Kolaborasi Ormas Bagi Takjil untuk Warga Banyumas

- Yayasan Tribhata Banyumas dan PWI LS membagikan 2.000 paket takjil bergizi gratis di Sokaraja, Banyumas, sebagai agenda rutin Ramadan yang disambut antusias warga.
- Kegiatan ini memperkuat jaringan sosial lokal dengan melibatkan relawan, pelaku UMKM, serta masyarakat penerima manfaat untuk menumbuhkan semangat gotong royong di tengah tantangan ekonomi.
- Takjil dibeli dari UMKM sekitar dan dikemas dalam paket komplit berisi berbagai menu berbuka, menciptakan dampak sosial sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Banyumas, IDN Times - Ramadan selalu menghadirkan ruang untuk berbagi. Di tengah suasana sore yang mulai dipenuhi aktivitas ngabuburit, warga memadati kawasan Sokaraja, Banyumas, Selasa (3/3/2026). Mereka tidak sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi menyambut pembagian takjil bergizi gratis (TBG) yang digelar Yayasan Tribhata Banyumas bersama Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS).
Sebanyak 2.000 paket takjil lengkap dibagikan secara tertib dan lancar. Kegiatan sosial ini menjadi salah satu agenda kolaboratif terbesar di Kecamatan Sokaraja Ramadan tahun ini.
Perwakilan PWI LS, Prihantono menyebut, kegiatan berbagi takjil di Posko PWI Sokaraja sudah menjadi agenda rutin setiap Ramadan.
1. Momentum penguatan jaringan sosial

Tak hanya berbagi di ruang publik, Tribhata Banyumas juga menyalurkan takjil ke masjid dan mushola selama Ramadan. Tujuannya untuk mendukung kegiatan ibadah dan menghidupkan aktivitas keagamaan setelah salat tarawih.
Kolaborasi antara lembaga sosial dan organisasi kemasyarakatan ini menjadi momentum penguatan jaringan sosial di tingkat lokal. Tidak hanya soal memberi, tetapi tentang membangun ekosistem solidaritas mulai dari pelaku UMKM, relawan, hingga masyarakat penerima manfaat.
"Ditengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, gerakan berbagi seperti ini menjadi penguatan bahwa gotong royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Banyumas,"kata Prihantono.
2. Takjil dibeli dari para pedagang di sekitar

Koordinator kegiatan, M Aji Amirulloh Efendi dari Tribhata Banyumas mengatakan, kegiatan ini murni berbasis kepedulian sosial.
"lni kegiatan sosial, bentuk kepedulian kami kepada masyarakat di bulan Ramadan,"ujarnya.
Namun yang menarik, takjil yang dibagikan tidak diproduksi sendiri, melainkan dibeli dari pelaku UMKM di wilayah Karangwangkal dan Arcawinangun. Menurut Aji, ada efek ekonomi yang ingin diciptakan, artinya bahwa bahwa kegiatan berbagi takjil tak hanya berdampak sosial, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.
"Ada efek positif untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan UMKM. Mereka semangat karena dagangannya laku terjual, lalu kami distribusikan ke warga,"katanya.
3. Dikemas dalam paket komplit

Takjil yang dibagikan dikemas dalam paket komplit. Isinya beragam dan telah diverifikasi dari sisi kualitas maupun rasa.
Beberapa menu yang tersedia antara lain, es teh, es buah, dan es kuwut, puding, gorengan dan arem arem, kolak, bubur biji salak, bubur mutiara, Pangsit, mie lidi, serta aneka jajanan ringan. "Kami buat komplit sehingga isinya lebih banyak dan layak,"tambah Aji.
Konsep paket lengkap ini menjadi daya tarik tersendiri, warga tidak hanya menerima makanan pembuka sederhana, tetapi menu yang cukup untuk berbuka secara layak.

















