Bukan Cuma Belajar Nabung, Siswa SMP Ditantang Buat Inovasi Keuangan

Survei SNLIK 2026 mencatat inklusi keuangan pelajar 92,76 persen, sementara literasi 62,72 persen; kesenjangan ini melatarbelakangi program JA SparktheDream Social Challenge 2026.
FWD Insurance dan PJI mengajak siswa SMP merancang inovasi sosial finansial melalui video; 12 gagasan bersaing, dengan Tim 13 Finsmart Bandung menjadi juara pertama lewat FINHABIT.
Dua tim terbaik nasional akan mewakili Indonesia di kompetisi Asia Pasifik November 2026; sejak 2023, JA SparktheDream telah menjangkau lebih dari 8.200 siswa di 12 daerah.
Semarang, IDN Times – Akses layanan keuangan di kalangan pelajar Indonesia terbilang tinggi. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang cara mengelola keuangan.
1. FWD dan PJI ajak siswa SMP kembangkan inovasi sosial

PT FWD Insurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) menghadirkan JA SparktheDream Social Challenge 2026 dengan mengajak siswa sekolah menengah pertama (SMP) mengembangkan inovasi sosial untuk mendukung kesejahteraan finansial masyarakat (dok. FWD) Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks inklusi keuangan kalangan pelajar mencapai 92,76 persen. Sementara itu, indeks literasinya baru sebesar 62,72 persen.
Kesenjangan tersebut mendorong PT FWD Insurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) menghadirkan JA SparktheDream Social Challenge 2026. Program ini mengajak siswa sekolah menengah pertama (SMP) mengembangkan inovasi sosial untuk mendukung kesejahteraan finansial masyarakat.
Kompetisi tersebut menjadi puncak program JA SparktheDream tahun keempat yang menjangkau lebih dari 2.300 siswa di 12 kota dan kabupaten.
Melalui JA SparktheDream Social Challenge, para siswa tidak hanya belajar mengelola keuangan pribadi. Mereka juga didorong menerapkan pengetahuan tersebut untuk menjawab persoalan di lingkungan sekitar.
Dalam kompetisi ini, peserta bekerja dalam tim untuk mengidentifikasi isu sosial, merancang solusi, kemudian menyajikan gagasannya melalui video pendek. Mereka perlu menjelaskan persoalan yang diangkat, pendekatan penyelesaian, serta manfaat yang ingin dicapai.
2. Pelajar jadi prioritas dalam penguatan literasi keuangan

ilustrasi literasi keuangan (freepik.com/lenadig) Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Halimatus Sa’diyah mengatakan, pelajar menjadi salah satu segmen prioritas dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan.
Menurutnya, tingkat pemahaman dan penggunaan layanan keuangan di kalangan pelajar masih berada di bawah rata-rata nasional. Maka itu, edukasi sejak usia sekolah penting untuk membangun kemampuan mengelola uang, memahami risiko, serta menggunakan layanan keuangan secara bijak.
“Edukasi sejak usia sekolah menjadi investasi penting untuk membangun kemampuan mengelola uang, memahami risiko, serta memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab di masa depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (31/10/2026).
Sebanyak 12 gagasan mengikuti JA SparktheDream Social Challenge 2026. Ide-ide tersebut menawarkan solusi untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat, meningkatkan keamanan keuangan digital, hingga mendukung pengelolaan keuangan keluarga.
Tim 13 Finsmart dari SMPN 13 Bandung meraih juara pertama melalui FINHABIT. Juara kedua diraih Tim FINSHIELD dari SMP Nation Star Academy Surabaya. Sementara itu, Tim Spensyora dari SMPN 9 Denpasar meraih juara ketiga melalui Cashora.
3. Dua tim terbaik wakili Indonesia ke tingkat Asia Pasifik

PT FWD Insurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) menghadirkan JA SparktheDream Social Challenge 2026 dengan mengajak siswa sekolah menengah pertama (SMP) mengembangkan inovasi sosial untuk mendukung kesejahteraan finansial masyarakat (dok. FWD) Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia (PJI), Utami Anita Herawati mengatakan, proses merancang solusi membantu siswa memahami persoalan di sekitar mereka sekaligus mempertajam kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kerja sama.
“Kami ingin siswa mampu menggunakan pengetahuan keuangan untuk mengambil keputusan dan memahami persoalan di sekitarnya,” katanya.
Dua tim terbaik dari kompetisi nasional akan mewakili Indonesia dalam kompetisi tingkat Asia Pasifik pada November 2026. Mereka akan berkompetisi bersama peserta dari Hong Kong SAR, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Sebelum mengikuti kompetisi nasional, para peserta telah menjalani bootcamp daring untuk mengembangkan solusi literasi keuangan dan meningkatkan keterampilan presentasi. Mereka juga memperoleh pendampingan dari sukarelawan FWD Insurance.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik menyampaikan, edukasi keuangan sejak usia sekolah sebagai investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi risiko dan perubahan finansial.
Sejak dimulai pada 2023, JA SparktheDream telah menjangkau lebih dari 8.200 siswa di 12 kota dan kabupaten, termasuk Semarang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, dan sejumlah daerah lainnya.




















