Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dear Gen Z, Begini Cara Cerdas Kelola Keuangan Pakai Fintech Biar Aman

Dear Gen Z, Begini Cara Cerdas Kelola Keuangan Pakai Fintech Biar Aman
ilustrasi fintech (unsplash.com/Sophie Dupau)
Intinya Sih
  • OVO dan MoneyFestasi menggelar Fintech Academy di berbagai kampus untuk memperluas literasi serta inklusi keuangan di kalangan Gen Z, dimulai dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
  • Program ini menekankan pentingnya keamanan data pribadi dan kewaspadaan terhadap penipuan digital agar mahasiswa dapat menggunakan layanan fintech secara bijak dan bertanggung jawab.
  • Rangkaian roadshow Fintech Academy akan menjangkau lebih dari 1.200 mahasiswa di berbagai kampus sepanjang 2026 guna membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Purwokerto, IDN Times - OVO berkolaborasi dengan MoneyFestasi menggelar program edukasi Fintech Academy di berbagai kampus di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan literasi keuangan sekaligus mendorong inklusi keuangan yang lebih merata di kalangan generasi muda.

1. Dorong mahasiswa kelola keuangan secara aman

Fintech, ovo
Head of Payment and Digibank OVO; Burhan Kurniawan (tengah) dan Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia; Tulus Abadi (kanan), sebagai narasumber Fintech Academy bersama MoneyFestasi di Unsoed Purwokerto. (Dok. OVO)

Pada roadshow di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah dipaparkan, hampir 9 dari 10 anak muda Indonesia sudah terhubung dengan layanan keuangan digital, namun hanya sekitar 7 dari 10 yang benar-benar memahami cara mengelolanya. 

Indeks inklusi keuangan kelompok usia 18–25 tahun telah mencapai 89,96 persen, sementara indeks literasinya berada di angka 73,22 persen, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan BPS. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun akses terhadap layanan keuangan semakin luas, edukasi tetap dibutuhkan agar akses tersebut diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan aman.

Mengusung tema “Today’s Financial Habits, Tomorrow’s Financial Future”, mahasiswa yang merupakan generasi Z diajak memahami peran fintech sebagai bagian dari kehidupan finansial sehari-hari. Tidak hanya sebagai alat pembayaran atau transaksi harian, fintech juga dapat membantu pengguna mengelola aktivitas finansial secara lebih praktis. 

Head of Strategy, Integrated Marketing Communication OVO, Asep Haekal mengatakan, bahwa literasi keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan finansial yang semakin terdigitalisasi.

“Fintech hari ini bukan hanya soal kemudahan transaksi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu generasi muda membangun kebiasaan finansial yang kuat dan lebih sehat. Melalui Fintech Academy, OVO ingin mendorong mahasiswa agar tidak hanya aktif menggunakan layanan digital, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Melalui diskusi ringan bersama mahasiswa, peserta didorong untuk mulai membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini, mulai dari memahami prioritas kebutuhan, membuat perencanaan pengeluaran, memiliki tujuan finansial, hingga mengevaluasi pola konsumsi. Pemahaman ini menjadi penting agar kemudahan promo, pembayaran cashless, dan akses layanan keuangan digital tidak justru mendorong perilaku konsumtif, melainkan dapat mendukung pengelolaan keuangan yang lebih seimbang.

2. Pentingnya keamanan dalam gunakan fintech

ilustrasi keamanan digital (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi keamanan digital (pexels.com/Pixabay)

Selain membahas pengelolaan keuangan, sesi ini juga menyoroti pentingnya keamanan dalam menggunakan layanan fintech. Mahasiswa diajak untuk lebih sadar terhadap perlindungan data pribadi, keamanan transaksi, serta pentingnya memilih layanan keuangan digital yang resmi dan terpercaya. Kewaspadaan ini menjadi semakin relevan di tengah maraknya kasus penipuan digital dengan modus social engineering yang banyak menyasar pengguna, termasuk anak muda. 

Dengan literasi yang baik, generasi muda diharapkan dapat menjadi pengguna layanan keuangan digital yang lebih cermat dan bijak. Hal ini menjadi penting karena semakin tingginya pemanfaatan layanan berbasis digital juga perlu diikuti dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, termasuk penyalahgunaan data dan modus penipuan digital.

Adapun, narasumber lain yang hadir adalah Head of Payment and Digibank OVO, Burhan Kurniawan dan Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi.

Mereka turut memberikan perspektif yang komprehensif kepada mahasiswa, mulai dari perkembangan industri fintech, pentingnya literasi dan perlindungan konsumen, hingga penggunaan layanan keuangan digital yang bertanggung jawab.

“Kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital harus selalu diimbangi dengan pemahaman yang kuat mengenai perlindungan konsumen, keamanan data pribadi, serta cara menggunakan fintech secara bijak. Maka dari itu, edukasi seperti Fintech Academy menjadi penting untuk membekali generasi muda agar mampu mengambil keputusan finansial yang lebih tepat dan sesuai kebutuhan mereka,” ujar Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi.

3. Bangun kebiasaan finansial yang lebih sehat

Tujuan finansial yang jelas (freepik.com/rawpixel.com)
Tujuan finansial yang jelas (freepik.com/rawpixel.com)

Antusiasme mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam sesi ini mencerminkan tingginya minat generasi muda, termasuk di daerah, terhadap pemahaman keuangan digital yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Setelah Purwokerto, rangkaian roadshow Fintech Academy yang berkolaborasi dengan MoneyFestasi akan berlanjut ke sejumlah kampus lain, termasuk Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 20 Mei 2026 dan Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada Agustus 2026. Melalui rangkaian ini, OVO akan menjangkau lebih dari 1.200 mahasiswa di berbagai kampus sepanjang 2026. Jumlah ini akan menambah total partisipan Fintech Academy sejak pertama kali diluncurkan menjadi lebih dari 6.200 mahasiswa. 

“Melalui Fintech Academy bersama MoneyFestasi, kami berharap mahasiswa bisa semakin memahami peran fintech dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat sejak dini,” tutup Asep Haekal.

Melalui inisiatif ini, OVO berharap mahasiswa tidak hanya melek finansial, tetapi juga dapat mengelola keuangan dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More