Lagi rajin-rajinnya menjalani program penurunan berat badan atau defisit kalori, tapi timbangan mendadak mandek dan perut tak kunjung mengecil? Kondisi ini sering kali bikin frustrasi dan memicu rasa heran di tengah usaha hidup sehat yang sudah kamu jalankan.
5 Buah Tinggi Gula yang Bisa Merusak Progres Diet Tanpa Disadari

Buah tidak selalu rendah kalori; konsumsi berlebihan buah manis dapat menaikkan asupan gula dan kalori, sehingga menghambat progres defisit kalori.
Mangga, anggur, pisang matang, lengkeng, serta buah kering seperti kismis dan kurma memiliki kandungan gula tinggi yang perlu diperhatikan saat diet.
Pengaturan porsi dianjurkan, sementara pilihan camilan dapat dialihkan ke stroberi, apel hijau, alpukat, atau mentimun yang lebih rendah gula dan kaya serat.
1. Mangga (Mango)
Mengandung sekitar 14 gram gula per 100 gram daging buahnya, mangga menjadi salah satu buah manis yang perlu diwaspadai porsinya.
Satu buah mangga utuh ukuran sedang dapat menyumbang hingga 45 gram gula murni dan menyentuh angka 150 hingga 200 kalori. Menjadikan mangga matang sebagai hidangan penutup setelah makan siang bisa langsung melampaui batas kalori harian yang sudah kamu rancang.
2. Anggur (Grapes)
Buah mungil ini menyimpan sekitar 16 gram gula per 100 gram. Bahayanya terletak pada karakternya yang sangat mudah dikonsumsi terus-menerus (easy-to-eat).
Ukurannya yang kecil dan rasanya yang segar kerap membuatmu tak sadar telah menghabiskan satu mangkuk penuh. Tanpa disadari, kebiasaan nyemil anggur sambil menonton film bisa memasukkan sekitar 50 gram gula tambahan ke dalam tubuh dalam waktu singkat.
3. Pisang Matang
Mengandung sekitar 12–15 gram gula per 100 gram, pisang sebenarnya merupakan sumber energi harian yang sangat baik.
Namun, satu buah pisang berukuran besar menyumbang sekitar 105–120 kalori. Semakin matang pisang yang ditandai dengan bercak cokelat pada kulitnya, semakin tinggi pula kandungan pati yang telah berubah menjadi gula sederhana yang cepat diserap oleh aliran darah.
4. Lengkeng dan Kelengkeng
Sama seperti anggur, buah eksotis ini mengandung sekitar 15 gram gula per 100 gram daging buahnya.
Meski kaya akan kandungan air, buah ini memiliki efek kenyang yang terbilang sangat rendah. Hal ini memancingmu untuk terus mengupas dan mengonsumsinya dalam jumlah banyak tanpa menyadari akumulasi gula yang masuk ke tubuh.
5. Buah-Buahan Kering (Kismis dan Kurma)
Inilah jebakan terbesar bagi para pelaku diet. Kismis mengandung hingga 59 gram gula per 100 gram, sementara kurma bisa menyentuh angka 63 gram gula per 100 gram.
Proses pengeringan menghilangkan seluruh kandungan air, sehingga ukurannya menyusut namun kepadatan kalori dan gulanya meningkat drastis. Mengonsumsi segenggam kismis menyumbang kalori yang jauh lebih besar dibandingkan menyantap anggur segar dalam volume yang sama.
Tips Cerdas Menikmati Buah saat Diet
Kontrol Porsi
Kamu tak perlu memusuhi buah-buahan di atas. Cukup batasi porsinya, misalnya dengan mengonsumsi setengah potong pisang atau sepertiga bagian mangga saja per hari.
Pilih Buah Rendah Gula (Low-GI)
Untuk camilan bervolume besar yang aman bagi progres diet, alihkan pilihan ke stroberi, apel hijau, alpukat, atau mentimun yang kaya serat namun rendah kandungan gula.
Memahami kandungan nutrisi pada setiap makanan harian adalah langkah bijak agar usaha membentuk tubuh ideal tetap berjalan optimal.
Apakah kamu sedang menjalani program diet tertentu seperti defisit kalori atau intermittent fasting saat ini? Tulis pengalaman dan pola makanmu di kolom komentar, ya!










![[WANSUS] Bauran Energi Jateng Lampaui Target, Tenaga Surya Jadi Primadona](https://image.idntimes.com/post/20251126/upload_30a2dd1ac369763e94d6c4db0a77e649_b3fadf7b-b43c-48a0-a9cc-5a0cd9d5eee4.jpg)











