cagar Alam Pantodomas, Cagar Alam Peson Subah I, Cagar Alam Peson Subah II, Cagar Alam Pringombo I, Cagar Alam Pringombo II, Cagar Alam Sepakung, Cagar Alam Sub Vak 18C/19B, Cagar Alam Telogo Dringo, Cagar Alam Telogo Ranjeng, Cagar Alam Gunung Tunggangan, Cagar Alam Wijayakusuma, Cagar Alam Telogo Sumurup, Cagar Alam Gunung Celering, Cagar Alam Gunung Butak, Cagar Alam Gebugan dan Cagar Alam Bantarbolang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More