Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tipe Profil Red Flag di Dating App yang Wajib Langsung Swipe Left
ilustrasi kemudahan dating app (pexels.con/cottonbro studio)
  • Menyaring profil dating app sejak awal dinilai efektif menghemat waktu dan menjaga kesehatan mental sebelum membangun percakapan lebih jauh.

  • Red flag yang perlu diwaspadai meliputi biodata kosong, nada sinis, akun pemburu pengikut, pamer berlebihan, serta daftar kriteria pasangan yang kaku.

  • Ketidakselarasan niat seksual dan profil yang tampak terlalu sempurna tanpa verifikasi perlu dihindari karena berisiko memicu hubungan transaksional, catfishing, atau penipuan finansial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tujuh tipe profil yang dinilai sebagai tanda bahaya di aplikasi kencan, termasuk biodata kosong, tulisan sinis, pencari pengikut media sosial, pamer berlebihan, kriteria kaku, agresif seksual, dan dugaan catfishing.
  • Who?
    Pengguna aplikasi kencan yang mencari pasangan atau teman ngobrol menjadi pihak yang diingatkan untuk menyaring profil calon lawan bicara.
  • Where?
    Situasi ini terjadi di aplikasi kencan, terutama pada bagian foto profil dan biodata pengguna.
  • When?
    Penyaringan dilakukan sejak awal sebelum pengguna melanjutkan percakapan atau membangun hubungan dengan calon pasangan.
  • Why?
    Pengenalan tanda bahaya ditujukan untuk menghemat waktu dan energi emosional serta menghindari ketidakselarasan niat, penipuan emosional, atau potensi penipuan finansial.
  • How?
    Pengguna dapat memeriksa foto dan biodata, memperhatikan identitas yang tidak jelas, nada negatif, ajakan media sosial, pamer materi, tuntutan berlebihan, kode seksual, serta akun sempurna tanpa verifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di aplikasi cari pasangan, kita harus hati-hati memilih teman ngobrol. Ada profil tanpa cerita, suka marah-marah, cuma cari pengikut, atau pamer barang mahal. Ada juga yang banyak menuntut, terlalu mengajak hal dewasa, dan foto terlalu sempurna tapi mungkin palsu. Kalau rasanya tidak nyaman, kita bisa geser ke kiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menyaring profil sejak awal memberi pengguna ruang untuk menjaga waktu, energi, dan ketenangan saat berkenalan di aplikasi kencan. Dengan memperhatikan kejelasan biodata, nada komunikasi, keselarasan niat, serta kemungkinan identitas palsu, proses mencari koneksi dapat berlangsung lebih sadar dan selaras dengan kebutuhan pribadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mencari pasangan atau sekadar teman ngobrol seru di aplikasi kencan memang gampang-gampang susah. Tidak jarang kita merasa bersemangat di awal, tapi malah berujung kecewa karena salah memilih teman bicara. Wajah yang menawan sering kali membuat kita mengabaikan sinyal bahaya yang sebenarnya sudah terpampang jelas di profil mereka.

Sebelum menyita waktu dan energi emosional untuk mengobrol lebih jauh, menyaring calon pasangan bisa dilakukan hanya dengan membaca foto profil dan biodata.

Yuk, kenali 7 tipe profil red flag yang wajib langsung kamu swipe left berikut ini!

1. Si "Empty Bio & Mysterious" Tanpa Biodata

ilustrasi pria misterius (unsplash.com/Štefan Štefančík)

Profil tipe ini umumnya hanya memasang satu atau dua foto yang buram, tampak dari kejauhan, atau justru foto pemandangan dan mobil tanpa menampilkan wajah. Kolom biodata pun dibiarkan kosong melompong tanpa keterangan apa pun.

Ciri ini menandakan minimnya usaha (low effort) atau keinginan kuat untuk menyembunyikan identitas asli. Kemungkinan besar mereka hanya iseng, sudah memiliki pasangan di dunia nyata, atau tipe orang yang enggan membangun komunikasi dua arah.

2. Si "Bitter & Cynical" yang Sinis pada Masa Lalu

ilustrasi seseorang sinis. (pexels.com/Cottonbro Studio)

Biodatanya dipenuhi dengan kalimat negatif, nada sinis, atau syarat yang melelahkan. Kalimat seperti "Gak suka drama, yang baperan jauh-jauh" atau "Capek sama yang ujung-ujungnya ghosting" sering kali menjadi ciri khas utama mereka.

Orang seperti ini membawa trauma masa lalu yang belum selesai (unresolved baggage). Mereka memproyeksikan rasa frustrasi kepada orang baru bahkan sebelum berkenalan. Profil yang matang seharusnya berfokus pada apa yang dicari, bukan kekesalan masa lalu.

3. Si "Social Media Fisher" Pemburu Followers

ilustrasi pria red flag (Freepik.com/garetsvisual)

Ciri profil ini sangat mudah dikenali karena isi biodatanya sangat singkat dan to the point. Mereka biasanya hanya menuliskan kalimat seperti: "Jarang buka aplikasi ini, langsung chat ke IG aja ya: @username".

Niat utama mereka jelas bukan untuk mencari koneksi emosional atau membangun hubungan nyata. Tipe ini memanfaatkan aplikasi kencan hanya sebagai alat validasi instan untuk mendongkrak jumlah pengikut maupun engagement media sosial pribadi.

4. Si "Flexing Pathological" yang Pamer Berlebihan

ilustrasi perempuan pamer (Pexels.com/SHVETS production)

Semua foto yang diunggah secara sengaja memamerkan logo barang mewah, setir mobil kelas atas, hingga status materi secara dipaksakan. Kolom biodatanya pun tak lepas dari topik kekayaan atau gaya hidup hedonistik.

Perilaku ini menunjukkan kebutuhan validasi eksternal yang ekstrem dan mengarah pada sifat narsistik. Hubungan yang dibangun oleh tipe profil seperti ini akan terasa sangat transaksional, dangkal, dan hanya menilai dari apa yang kamu miliki.

5. Si "Job Interviewer" Pencari Kriteria Sempurna

ilustrasi cowok perfeksionis (unsplash.com/Austin Distel)

Tipe ini menuliskan daftar kualifikasi fisik, finansial, dan latar belakang yang sangat spesifik serta kurang realistis bagi orang asing. Misalnya menuntut tinggi badan tertentu, pekerjaan khusus, hingga kriteria tidak boleh pelit.

Mereka memandang calon pasangan sebagai komoditas untuk memenuhi ekspektasi kaku, bukan sebagai manusia utuh. Jika berhubungan dengan tipe ini, kamu akan terus-menerus merasa diuji dan dihakimi layaknya sedang berada di masa percobaan kerja.

6. Si "Over-Sexualized from Start" yang Agresif Seksual

ilustrasi bikini (pexels.com/Cliff Booth)

Memasang foto yang terlalu terbuka secara vulgar atau menuliskan kode eksplisit seperti "Looking for NSA/FWB/casual only" padahal kamu mencari hubungan jangka panjang menjadi penanda utama dari tipe profil ini.

Meski tidak ada yang salah dengan hubungan kasual selama disepakati bersama, profil ini menjadi red flag jika niat kamu tidak selaras. Mereka umumnya tidak akan tertarik untuk mengenal sisi emosional maupun intelektual kamu.

7. Si "Mr./Ms. Perfect Catfish" yang Terlalu Sempurna

Ilustrasi penampilan sempurna (Pexels.com/Anastasia Shuraeva )

Foto-fotonya terlihat sangat sempurna layaknya pemotretan model profesional atau influencer, namun akunnya tidak memiliki tanda terverifikasi atau centang biru.

Kamu wajib waspada terhadap potensi catfishing maupun penipuan finansial. Otak kita sering kali terkecoh oleh efek visual (Halo Effect), sehingga langsung menganggap orang yang berparas menawan pasti berhati baik, padahal bisa jadi itu adalah akun palsu.

Aplikasi kencan hanyalah gerbang awal perkenalan, jadi percayalah pada intuisi pribadi saat membaca profil seseorang. Jika ada hal yang membuat tidak nyaman, jangan ragu untuk langsung melakukan swipe left demi menjaga kedamaian pikiran.

Di antara ketujuh tipe profil di atas, mana nih yang paling sering kamu temui di aplikasi kencan? Tulis pengalaman kamu di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke teman-teman agar makin waspada!

Curated For You

Editorial Team

Related Article