Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Kasus OTT KPK Bupati Klaten, Suap Audit BPK Hingga Minta Maaf
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (kiri) berjalan seusai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polresta Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/tom)
  • KPK mengamankan 20 orang dalam OTT di Klaten dan Jakarta, termasuk Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo serta Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah.

  • Kasus ini terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta audit laporan keuangan Pemkab Klaten; KPK turut memeriksa ASN, pihak BPK, dan swasta.

  • Penyidik menyita uang tunai sekitar Rp1 miliar dan menggelar perkara untuk menentukan status hukum; Hamenang meminta maaf sebelum dibawa ke Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

KPK menggelar OTT ke-23 sepanjang tahun 2026 di Klaten dan Jakarta.

15 Oktober 2026

KPK menangkap 20 orang, termasuk Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah. Operasi terkait dugaan suap pengadaan, perizinan, dan audit BPK; uang tunai sekitar Rp1 miliar diamankan.

sekitar pukul 07.00

Tim KPK mendatangi rumah dinas Hamenang di Jalan Pemuda, Klaten.

pukul 08.00

Hamenang dibawa ke Mapolresta Klaten untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kamis malam

KPK menggelar ekspose atau gelar perkara di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menentukan status hukum para pihak.

sekitar pukul 22.28 – 22.30 WIB

Setelah diperiksa selama 14 jam, Hamenang keluar dari ruang pemeriksaan dan dibawa ke Jakarta dengan kereta dari Stasiun Klaten. Ia meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Klaten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KPK menggelar operasi tangkap tangan terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa, perizinan, penerimaan dari OPD, serta dugaan suap audit BPK di Pemerintah Kabupaten Klaten.
  • Who?
    Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, ASN Pemkab Klaten dan BPK, serta pihak swasta termasuk 20 orang yang diamankan KPK.
  • Where?
    Penangkapan berlangsung di Klaten, Jawa Tengah, dan Jakarta. Pemeriksaan awal dilakukan di Mapolresta Klaten, sementara satu orang di Jakarta diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.
  • When?
    OTT dan pemeriksaan berlangsung Kamis, 15 Oktober 2026. Hamenang dibawa dari Mapolresta Klaten menuju Jakarta sekitar pukul 22.28–22.30 WIB setelah pemeriksaan sekitar 14 jam.
  • Why?
    KPK menduga terdapat penerimaan suap oleh Bupati Klaten terkait pengadaan, perizinan, dan penerimaan dari OPD, serta dugaan pemberian suap kepada oknum BPK dalam proses audit laporan keuangan Pemkab Klaten.
  • How?
    KPK mengamankan 19 orang di Klaten dan satu orang di Jakarta, menyita uang tunai dengan hitungan awal sekitar Rp1 miliar, lalu menggelar perkara untuk menentukan status hukum mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
KPK menangkap 20 orang di Klaten dan Jakarta. Ada Bupati Klaten Hamenang dan Kepala BPK Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Mereka diperiksa karena diduga memberi dan menerima uang suap. KPK menemukan uang sekitar Rp1 miliar. Hamenang minta maaf kepada warga Klaten. Sekarang KPK masih memeriksa mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan perkara ini menunjukkan kerja penegakan hukum yang terkoordinasi, dengan pemeriksaan lintas lokasi, pengamanan barang bukti, serta dukungan fasilitas dari Polresta Klaten bagi penyidik KPK. Permintaan maaf yang disampaikan Bupati Klaten kepada masyarakat juga menghadirkan pengakuan terbuka di tengah proses pemeriksaan yang sedang berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klaten, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) ke-23 sepanjang tahun 2026. Dalam operasi tangkap tangan yang berlangsung di Klaten dan Jakarta ini, tim penyidik KPK berhasil mengamankan 20 orang, termasuk Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah.

Selain mengamankan belasan pejabat dan pihak swasta, lembaga antirasuah tersebut juga menyita barang bukti berupa uang tunai yang ditaksir mencapai Rp1 miliar. Berikut fakta-fakta OTT KPK tersebut

1. Ada 19 Orang Ditangkap di Klaten, 1 Ditangkap di Jakarta

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo bicara penggeldahan di Kantor Nusron Wahid. (IDN Times/Amir Faisol).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan secara serentak di dua lokasi berbeda. Dari total 20 orang yang diamankan, sebanyak 19 orang ditangkap di wilayah Klaten, Jawa Tengah, sedangkan satu orang lainnya ditangkap di Jakarta.

"Pihak yang diamankan di Jakarta saat ini sedang menjalani permintaan keterangan di Gedung Merah Putih KPK," ujar Budi Prasetyo di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo beserta belasan pihak lainnya yang terjaring di Klaten langsung menjalani pemeriksaan intensif di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Klaten.

2. Dugaan Suap Pengadaan Barang, Perizinan, dan Audit BPK

Suasana rumah dinas Bupati Klaten, Kamis (15/10/2026) siang. (IST)

Budi menjelaskan bahwa OTT ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap oleh Bupati Klaten. Suap tersebut diduga berasal dari pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lainnya dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten.

Tak hanya itu, KPK juga menemukan dugaan keterlibatan Bupati Klaten dalam menyuap oknum BPK terkait proses audit laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Klaten.

"Selain Bupati selaku penyelenggara negara, ada juga ASN baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten maupun Badan Pemeriksa Keuangan, serta unsur swasta. Dari ASN BPK ada dua orang, salah satunya adalah Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah," jelas Budi.

3. Sita Barang Bukti Uang Tunai Rp1 Miliar

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tiba di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) (IDN Times/Aryodamar)

Dalam operasi ini, tim penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai. Saat ini, proses penghitungan pasti masih terus berjalan di lapangan.

"Tim mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai. Masih proses hitung. Hitungan awal sementara sekitar Rp1 miliar," tambah Budi.

Guna menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT tersebut, KPK langsung menggelar ekspose atau gelar perkara pada Kamis malam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

4. Hamenang meminta maaf

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (kiri) berjalan seusai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polresta Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/tom)

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sebelumnya ditangkap di rumah dinas Bupati, di Jalan Pemuda, Klaten. Sekitar pukul 07.00 penindak dari KPK mendatangi rumah dinas, kemudian pukul 08.00 Hamenang digelandang ke Mapolresta Klaten untuk diperiksa. Sejumlah ASN termasuk Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto dan swasta juga terpantau diperiksa oleh penyidik.

Pemeriksaan berlangsung selama 14 jam, Kamis, (15/10/2026) sekitar pukul 22.28 – 22.30 WIB Bupati Klaten yang diusung PDIP tersebut keluar dari ruang pemeriksaan dan dibawa ke Jakarta menggunakan Kereta dari Stasiun Klaten. Saat keluar Hamenang sempat berkomentar meminta maaf kepada masyarakat Klaten. "Saya mohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Klaten," katanya.

5. Polresta Klaten Beri Dukungan Tempat dan Pengamanan

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (kiri) berjalan seusai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polresta Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/tom)

Dikonfirmasi terpisah, Kapolresta Klaten Kombes Pol Ari Cahya Nugraha membenarkan adanya pemeriksaan intensif yang dilakukan tim penyidik KPK terhadap Bupati Klaten dan sejumlah pihak di Mapolresta Klaten.

"Kami hanya menyediakan tempat dan melaksanakan pengamanan terbuka," kata Ari Cahya.

Pihak Polresta Klaten memberikan dukungan penuh berupa sarana dan prasarana demi kelancaran proses pemeriksaan awal yang dilakukan oleh KPK.

Curated For You

Editorial Team

Related Article