Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan Sepele Berkendara yang Bikin Kampas Rem Motor Cepat Habis

Kota Semarang
3 min read
5 Kebiasaan Sepele Berkendara yang Bikin Kampas Rem Motor Cepat Habis
ilustrasi kampas rem motor (pexels.com/Nguyễn Bin Exciter)
  • Menempelkan jari pada tuas atau kaki di pedal rem dapat memicu gesekan konstan, membuat kampas cepat aus dan berpotensi menyalakan lampu rem belakang terus-menerus.

  • Menarik gas sambil menahan rem saat macet atau menanjak menciptakan tekanan ganda serta panas berlebih, sehingga kampas rem lebih cepat habis.

  • Pengereman perlu mengombinasikan rem depan 60% dan belakang 40%, serta kaliper harus dibilas setelah hujan atau banjir agar pasir tidak mengikis kampas dan cakram.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa heran kenapa kampas rem motormu mendadak tipis dan habis, padahal kendaraan jarang dipakai untuk perjalanan jauh? Komponen pengereman yang boros sering kali membuat kantong jebol karena harus bolak-balik masuk bengkel resmi.

Sebagian besar kasus kampas rem yang cepat aus sebenarnya bukan karena kualitas sparepart yang buruk, melainkan dipicu kebiasaan berkendara sehari-hari yang dianggap sepele. Tanpa disadari, pola pengereman yang keliru sangat membahayakan keselamatanmu di jalan raya. Yuk, kenali lima kebiasaan sepele yang bikin kampas rem motor cepat habis!

  1. 1. Menaruh Jari Tangan di Tuas Rem Secara Terus-menerus

    Ilustrasi jari tangan memegang tuas rem (pexels.com/ArtHouse Studio)
    Ilustrasi jari tangan memegang tuas rem (pexels.com/ArtHouse Studio)

    Kebiasaan ini paling sering ditemui pada pengguna motor matik dengan alasan siaga saat menghadapi situasi darurat. Tanpa disadari, ketika jemari terus menempel di tuas rem, refleks tangan akan sedikit menarik tuas saat melewati jalanan bergelombang.

    Meskipun tarikannya sangat tipis dan motor tetap melaju, kampas rem sebenarnya sudah mulai bergesekan secara konstan dengan piringan cakram. Gesekan terus-menerus ini menghasilkan panas berlebih yang mengikis permukaan kampas rem dengan sangat cepat.

  2. 2. Kaki Kanan "Nongkrong" di Atas Pedal Rem Belakang

    ilustrasi rem motor
    ilustrasi rem motor (unsplash.com/Arthur Tseng)

    Sama halnya dengan jari di tuas rem, pengendara motor bebek atau tipe sport sering tidak sengaja mengistirahatkan kaki kanan mereka di atas pedal rem belakang.

    Bobot kaki yang menempel—meskipun ringan—sudah cukup untuk mendorong piston rem dan membuat kampas terus menjepit piringan sepanjang perjalanan. Selain bikin kampas cepat jebol, kebiasaan ini membuat lampu rem belakang terus menyala dan membingungkan pengendara lain.

  3. 3. Tetap Menarik Gas Sembari Menahan Rem saat Macet

    ilustrasi meriksa kondisi rem motor
    ilustrasi meriksa kondisi rem motor (freepik.com/peoplecreations)

    Kebiasaan buruk ini kerap dilakukan pengendara motor matik di jalur perkotaan yang padat atau jalan menanjak. Demi menjaga keseimbangan saat merayap di kemacetan, tangan kanan memutar gas sementara tangan kiri menahan tuas rem.

    Kondisi ini memaksa mesin menyalurkan tenaga ke roda, namun dihambat secara paksa oleh sistem pengereman. Akibatnya, kampas rem mengalami tekanan ganda, menjadi sangat panas, dan aus dalam waktu singkat.

  4. 4. Mengandalkan Satu Sisi Rem Saja Secara Berlebihan

    ilustrasi menekan rem motor (freepik.com/freepik)
    ilustrasi menekan rem motor (freepik.com/freepik)

    Banyak pengendara merasa takut menggunakan rem depan karena khawatir terpelanting, sehingga 100% proses pengereman dibebankan pada rem belakang, atau sebaliknya.

    Ketika beban pengereman hanya bertumpu pada satu roda, kampas rem di area tersebut harus bekerja ekstra keras untuk menghentikan laju kendaraan. Pengereman yang awet dan aman idealnya mengombinasikan 60% rem depan dan 40% rem belakang secara seimbang.

  5. 5. Malas Membersihkan Area Kaliper Setelah Hujan atau Banjir

    ilustrasi rem motor bermasalah (freepik.com/pressfoto)
    ilustrasi rem motor bermasalah (freepik.com/pressfoto)

    Setelah menerjang genangan air hujan atau jalanan berpasir, kotoran halus seperti lumpur dan debu keras akan menempel di sela-sela kaliper rem.

    Jika dibiarkan mengering tanpa dibilas air bersih, partikel pasir tersebut akan bertindak layaknya amplas kasar. Setiap kali kamu mengerem, pasir yang terperangkap akan ikut mengikis kampas sekaligus menggores permukaan piringan cakram (disc brake) hingga baret.

    Mengubah kebiasaan berkendara yang sepele ini tidak hanya ampuh menghemat anggaran perawatan motor bulananmu, tetapi juga memastikan performa pengereman tetap pakem dan responsif di setiap perjalanan.

    Dari kelima kebiasaan di atas, mana yang tanpa sadar masih sering kamu lakukan saat menunggangi motor kesayanganmu? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More