Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi sleep overthinking (magnific.com/ jcomp)
  • Menunda tidur demi hiburan malam memangkas waktu istirahat, sehingga tubuh belum pulih optimal dan cenderung menolak bangun pagi.

  • Paparan blue light gawai, overthinking di kasur, serta kafein dan makanan berat larut malam dapat menghambat tidur nyenyak dan mengganggu tubuh.

  • Jam tidur yang tidak konsisten memicu social jetlag dan mengacaukan ritme sirkadian; rutinitas malam konsisten, termasuk mematikan gawai 30 menit sebelum tidur, dianjurkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
siang hari

Beban kerja membuat sebagian pekerja muda merasa kehilangan waktu luang, yang dapat memicu revenge bedtime procrastination.

larut malam

Mencari hiburan hingga larut malam mengundur jam tidur dan memangkas durasi istirahat.

hingga 6–8 jam

Efek stimulan kafein dapat bertahan di aliran darah hingga 6–8 jam, sehingga mengganggu tidur.

esok hari

Memikirkan tumpukan tugas esok hari di atas kasur membuat otak tetap siaga dan menghambat fase deep sleep.

Senin pagi

Social jetlag pada akhir pekan membuat tubuh lelah saat harus kembali beradaptasi dengan jadwal bangun awal pada Senin pagi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima kebiasaan malam disebut dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat seseorang sulit bangun pagi: menunda tidur, paparan layar, kafein atau makanan berat, overthinking, serta jadwal tidur tidak konsisten.
  • Who?
    Pekerja muda di Surakarta dan sekitarnya disebut kerap mengalami kebiasaan menunda tidur karena merasa waktu luang mereka berkurang akibat beban kerja siang hari.
  • Where?
    Kebiasaan tersebut terjadi terutama di rumah, termasuk saat berada di kasur, menggunakan ponsel atau laptop, mengonsumsi makanan dan minuman, serta memikirkan pekerjaan sebelum tidur.
  • When?
    Kebiasaan terjadi pada malam hari menjelang tidur, termasuk larut malam dan akhir pekan ketika sebagian orang mengubah jadwal tidur hingga lebih dini hari.
  • Why?
    Menunda tidur mengurangi waktu istirahat; sinar biru menekan melatonin; kafein dan makanan berat mengganggu tubuh; stres menghambat tidur lelap; jadwal tidak konsisten mengacaukan ritme sirkadian.
  • How?
    Gangguan terjadi melalui mundurnya waktu tidur, berkurangnya durasi istirahat, sulit memejamkan mata, aktivitas pencernaan saat tidur, pikiran tetap siaga, dan tubuh kesulitan menyesuaikan jadwal bangun pagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak orang susah bangun pagi karena malamnya tidur terlambat. Mereka main ponsel, minum kopi, makan banyak, atau memikirkan kerjaan. Ada juga yang jam tidurnya berubah-ubah. Layar ponsel bisa membuat tubuh susah mengantuk. Sekarang, mereka bisa coba tidur dengan jam yang sama dan mematikan gawai sebelum tidur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kesadaran bahwa kesegaran pagi dibentuk sejak malam membuka ruang perubahan yang sederhana namun bermakna. Dengan menjadikan kamar sebagai tempat rileks, mengurangi paparan layar, dan menjaga waktu tidur lebih teratur, tubuh mendapat kesempatan memenuhi kebutuhan pemulihannya. Rutinitas malam yang konsisten pun dapat membuat bangun pagi terasa lebih ringan dan produktivitas lebih mungkin terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pasang alarm bertubi-tubi tapi tetap merasa lemas dan berat buat beranjak dari kasur tiap pagi? Niat hati ingin menjadi seorang morning person yang produktif, namun realita sering kali berkata lain saat tubuh justru menolak diajak bekerja sama.

Gagal bangun pagi biasanya bukan karena volume alarm yang kurang keras, melainkan akibat rutinitas malam hari yang keliru. Apa yang kamu lakukan beberapa jam sebelum memejamkan mata sangat menentukan kualitas istirahatmu. Yuk, perbaiki pola hidup dengan menghindari lima kebiasaan malam yang diam-diam merusak jam tidurmu!

1. Terjebak Revenge Bedtime Procrastination

Banyak pekerja muda sering merasa kehilangan waktu luang akibat tingginya beban kerja siang hari. Hal ini memicu kebiasaan balas dendam menunda waktu tidur atau revenge bedtime procrastination demi sekadar maraton serial favorit.

Kebiasaan mencari hiburan larut malam ini membuat jam tidurmu makin mundur. Akibatnya, durasi istirahat terpangkas drastis dan tubuh secara otomatis akan menolak bangun pagi karena hak pemulihannya belum terpenuhi maksimal.

2. Paparan Blue Light dari Gadget Sebelum Tidur

Memainkan ponsel atau menatap layar laptop di atas kasur sembari menunggu rasa kantuk datang adalah kesalahan fatal. Paparan sinar biru (blue light) dari layar elektronik sangat berbahaya bagi ritme biologis.

Sinar terang ini menekan produksi melatonin, yakni hormon alami yang bertugas memberi sinyal pada tubuh bahwa waktu istirahat telah tiba. Tanpa hormon ini, kamu bakal kesulitan memejamkan mata meskipun fisik sudah terasa sangat lelah.

3. Konsumsi Kafein dan Makan Berat Larut Malam

Menikmati es kopi susu atau menyantap porsi besar mi instan menjelang tidur dipastikan bakal mengacaukan sistem tubuh. Efek stimulan dari kafein membutuhkan waktu hingga 6–8 jam untuk benar-benar hilang dari aliran darah.

Sementara itu, menyantap makanan berat memaksa organ cerna bekerja ekstra saat tubuh seharusnya beristirahat total. Kondisi ini sering kali memicu asam lambung naik atau GERD, membuat malammu dipenuhi kegelisahan.

4. Overthinking Pekerjaan Esok Hari di Atas Kasur

Kasur seharusnya menjadi zona damai yang diasosiasikan oleh otak untuk rileks sepenuhnya. Jika kamu justru menggunakannya untuk memikirkan tumpukan tugas esok hari, otak akan mendeteksi aktivitas tersebut sebagai sinyal stres.

Alih-alih tertidur lelap, pikiranmu akan terus berada dalam mode siaga yang menguras mental. Kondisi tegang ini membuat siklus tidurmu tidak akan pernah mencapai fase deep sleep yang esensial untuk mengembalikan energi tubuh.

5. Jam Tidur yang Tidak Konsisten (Social Jetlag)

Tidur jam 10 malam di hari kerja, namun mendadak begadang hingga jam 2 pagi saat akhir pekan tiba adalah bentuk sabotase pada ritme alamimu. Ketidakkonsistenan yang dikenal sebagai social jetlag ini membuat sistem tubuh kebingungan.

Akibat jam sirkadian yang berantakan, ketika Senin pagi menyapa, kamu akan merasa sangat tersiksa dan luar biasa lelah saat harus kembali beradaptasi dengan jadwal bangun awal.

Untuk sukses menjadi seorang morning person, fokuslah membangun night routine yang konsisten. Mulailah dengan mematikan layar gawai minimal 30 menit sebelum tidur dan meredupkan lampu kamar agar tubuh rileks maksimal.

Dari kelima kebiasaan buruk di atas, mana yang paling sering tanpa sadar kamu lakukan setiap malam? Ceritakan perjuangan bangun pagimu di kolom komentar, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article