Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Banyak Truk Tua di Jalanan, Aptrindo Minta Pengusaha Remajakan Armada

Kota Semarang
2 min read
Banyak Truk Tua di Jalanan, Aptrindo Minta Pengusaha Remajakan Armada
Para pengusaha truk menghadiri acara Aptrindo Truck Expo 2026 di Semarang, Rabu (14/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
  • Aptrindo mendorong peremajaan armada untuk meningkatkan keselamatan dan menekan polusi, karena 60 persen truk di Indonesia berusia di atas 20 tahun, melampaui batas operasional.

  • Armada tua meningkatkan biaya perawatan, berisiko mengalami rem tidak optimal, menghasilkan asap tebal, serta dapat menghambat arus lalu lintas ketika melaju lambat di tol.

  • Pengusaha terkendala harga kepala truk baru Rp1,12–1,8 miliar dan cicilan kredit yang berat; Aptrindo mempertemukan mereka dengan agen merek truk untuk mencari solusi pembelian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mendorong pelaku usaha untuk melakukan peremajaan armada truk. Upaya itu untuk meningkatkan keselamatan berkendara dan menekan polusi udara. 

  1. 1. 60 persen truk di Indonesia berusia di atas 20 tahun

    Aptrindo, truk
    Ketua Umum DPP Aptrindo, Gemilang Tarigan. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Ketua Umum DPP Aptrindo, Gemilang Tarigan mengungkapkan, berdasarkan data nasional tahun 2026, sebanyak 60 persen truk yang beroperasi di Indonesia saat ini sudah berusia tua. Padahal, merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 60, batas usia kelayakan operasional truk adalah 20 tahun. 

    “Kita lihat di jalanan, banyak truk yang usianya berkisar antara 20 hingga 40 tahun, salah satunya seperti truk tipe Nissan BTX tahun 1991 yang masih beroperasi di tahun 2026,” ungkapnya di sela acara Aptrindo Truck Expo 2026 di Semarang, Rabu (14/10/2026).

    Menurutnya, kondisi armada yang menua ini memicu berbagai risiko, mulai dari tingginya biaya perawatan, risiko keselamatan akibat fungsi rem yang tidak optimal, hingga polusi udara akibat asap knalpot yang tebal. 

  2. 2. Truk tua hambat arus lalu lintas

    Aptrindo, truk
    Para pengusaha truk menghadiri acara Aptrindo Truck Expo 2026 di Semarang, Rabu (14/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    “Selain itu, truk tua yang berjalan lambat di jalan tol seringkali menghambat arus lalu lintas di belakangnya,” ujarnya.

    Sementara, di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sendiri, tercatat ada sekitar 1.000 unit truk anggota Aptrindo yang beroperasi.

    Ketua DPC Aptrindo Tanjung Emas Semarang, Supriyono menjelaskan, bahwa para pengusaha sebenarnya didorong untuk meremajakan armada mereka, namun terbentur masalah finansial. 

  3. 3. Sistem pembayaran jadi kendala pengusaha truk

    Aptrindo, truk
    Para pengusaha truk menghadiri acara Aptrindo Truck Expo 2026 di Semarang, Rabu (14/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    “Harga satu unit kepala truk baru tergolong sangat mahal. Untuk kepala truk ukuran kecil dengan kapasitas 20 kaki/6 roda harganya berkisar Rp1,12 miliar, sedangkan untuk ukuran besar dengan kapasitas 40 kaki/10 roda harganya mencapai Rp1,8 miliar,” terangnya.

    Tentu, lanjut Supriyono, kesulitan utama bagi pengusaha adalah sistem pembayaran. Membeli secara tunai sulit dilakukan karena keterbatasan dana, sementara skema kredit atau utang memiliki nilai cicilan yang sangat memberatkan kemampuan usaha. 

    Maka, melalui ajang Aptrindo Truck Expo 2026 ini, asosiasi tersebut berupaya mempertemukan pengusaha dengan berbagai agen merek truk untuk mendiskusikan solusi pembelian armada baru.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More