Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Kenapa Cuma Kenangan Indah Saja yang Teringat setelah Putus Hubungan

Kota Semarang
3 min read
5 Alasan Kenapa Cuma Kenangan Indah Saja yang Teringat setelah Putus Hubungan
ilustrasi mengingat kenangan mantan (Pexels.com/Vanessa Garcia)
  • Otak cenderung memudarkan emosi negatif lebih cepat melalui Fading Affect Bias, sehingga kenangan menyenangkan setelah putus terasa lebih dominan.

  • Euphoric Recall dan gejala withdrawal akibat berhentinya dopamin serta oksitosin membuat pikiran memutar ulang momen manis untuk mencari kenyamanan.

  • Kenangan masa lalu juga dapat menjadi pelarian dari kesepian, ketidakpastian, dan penyesalan; menulis alasan berpisah disarankan untuk mengingat realita hubungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa heran kenapa setelah putus, ingatan tentang pertengkaran hebat dan alasan berpisah mendadak menguap begitu saja? Sebaliknya, pikiranmu justru dibombardir oleh rekaman momen-momen manis saat liburan bersama atau betapa bahagianya masa awal jadian.

Fenomena yang membuatmu mendadak merindukan mantan ini sebenarnya bukan tanda bahwa kalian harus balikan. Secara ilmiah, otak sedang melakukan berbagai trik psikologis dan reaksi kimiawi untuk melindungi diri. Yuk, bedah lima alasan ilmiah di baliknya berikut ini!

  1. 1. Mekanisme Otak Fading Affect Bias (FAB)

    Perempuan menopang dagu sambil termenung melihat ke luar jendela.
    Ilustrasi emosi yang menyertai kenangan indah (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Secara psikologis, tubuh manusia memiliki sistem pertahanan alami bernama Fading Affect Bias. Mekanisme ini dirancang untuk memudarkan emosi negatif seperti rasa marah, kecewa, dan sakit hati jauh lebih cepat ketimbang emosi positif.

    Tujuan aslinya adalah menjaga kesehatan mental agar kamu tidak larut dalam trauma. Namun dampaknya setelah berpisah, emosi buruk akibat kebohongannya memudar lebih dulu, sehingga yang tersisa di dalam benak hanyalah memori yang menyenangkan.

  2. 2. Terjebak Sindrom Euphoric Recall

    ilustrasi wanita menyimpan kenangan di dalam kotak
    ilustrasi wanita menyimpan kenangan di dalam kotak (Pexels.com/cottonbro studio)

    Saat rasa rindu melanda, pikiran kerap mengalami fenomena Euphoric Recall. Kondisi ini membuatmu secara selektif hanya mengingat bagian-bagian terbaik dari perjalanan asmaramu dan mengabaikan realita buruk yang terjadi.

    Kamu cenderung mengenang kembali gelora cinta di fase honeymoon phase, tetapi benar-benar lupa pada fase-fase akhir hubungan yang sangat melelahkan atau bahkan beracun.

  3. 3. Otak Mengalami Gejala Sakau (Withdrawal Symptoms)

    Ilustrasi kenangan bersama.
    Ilustrasi kenangan bersama. (pixabay.com/rauschenberger)

    Studi neurosains membuktikan bahwa perasaan jatuh cinta memicu pelepasan hormon dopamin dan oksitosin di otak, mirip dengan efek kecanduan. Saat hubungan berakhir, pasokan hormon kebahagiaan tersebut mendadak berhenti total.

    Otakmu yang kaget secara alami menuntut "dosis" kebahagiaan instan. Cara tercepat yang dilakukan otak adalah dengan memutar ulang kenangan indah bersama mantan demi mendapatkan sedikit rasa nyaman.

  4. 4. Pelarian dari Rasa Takut akan Ketidakpastian

    Ilustrasi teringat kenangan tentang ibu
    Ilustrasi teringat kenangan tentang pasangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Mengenang masa lalu yang manis sering kali menjadi benteng pertahanan instan untuk melarikan diri dari ketakutan akan kesepian. Status baru sebagai lajang terasa asing dan menakutkan bagi sebagian orang.

    Kenangan indah terasa aman karena sudah pernah dialami dan sangat familiar. Akibatnya, otak memilih terjebak di masa lalu yang nyaman ketimbang harus jujur menghadapi realita masa kini yang sepi.

  5. 5. Upaya Otak Meredakan Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance)

    Ilustrasi foto kenangan
    Ilustrasi foto kenangan (Vecteezy/ภูริชัย ขัตติข่าย)

    Pada dasarnya, manusia tidak suka merasa bersalah atau menyesali investasi waktu, energi, dan emosi yang sudah tercurah selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

    Otakmu mencoba meredakan disonansi kognitif tersebut dengan memvalidasi pengorbananmu. Pikiran akan menghadirkan bukti-bukti berupa momen manis untuk meyakinkanmu bahwa investasi emosimu di masa lalu tidak sia-sia.

  6. Cara Meluruskan Logika

    ilustrasi di bawah rintik hujan kenangan, dia membaca cerita (pexels.com/ Min An)
    ilustrasi di bawah rintik hujan kenangan, dia membaca cerita (pexels.com/ Min An)

    Jika kamu mulai tergiur untuk menghubungi mantan hanya karena jebakan kenangan indah ini, segera buat daftar tertulis alasan berpisah. Tuliskan semua hal yang pernah membuatmu terluka secara jujur, lalu baca kembali daftar tersebut setiap kali otakmu mulai meromantisasi masa lalu secara sepihak.

    Memahami cara kerja otak setelah berpisah adalah langkah penting agar kamu tidak mengambil keputusan impulsif yang memicu penyesalan di kemudian hari.

    Apakah kamu pernah terjebak dalam memori manis mantan padahal proses berpisahnya sangat menyakitkan? Bagaimana caramu menyikapi rasa rindu tersebut? Tulis pengalamanmu di kolom komentar, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More