- Kendaraan Pribadi dan Umum: Arus lalu lintas dari arah Semarang menuju Bawen dialihkan ke Jalan Setiabudi (Gombel Baru). Jalur Gombel Baru yang biasanya beroperasi satu arah menanjak, akan difungsikan menjadi dua arah (contra flow).
- Kendaraan Berat (Truk): Untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan mengurangi beban kepadatan di jalur alternatif, kendaraan bertonase berat mendapat imbauan untuk melewati jalan tol. Rute arahannya adalah masuk melalui Gerbang Tol Banyumanik dan keluar di Gerbang Tol Jatingaleh atau Jangli.
Panduan Rute Alternatif Perbaikan Jalan Gombel Lama Semarang

- Jalan Gombel Lama Semarang ditutup total selama tujuh bulan mulai April hingga November 2026 untuk proyek rekonstruksi senilai Rp17,5 miliar demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
- Selama penutupan, arus kendaraan pribadi dan umum dialihkan ke Jalan Setiabudi (Gombel Baru) dengan sistem dua arah, sementara truk diarahkan melalui jalur tol Banyumanik–Jatingaleh atau Jangli.
- Perbaikan difokuskan pada dua titik longsor utama dengan pemasangan tiang pancang, subdrain, serta pelapisan aspal baru agar struktur jalan lebih kuat dan tahan terhadap pergerakan tanah.
Semarang, IDN Times - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta menutup total Jalan Gombel Lama, Kota Semarang. Penutupan dilakukan selama kurang lebih tujuh bulan, mulai pertengahan April hingga November 2026.
Proyek rekonstruksi jalan itu sengaja dijadwalkan sesudah masa arus mudik dan balik Lebaran selesai untuk menghindari kemacetan panjang di rute utama penghubung Semarang menuju kawasan selatan.
1. Rekayasa lalu lintas dan rute pengalihan

Mengingat penutupan jalur secara menyeluruh, BBPJN berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang dan Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk menerapkan rekayasa lalu lintas.
Berikut skema pengalihan arus yang diberlakukan:
2. Alasan penutupan total Gombel Lama

Penutupan jalan utama itu bukan sekadar proyek pengaspalan biasa. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Tengah dari BBPJN Jateng-DIY, Alfan Noor Rizal mengatakan, Jalan Gombel Lama berada di kawasan patahan tanah.
Kondisi geologi yang rawan pergerakan membuat jalan sepanjang 1,27 kilometer tersebut berulang kali ambles, retak, dan rusak parah. Oleh karena itu, struktur jalan lama harus dibongkar total untuk membangun fondasi baru.
Pihak BBPJN juga menegaskan proyek infrastruktur senilai Rp17,5 miliar ini murni untuk keselamatan pengguna jalan, tidak berkaitan dengan isu pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan tersebut.
3. Detail konstruksi penguat jalan

Penanganan khusus berfokus pada dua titik longsor utama yang masing-masing memiliki panjang 18 meter dan 5 meter.
Metode perbaikan teknis mencakup:
- Pemasangan tiang pancang (bore pile) sedalam 28 meter dan mini pile untuk memperkuat struktur tanah.
- Pemasangan subdrain untuk mengendalikan aliran air tanah di area longsoran.
- Penggantian fondasi jalan dari yang sebelumnya berupa paving menjadi agregat.
- Pelapisan aspal dua lapis (AC-BC 6 sentimeter dan AC-WC 4 sentimeter) setebal total 10 sentimeter, dengan lebar jalan tetap dipertahankan pada 10,5 meter.
- Penyesuaian alinyemen vertikal pada titik longsor agar permukaan jalan lebih halus dan tidak membentuk patahan seperti kondisi sebelumnya.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau bersabar dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung. Infrastruktur yang lebih kuat dan tahan bencana itu merupakan investasi jangka panjang untuk keamanan mobilitas warga Kota Semarang ke depan.


















