Namanya Nyeleneh! 5 Jajanan Jateng Ini Malah Bikin Nagih

- Tren berburu jajanan pasar legendaris Jawa Tengah kembali digemari anak muda, terutama karena nama-namanya yang unik dan cita rasa khas yang bikin nostalgia.
- Lima jajanan populer seperti Balung Kethek, Roti Ganjel Rel, Clorot, Intip, dan Kue Leker menonjol dengan keunikan bahan serta cara penyajiannya.
- Kreativitas masyarakat Jawa Tengah terlihat dari penamaan kuliner yang nyeleneh namun tetap mempertahankan rasa autentik dan nilai tradisionalnya.
Semarang, IDN Times — Bicara soal kuliner Jawa Tengah memang gak pernah ada habisnya ya, Lur? Selain terkenal dengan makanannya yang cenderung manis dan gurih, wilayah ini juga gudangnya jajanan pasar dengan nama-nama yang kelewat kreatif, bahkan terdengar nyeleneh bagi orang luar daerah. Sedulur pasti sudah gak asing dengan Rondo Royal alias tape goreng yang nama artinya cukup menggelitik (janda mewah).
Namun, tahu gak sih kalau kreativitas masyarakat Jawa Tengah dalam menamai makanan gak berhenti sampai di situ saja? Di pertengahan tahun 2026 ini, berburu jajanan pasar legendaris kembali menjadi tren estetik di kalangan anak muda yang gemar bernostalgia dengan cita rasa masa kecil. Banyak kuliner tradisional yang namanya terdengar ekstrem atau aneh, tapi begitu digigit, rasanya langsung bikin lidah bergoyang dan ketagihan.
Biar agenda berburu kulineranmu makin seru, yuk kenalan dengan 5 jajanan khas Jawa Tengah yang punya nama unik tapi rasanya juara dunia berikut ini, Lur!
1. Balung Kethek khas Solo Raya

Mendengar namanya pertama kali pasti bikin dahi berkerut. Secara harfiah dalam bahasa Jawa, Balung Kethek memiliki arti "Tulang Monyet". Tapi tenang dulu Lur, jajanan ini sama sekali tidak mengandung unsur hewani kok!
Jajanan ini sebenarnya adalah keripik sejenis lanting yang terbuat dari singkong yang dikukus terlebih dahulu, diiris tipis-tipis memanjang, dijemur hingga kering, lalu digoreng hingga renyah.
Dinamakan tulang monyet karena tekstur keripik ini pada zaman dulu terkenal sangat keras saat digigit, sehingga diibaratkan seperti sedang menggigit tulang. Namun kini, balung kethek sudah dimodifikasi menjadi lebih renyah dengan varian rasa kekinian seperti balado, manis, hingga keju.
2. Roti Ganjel Rel khas Semarang
Kalau Sedulur sedang berkunjung ke Kota Atlas, Semarang, jangan lupa berburu kue legendaris yang satu ini. Namanya unik karena terinspirasi dari komponen perkeretaapian.
Roti ganjel rel atau yang nama resminya Kue Gambang adalah kue bolu berbahan dasar tepung dengan campuran gula jawa, cengkih, kayu manis, serta taburan wijen di atasnya. Cita rasanya sangat khas karena kaya akan aroma rempah yang harum.
Tekstur asli roti ini cenderung padat, keras, dan berwarna cokelat pekat. Bentuk kotaknya yang tebal dan panjang dinilai masyarakat sangat mirip dengan kayu bantalan pengganjal rel kereta api. Roti ini sangat cocok dinikmati sambil dicelupkan ke teh hangat di sore hari, Lur!
3. Clorot khas Purworejo

Jajanan khas dari daerah Purworejo ini tidak hanya memiliki nama yang unik, tetapi juga memiliki cara makan yang sangat interaktif dan tidak biasa.
Clorot terbuat dari adonan tepung beras dan gula merah yang dimasak dengan cara dikukus. Teksturnya kenyal-kenyal lembut dengan perpaduan rasa manis dan gurihnya santan.
Kue ini dibungkus menggunakan janur (daun kelapa muda) yang dianyam melingkar membentuk kerucut seperti terompet kecil. Uniknya, untuk memakannya kamu tidak boleh membuka lilitan janurnya, melainkan harus menusuk dan mendorong bagian bawah kerucut menggunakan jari jempol hingga kuenya menyembul keluar (mclorot) ke atas.
4. Intip khas Solo
Bagi masyarakat luar Jawa Tengah, kata "Intip" mungkin merujuk pada aktivitas memata-matai secara sembunyi-sembunyi. Namun di Solo, ini adalah camilan renyah yang sangat populer dijadikan oleh-oleh.
Jajanan ini terbuat dari kerak nasi yang melekat pada bagian dasar periuk atau kuali penanak nasi berbahan tembaga (dandang). Kerak nasi ini kemudian dikeringkan di bawah terik matahari lalu digoreng dalam minyak yang sangat banyak.
Setelah digoreng garing, intip biasanya disiram dengan saus gula jawa cair (kinco) atau taburan garam. Perpaduan rasa asin gurih berbalut manisnya gula jawa dijamin bikin tangan gak bisa berhenti mengunyah, Sedulur!
5. Kue Leker khas Solo dan Semarang

Siapa sangka jajanan tipis renyah yang sering kita temukan di depan gerbang sekolah ini ternyata mengadaptasi bahasa Eropa secara serapan lokal?
Kue leker dimasak di atas wajan cembung kecil yang diputar dengan cepat hingga membentuk lembaran adonan bundar yang tipis. Bagian dalamnya diisi dengan irisan pisang, cokelat meses, dan susu kental manis, lalu dilipat menjadi setengah lingkaran.
Kata "Leker" diserap dari bahasa Belanda, yaitu Lekker yang berarti "Lezat". Konon, pada zaman kolonial dulu, orang-orang Belanda yang mencoba crepes lokal ini selalu berteriak "Lekker! Lekker!" karena ketagihan dengan rasanya. Lidah lokal masyarakat Jawa akhirnya mempermudah sebutannya menjadi Kue Leker hingga saat ini.
Nah, itulah 5 jajanan khas Jawa Tengah dengan nama-nama unik yang terbukti punya cita rasa legendaris nan ngangenin. Dari kelima jajanan di atas, mana nih yang jadi camilan favorit Sedulur kalau lagi santai di akhir pekan? Tetap lestarikan kuliner lokal dan salam jalan-jalan sehat, Sedulur!






















