Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pengusaha perdagangan ikan asal Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Ngatini didampingi Pemimpin Kantor Cabang BRI Pati, Yuswandita Toesa Febrianto mengunjungi fasilitas penyimpanan berpendingin atau cold storage. (Dok. BRI)
  • Ngatini memulai perdagangan ikan pada 2023 dengan gaji dan bonus suami untuk membeli ikan di pelelangan Juwana, lalu menjualnya kepada tengkulak dan pedagang besar.

  • KUR BRI Rp500 juta meningkatkan modal kerja Ngatini, memungkinkan pembelian ikan lebih banyak, penggunaan cold storage, serta perluasan pemasaran ke Jakarta, Cilacap, dan Banyuwangi.

  • Hingga Oktober 2026, BRI Cabang Pati menyalurkan KUR Rp3,02 triliun kepada 74.723 debitur, disertai pendampingan usaha dan edukasi finansial bagi UMKM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2023

Ngatini memulai usaha perdagangan ikan dengan menggunakan sebagian gaji dan bonus suaminya untuk membeli ikan di pelelangan TPI Juwana.

kini

Setelah memperoleh pembiayaan KUR BRI Rp500 juta, kapasitas perdagangan Ngatini meningkat dan pemasarannya menjangkau Jakarta, Cilacap, serta Banyuwangi. Usahanya juga memanfaatkan cold storage dan aplikasi BRImo untuk transaksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ngatini mengembangkan usaha perdagangan ikan setelah memperoleh pembiayaan Kredit Usaha Rakyat BRI sebesar Rp500 juta, yang meningkatkan kapasitas pembelian ikan dan memperluas pemasaran.
  • Who?
    Ngatini, pengusaha perdagangan ikan asal Juwana; BRI melalui Relationship Manager KUR; serta Yuswandita Toesa Febrianto, Pemimpin Kantor Cabang BRI Pati.
  • Where?
    Usaha Ngatini berawal dari Tempat Pelelangan Ikan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan pemasaran yang telah menjangkau Jakarta, Cilacap, dan Banyuwangi.
  • When?
    Ngatini memulai usaha pada 2023. Ia menyampaikan perkembangan usahanya pada Minggu, 8 November 2026. Data penyaluran KUR BRI Pati tercatat hingga Oktober 2026.
  • Why?
    Tambahan pembiayaan diperlukan karena modal dari gaji dan bonus suami sebelumnya membatasi kemampuan Ngatini membeli dan menjual ikan dalam jumlah besar.
  • How?
    Ngatini mengajukan KUR setelah berkonsultasi dengan RM BRI, memakai dana untuk modal kerja, memanfaatkan cold storage untuk stok, dan menggunakan BRImo untuk transaksi usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ngatini mulai jual ikan dari Juwana memakai uang gaji suaminya. Lalu BRI memberi pinjaman KUR Rp500 juta. Sekarang ia bisa beli ikan lebih banyak dan menjualnya sampai Jakarta, Cilacap, dan Banyuwangi. Ia juga memakai tempat dingin untuk menyimpan ikan dan aplikasi BRImo untuk bayar-bayar. Ngatini ingin usahanya terus besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kisah Ngatini menunjukkan bagaimana ketekunan, akses pembiayaan, dan pemanfaatan layanan perbankan dapat saling menguatkan dalam usaha perdagangan ikan. Tambahan modal memperbesar kapasitas pembelian, sementara cold storage dan BRImo mendukung pengelolaan stok serta transaksi. Perluasan pemasaran hingga beberapa daerah mencerminkan ruang tumbuh yang nyata bagi usaha yang dirintis dari skala terbatas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pati, IDN Times – Ketekunan Ngatini, pengusaha perdagangan ikan asal Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berbuah manis karena berhasil mengembangkan usahanya. Tidak sekadar modal dari gaji dan bonus suami, berkat tambahan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp500 juta, jangkauan pemasarannya kini meluas hingga Jakarta, Cilacap, dan Banyuwangi.

1. Gunakan gaji suami untuk beli ikan di pelelangan

Pengusaha perdagangan ikan asal Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Ngatini didampingi Pemimpin Kantor Cabang BRI Pati, Yuswandita Toesa Febrianto mengunjungi fasilitas penyimpanan berpendingin atau cold storage. (Dok. BRI)

Ngatini memulai usaha perdagangan ikan pada 2023. Ide tersebut muncul dari aktivitas sang suami yang bekerja sebagai nakhoda kapal penangkap ikan milik kerabatnya.

Berbekal pengetahuan mengenai perdagangan hasil laut dan peluang bisnis di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana, Ngatini memberanikan diri mengikuti pelelangan ikan menggunakan sebagian penghasilan suaminya.

Ikan yang diperoleh kemudian dijual kembali kepada tengkulak dan pedagang besar di sekitar Juwana. Namun, keterbatasan modal membuat kapasitas pembelian dan penjualan ikan pada masa awal usaha belum terlalu besar.

“Awalnya saya menggunakan uang dari gaji dan bonus suami untuk membeli ikan melalui pelelangan di TPI Juwana. Ikan tersebut kemudian saya jual kembali kepada pedagang besar di sekitar Juwana. Saat itu modal masih terbatas, sehingga kemampuan membeli dan menjual ikan juga belum terlalu besar,” ungkapnya, Minggu (8/11/2026).

Seiring perkembangan usaha, Ngatini mulai mencari tambahan modal melalui perbankan. Informasi mengenai fasilitas KUR BRI diperolehnya dari seorang teman.

2. Dapat pembiayaan Rp500 juta untuk perkuat modal

Pengusaha perdagangan ikan asal Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Ngatini didampingi Pemimpin Kantor Cabang BRI Pati, Yuswandita Toesa Febrianto mengunjungi fasilitas penyimpanan berpendingin atau cold storage. (Dok. BRI)

Setelah berkonsultasi dengan Relationship Manager (RM) KUR BRI dan melalui proses pengajuan, Ngatini mendapatkan pembiayaan sebesar Rp500 juta untuk memperkuat modal kerja.

Tambahan modal tersebut membuatnya mampu membeli ikan dalam jumlah lebih banyak sehingga kapasitas perdagangan meningkat.

“Setelah mendapatkan tambahan modal dari KUR BRI, usaha saya mulai berkembang. Saya bisa membeli ikan dalam jumlah lebih banyak, sehingga penjualan dan kapasitas usaha juga semakin meningkat. Bantuan permodalan ini sangat berarti bagi perkembangan usaha saya,” jelasnya.

Kini, jaringan pemasaran Ngatini tidak lagi terbatas di kawasan Juwana. Produk ikan yang diperdagangkannya telah menjangkau sejumlah daerah, seperti Jakarta, Cilacap, dan Banyuwangi.

Untuk mendukung pengelolaan stok, usahanya juga memanfaatkan fasilitas penyimpanan berpendingin atau cold storage. Fasilitas tersebut membantu menjaga kualitas ikan sekaligus memberikan keleluasaan dalam mengatur persediaan dan distribusi kepada pembeli.

3. Manfaatkan layanan digital BRImo

Ilustrasi aplikasi BRImo. (dok. BRI)

Selain pembiayaan, Ngatini juga memanfaatkan layanan perbankan digital BRI melalui aplikasi BRImo untuk mendukung transaksi keuangan usahanya.

Menurutnya, pendampingan dari RM KUR BRI turut membantu dalam memahami kebutuhan pembiayaan dan pemanfaatan layanan perbankan untuk kegiatan bisnis.

“Pelayanan dari RM KUR BRI sangat memuaskan dan membantu kebutuhan usaha saya. Selain memberikan solusi tambahan modal, BRI juga membantu saya dalam menggunakan layanan perbankan untuk mendukung kelancaran transaksi usaha,” ujarnya.

Ngatini berharap kerja sama dengan BRI dapat terus berlanjut agar usaha perdagangan ikan yang dirintisnya semakin berkembang dan menjangkau pasar lebih luas.

4. BRI Pati salurkan KUR Rp3,02 triliun

Nasabah KUR BRI (Dok. BRI)

Pemimpin Kantor Cabang BRI Pati, Yuswandita Toesa Febrianto mengatakan, BRI terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di berbagai sektor produktif, termasuk perdagangan, pertanian, dan perikanan.

Hingga Oktober 2026, BRI Kantor Cabang Pati telah menyalurkan KUR sebesar Rp3,02 triliun kepada 74.723 debitur.

Menurut Yuswandita, sektor perikanan memiliki potensi ekonomi besar, terutama di wilayah Juwana yang dikenal sebagai salah satu sentra aktivitas perikanan di Kabupaten Pati.

“BRI terus berupaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas dan produktivitas usahanya. Kami melihat sektor perikanan memiliki potensi ekonomi yang besar, khususnya di wilayah Juwana yang dikenal sebagai salah satu sentra aktivitas perikanan di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan BRI tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha dan edukasi finansial agar debitur dapat mengelola bisnis secara berkelanjutan.

“Dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha serta edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Melalui penyaluran KUR dan pendampingan tersebut, BRI berharap semakin banyak pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jaringan pemasaran.

Curated For You

Editorial Team

Related Article