Usai Dengarkan Pidato Prabowo, Ahmad Luthfi Klaim Dengarkan Rakyat

- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan program pembangunan harus berujung pada kesejahteraan rakyat, dengan pemerintah daerah merespons persoalan yang dirasakan masyarakat.
- Menindaklanjuti pidato Presiden Prabowo, Luthfi menilai capaian nasional seperti MBG, infrastruktur, pendidikan, perlindungan sosial, dan swasembada pangan perlu diwujudkan melalui langkah nyata daerah.
- Kemiskinan Jawa Tengah turun menjadi 9,21 persen pada Maret 2026; ekonomi tumbuh 5,71 persen pada triwulan II, sementara investasi 2025 mencapai Rp110 triliun dan menyerap 257 ribu pekerja.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat.
Karenanya, ia mengklaim terus merespons persoalan yang dirasakan masyarakat.
“Kita telah mendengarkan pidato Pak Presiden. Intinya, kita harus bekerja keras untuk rakyat. Artinya, kita harus selalu mendengarkan apa yang dirasakan oleh masyarakat kita,” kata Luthfi, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian dan arah pembangunan nasional.
Di antaranya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan jalan dan jembatan, pendidikan, perlindungan sosial, serta penguatan swasembada pangan.
Prabowo juga menekankan pentingnya kemandirian pangan agar Indonesia tidak bergantung pada pasokan dari luar, terutama di tengah ketidakpastian global. Saat ini, Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Menurut Luthfi, berbagai capaian yang disampaikan Presiden tersebut harus diikuti langkah nyata oleh pemerintah daerah. Menurutnya, tolok ukur keberhasilan pembangunan bukan hanya capaian angka, melainkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Itu semua adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam konteks Jawa Tengah, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang beriringan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi pengingat untuk terus meningkatkan hasil pembangunan.
Luthfi menyebut, angka kemiskinan Jawa Tengah mengalami penurunan. Pada Maret 2026 angkanya menjadi 9,21 persen. Jumlah itu turun dibanding Maret 2025 yang masih pada angka 9,48 persen. Karenanya, pihaknya memberikan perhatian penuh kepada sekitar 3,9 juta warga yang berada dalam kelompok desil 1 sampai dengan 4.
Dari sisi perekonomian, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat sebesar 5,71 persen (year on year) pada triwulan II tahun 2026 atau 5,80% (c-to-c) secara kumulatif pada Semester I-2026. Angka itu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian tersebut membuat pemerintah provinsi tetap optimistis meskipun menghadapi keterbatasan fiskal dan ketidakpastian geopolitik.
Sepanjang 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp110 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 257 ribu orang. Sementara hingga triwulan II atau semester I 2026, realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp48,54 triliun dengan serapan tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.
Menurut Luthfi, berbagai capaian di bidang penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penyerapan tenaga kerja harus terus ditingkatkan. Untuk itu, diperlukan keselarasan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan DPRD.






















