Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Perilaku Aneh Kucing yang Sering Dikaitkan dengan Mistis, Tidur di Dada Pemilik

Kota Semarang
3 min read
4 Perilaku Aneh Kucing yang Sering Dikaitkan dengan Mistis, Tidur di Dada Pemilik
ilustrasi kucing berlari (pexels.com/Rabeebur Rahman)
  • Kucing yang menatap sudut kosong dapat merespons cahaya ultraviolet, gerakan kecil, atau suara berfrekuensi tinggi dari hewan di sekitar.

  • Zoomies, yaitu lari mendadak mengitari rumah, merupakan FRAPs atau cara alami kucing melepas energi setelah tidur, buang air besar, atau menjelang malam.

  • Mengeong malam hari dapat terkait birahi atau disorientasi pada kucing senior, sedangkan tidur di dada pemilik dipicu kehangatan, rasa aman, dan bonding.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Kucing dikenal sebagai salah satu hewan peliharaan yang paling menggemaskan sekaligus penuh misteri. Tingkah lakunya yang menggemaskan tak jarang mendadak berubah menjadi aneh dan bikin merinding, terutama saat malam hari.

Masyarakat Indonesia yang masih erat dengan berbagai mitos kerap mengaitkan perilaku tidak biasa dari anabul (anak bulu) ini dengan keberadaan makhluk halus atau pertanda mistis di dalam rumah. Mulai dari menatap sudut ruangan yang kosong hingga bersuara aneh saat tengah malam.

Namun, apakah benar tingkah aneh kucing tersebut selalu berhubungan dengan hal gaib? Yuk, simak 4 perilaku aneh kucing yang sering dikaitkan dengan mitos mistik beserta penjelasan logis dari sisi medis dan perilaku hewan berikut ini!

  1. 1. Menatap Sudut Ruangan Kosong Tanpa Berkedip

    kucing menatap langsung ke kamera (pexels.com/Saravanan Narayanan)
    kucing menatap langsung ke kamera (pexels.com/Saravanan Narayanan)

    Pernahkah kamu melihat kucingmu mendadak terdiam, menegakkan telinga, dan menatap lurus ke arah sudut ruangan yang kosong selama beberapa menit? Banyak mitos menyebutkan bahwa saat itu kucing sedang melihat sosok tak kasat mata yang lewat.

    Penjelasan Ilmiah: Kucing memiliki indra penglihatan dan pendengaran yang jauh lebih sensitif dibandingkan manusia. Mata kucing sanggup mendeteksi spektrum cahaya ultraviolet (UV) serta gerakan terkecil seperti debu yang melayang atau pantulan cahaya tipis. Selain itu, pendengaran mereka yang tajam mampu menangkap suara berfrekuensi tinggi dari hewan kecil seperti cicak, tikus, atau serangga yang merayap di dalam dinding.

  2. 2. Mendadak Lari Terbirit-birit Tanpa Sebab (Zoomies)

    ilustrasi kucing berlari
    ilustrasi kucing berlari (pexels.com/ luo jio)

    Perilaku zoomies terjadi ketika kucing mendadak berlari kencang memutari rumah, melompati furnitur, atau kejar-kejaran dengan 'sesuatu' yang tidak terlihat. Mitos populer menganggap kucing sedang dikejar atau mengajak main makhluk halus.

    Penjelasan Ilmiah: Fenomena ini dikenal dengan istilah Frenetic Random Activity Periods (FRAPs). Zoomies adalah cara alami kucing untuk melepaskan sisa energi yang menumpuk setelah seharian tidur. Perilaku ini sangat wajar terjadi pada kucing dewasa maupun anak kucing (kitten), terutama setelah mereka selesai buang air besar atau sebelum jam tidur malam.

  3. 3. Meraung atau Mengeong Kencang di Tengah Malam

    Potret kucing mengeong (pixabay.com/ClaraMD)
    Potret kucing mengeong (pixabay.com/ClaraMD)

    Suara meongan kucing yang terdengar pilu, panjang, atau menyerupai rintihan manusia di saat malam gelap gulita sering kali membuat bulu kuduk berdiri. Mitos jawa kuno menyakini suara ini sebagai pertanda adanya marabahaya atau datangnya mahluk gaib.

    Penjelasan Ilmiah: Suara erangan khas di malam hari umumnya dipicu oleh insting reproduksi (estrus/birahi) saat kucing sedang mencari pasangan. Bagi kucing senior atau lansia, mengeong malam hari bisa menjadi gejala Cognitive Dysfunction Syndrome (CDS) atau demensia pada kucing yang membuat mereka merasa bingung dan disorientasi dalam kegelapan.

  4. 4. Tidur di Atas Dada Pemiliknya

    ilustrasi kucing tidur
    ilustrasi kucing tidur (pexels.com/Ihsan Adityawarman)

    Sebagian orang mengaitkan kebiasaan kucing yang tiba-tiba suka tidur menindih dada pemiliknya sebagai firasat buruk terkait kondisi kesehatan atau energi negatif yang menempel pada sang pemilik.

    Penjelasan Ilmiah: Kucing menyukai area dada manusia karena alasan kenyamanan dan rasa aman. Dada manusia memancarkan hangat tubuh yang stabil, serta detak jantung yang ritmis memberikan efek menenangkan bagi anabul. Selain itu, ini adalah bentuk ungkapan rasa percaya dan kasih sayang kucing kepada pemiliknya (bonding).

    Pahami Bahasa Tubuh Anabul Kesayangan

    Meskipun mitos seputar kucing dan dunia mistik sudah berakar lama di tengah masyarakat, memahami penjelasan ilmiah di balik perilaku unik mereka akan membantu kita menjadi pemilik yang lebih peka. Jika perilaku aneh kucing disertai dengan gejala lemas, tidak mau makan, atau tampak kesakitan, segera periksakan anabul kesayanganmu ke dokter hewan terdekat, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More