Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanda Tubuh Kelebihan Kolesterol di Usia 20-an yang Sering Diabaikan
ilustrasi tes kolesterol (pexels.com/Los Muertos Crew)
  • Gaya hidup sedentari, makanan instan, dan stres dapat meningkatkan kolesterol jahat sejak usia 20-an, meski kondisi ini kerap dianggap hanya menyerang kelompok usia lanjut.

  • Tanda yang sering diabaikan meliputi tengkuk atau pundak kaku, kesemutan dan kebas, lelah ekstrem, nyeri dada kiri saat aktivitas, serta bercak kuning di kelopak mata.

  • Karena gejalanya mirip keluhan harian, tes profil lipid melalui cek darah menjadi cara paling akurat untuk memastikan kadar kolesterol dan memantau kesehatan pembuluh darah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima keluhan yang dikaitkan dengan kadar kolesterol tinggi pada usia 20-an meliputi tengkuk kaku, kesemutan, lelah ekstrem, nyeri dada kiri saat aktivitas, dan bercak kuning di kelopak mata.
  • Who?
    Orang berusia 20-an yang memiliki kebiasaan makan instan, kurang bergerak, atau mengalami stres tinggi disebut berisiko mengalami peningkatan kolesterol jahat LDL.
  • Where?
    Keluhan dapat muncul pada tengkuk dan pundak, ujung tangan atau kaki, dada sebelah kiri, serta jaringan kulit di sekitar kelopak mata.
  • When?
    Keluhan dapat dirasakan saat beraktivitas, termasuk ketika berolahraga atau naik tangga, serta dapat menetap meski sudah beristirahat atau dipijat.
  • Why?
    Penumpukan lemak dan plak kolesterol dapat mempersempit pembuluh darah, menghambat aliran darah serta suplai oksigen ke otak, tubuh bagian tepi, dan otot jantung.
  • How?
    Kadar kolesterol dipastikan melalui tes profil lipid atau cek darah di laboratorium maupun puskesmas. Kadar kolesterol total sehat disebut berada di bawah 200 mg/dL.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Anak muda umur 20-an juga bisa punya kolesterol tinggi karena sering makan cepat saji dan kurang bergerak. Tandanya leher dan pundak pegal, tangan atau kaki kesemutan, sangat lelah, dada kiri sakit, atau ada bercak kuning di kelopak mata. Sekarang, cara paling tepat untuk tahu adalah cek darah di puskesmas atau laboratorium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Artikel ini memberi ruang bagi anak muda untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh yang kerap dianggap sepele. Dengan mengenali keluhan seperti kesemutan, lelah berkepanjangan, atau bercak kuning di kelopak mata, pemeriksaan profil lipid dapat menjadi langkah terukur untuk memperoleh gambaran kesehatan pembuluh darah secara lebih akurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masih berusia 20-an tapi sering merasakan leher kaku, badan gampang lemas, hingga tangan mendadak kesemutan saat beraktivitas? Kebanyakan anak muda merasa aman dari ancaman kolesterol tinggi karena menganggap gangguan kesehatan ini hanya menyerang orang lanjut usia.

Padahal, akibat gaya hidup modern seperti hobi mengonsumsi makanan instan, kurang bergerak (sedentary lifestyle), hingga tingkat stres tinggi, kadar kolesterol jahat dapat melonjak sejak usia muda. Sering juluki sebagai silent killer, yuk kenali lima tanda tubuh kelebihan kolesterol yang kerap disepelekan!

1. Sering Pegal dan Kaku di Area Tengkuk serta Pundak

ilustrasi badan pegal saat bangun tidur (magnific.com/benzoix)

Sinyal ini paling sering dituduh akibat salah posisi tidur atau terlalu lama menatap layar laptop saat bekerja. Faktanya, penumpukan lemak dapat menghambat aliran darah menuju otak.

Ketika pembuluh darah di sekitar leher dan pundak menyempit akibat plak kolesterol, suplai oksigen berkurang drastis. Kondisi ini memicu rasa kaku dan pegal yang terus-menerus muncul meskipun kamu sudah beristirahat atau dipijat.

2. Ujung Kaki dan Tangan Mudah Kesemutan atau Kebas

ilustrasi alami kebas (pexels.com/Cats Coming)

Jika ujung jari tangan atau kaki sering terasa kebas, kesemutan, atau tiba-tiba terasa dingin padahal tidak sedang berada di ruangan ber-AC, kamu perlu mulai waspada. Kadar kolesterol yang tinggi membuat konsistensi darah menjadi lebih kental.

Kondisi tersebut memicu penyempitan pada pembuluh darah arteri perifer. Akibatnya, aliran darah kaya oksigen tidak tersalurkan dengan lancar ke area perifer atau ujung-ujung tubuh.

3. Rasa Lelah Ekstrem dan Mengantuk Sepanjang Hari

Ilustrasi wanita mengantuk saat bekerja (Sumber: pexels Mikhail/Nilov)

Banyak anak muda menganggap rasa kantuk dan lemas di siang hari adalah hal wajar akibat begadang atau beban kerja. Namun, jika kamu sudah tidur cukup tetapi tetap merasa lemas, ini bisa jadi penanda kolesterol tinggi.

Plak lemak yang menyumbat aliran darah memosisikan jantung bekerja ekstra keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kurangnya efisiensi aliran ini menguras energi tubuhmu dengan sangat cepat.

4. Nyeri Dada Bagian Kiri saat Beraktivitas

Ilustrasi Nyeri Dada (www.pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Jangan pernah mengabaikan rasa tidak nyaman, nyeri, atau sensasi tertekan di dada sebelah kiri. Pada usia 20-an, gejala ini sering disalahartikan sebagai penyakit asam lambung (GERD) atau sekadar masuk angin.

Penumpukan kolesterol pada dinding arteri koroner dapat menyumbat aliran darah ke otot jantung. Jika rasa nyeri di area dada ini makin terasa saat kamu berolahraga atau naik tangga, segera periksakan diri ke dokter.

5. Munculnya Bercak Kuning di Kelopak Mata (Xanthelasma)

ilustrasi xanthelasma (allaboutvision.com)

Tanda visual yang satu ini bersifat nyata namun sering disalahartikan sebagai jerawat, milia, atau masalah kulit biasa. Xanthelasma adalah gumpalan lemak padat berwarna kekuningan yang tumbuh di sekitar jaringan kulit kelopak mata.

Kemunculan bercak kuning ini di usia 20-an merupakan indikator kuat bahwa tubuhmu memiliki kadar kolesterol total atau trigliserida yang sangat tinggi di bawah jaringan kulit.

Satu-satunya Cara Memastikan: Lakukan Cek Darah

ilustrasi cek darah (freepik.com/prostooleh)

Karena tanda-tanda di atas sangat mirip dengan keluhan harian biasa, satu-satunya cara paling akurat untuk mengetahuinya adalah melakukan tes profil lipid (cek darah) di laboratorium atau puskesmas terdekat. Idealnya, kadar kolesterol total yang sehat berada di bawah 200 mg/dL.

Mengenali sinyal kecil dari tubuh sejak dini adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah jangka panjang.

Dari kelima tanda di atas, apakah ada gejala yang belakangan ini sering kamu rasakan tapi sekadar dianggap lelah biasa? Tulis pengalamanmu di kolom komentar, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article