Wali Kota Solo Desak BGN Evaluasi Menu MBG selama Ramadan: Bermasalah

- Wali Kota Solo Respati Ardi meminta Badan Gizi Nasional mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis selama Ramadan karena banyak laporan menu yang dinilai kurang layak dikonsumsi.
- Pemkot Solo mencatat sejumlah SPPG bermasalah dan akan membawanya ke rapat koordinasi provinsi agar kualitas makanan segera diperbaiki sesuai standar gizi.
- Respati menyoroti jumlah dapur SPPG ideal hanya 81 titik dan mengajak warga aktif melapor jika menemukan menu tidak layak demi menjaga manfaat program MBG.
Surakarta, IDN Times - Wali Kota Solo, Respati Ardi, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) turun tangan mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan. Permintaan ini disampaikan menyusul banyaknya laporan dari masyarakat dan sekolah terkait menu yang dinilai kurang layak dikonsumsi.
Respati mengakui, ada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Solo yang belum menyajikan menu sesuai standar. Ia menegaskan kondisi tersebut harus segera dibenahi agar tujuan program tetap tercapai.
1. Banyak aduan, Pemkot siap laporkan SPPG bermasalah

Respati menyebut pihaknya telah mencatat beberapa SPPG yang menjadi sorotan. Data tersebut akan dibawa dalam Rapat Koordinasi (Rakor) MBG tingkat provinsi di Semarang yang dihadiri seluruh kepala daerah se-Jawa Tengah.
“Kami sudah menginventarisasi SPPG yang bermasalah. Ini akan kami sampaikan dalam rakor agar segera ada penyesuaian,” ujar Respati, Selasa (3/3/2026).
Ia berharap dapur-dapur MBG yang belum memenuhi standar bisa segera melakukan perbaikan. Evaluasi dari tingkat provinsi dinilai penting agar kualitas makanan tetap terjaga, terlebih selama bulan puasa.
2. Minta jumlah SPPG disesuaikan, cukup 81 titik

Selain soal kualitas menu, Respati juga menyoroti jumlah dapur SPPG di Solo. Berdasarkan kajian pemerintah kota, kebutuhan ideal di Kota Bengawan hanya sekitar 81 SPPG.
Ia meminta BGN tidak membuka dapur melebihi angka tersebut. Menurutnya, jumlah yang terlalu banyak berpotensi memicu persoalan sosial dan menyulitkan pengawasan.
“Kalau jumlahnya berlebihan, pengawasan tidak maksimal. Kami ingin program ini berjalan tertib dan tepat sasaran,” jelasnya.
3. Warga diminta aktif melapor

Respati juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan jika menemukan menu MBG yang tidak layak. Ia memastikan Satgas MBG Kota Solo akan terus melakukan pemantauan guna mencegah dampak buruk bagi para penerima manfaat.
Pemerintah Kota Solo, lanjutnya, berkomitmen menjaga kualitas program agar tetap memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama selama Ramadan.


















