Pemalang, IDN Times - Kasus perundungan atau bullying terhadap siswa SD di Pemalang yang terindikasi dilakukan seorang pelaku dari anak anggota polisi ditepis oleh jajaran kepolisian setempat. Pihak Polres Pemalang mengklaim salah satu pelaku bullying terhadap MHA bukan dari anak polisi.
Polisi Klaim Satu Pelaku Bullying Siswa SD Bukan Anak Polisi

Polres Pemalang membantah narasi bahwa salah satu terduga pelaku perundungan siswa SD MHA merupakan anak anggota polisi.
Pengecekan kartu keluarga dari sekolah menunjukkan orang tua tiga anak terduga pelaku bekerja sebagai tenaga medis dan wiraswasta, bukan polisi.
Polisi telah memeriksa saksi keluarga dan sekolah, mengidentifikasi tiga anak terlibat, serta masih menunggu hasil resmi autopsi RS Bhayangkara.
Take a Deeper Reads

Kasatreskrim Polres Pemalang, AKBP Faizal Wildan Umar Rela mengaku sudah menelusuri data kartu keluarga ketiga pelaku bullying.
Untuk salah satu pelaku bullying yang terindikasi merupakan anak polisi, Faizal bilang si anak tersebut punya orag tua yang bekerja sebagai wiraswasta.
“Hal tersebut dibuktikan dari data kartu keluarga yang kami terima dari pihak sekolah. Pekerjaan orang tua dari ketiga anak tersebut adalah tenaga medis dan wiraswasta,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Ia juga menyatakan tidak ada anak yang dilarikan ke luar kota oleh orang tuanya, seperti narasi yang beredar di media sosial.
Pihaknya telah memeriksa saksi-saksi di lingkungan keluarga dan sekolah. Hasil pendalaman, ada dua anak kelas lima dan satu anak kelas enam yang diduga terlibat.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Termasuk menunggu hasil otopsi yang dilakuan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Yuliyanto, turut memantau perkembangan penanganan kasus di Pemalang. Ia juga berani menyampaikan bahwa informasi tentang salah satu pelaku perudungan merupakan anak anggota Polri, merupakan kabar bohong.
"Informasinya bahwa sempat ada salah satu orangtua ABH itu orangtuanya Polisi, tidak benar. Polres Pemalang sudah cek KK sebagainya, mereka bukan anak Polisi," katanya.
Untuk hasil autopsi, penyidik masih menunggu keterangan resmi dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. "RS Bhayangkara sudah laksanakan outopsi, hasil resmi masih tunggu dokter yang bersangkutan," bebernya.























