Pusing Cari Obat? 445 Apotek di Semarang Terhubung Lewat Pharma City

- Pemerintah Kota Semarang meluncurkan Pharma City, platform digital yang menghubungkan 445 apotek agar warga bisa cek ketersediaan obat dan lokasi apotek secara real time dalam satu sistem.
- Integrasi data lewat Pharma City memudahkan masyarakat mengakses layanan kefarmasian sekaligus membantu pemerintah memantau mutu pelayanan, keamanan obat, serta mempercepat proses pelaporan dan perizinan apotek.
- Pemkot Semarang berencana mengembangkan Pharma City agar terhubung dengan ekosistem digital kesehatan nasional seperti SatuSehat untuk menghadirkan layanan kefarmasian yang lebih modern dan responsif.
Pengalaman berkeliling dari satu apotek ke apotek lain untuk mencari obat yang kosong kini menjadi masa lalu bagi warga Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang meluncurkan Pharma City, platform digital yang memungkinkan masyarakat mengetahui lokasi apotek dan mengecek ketersediaan obat secara real time hanya melalui satu sistem terintegrasi.
1. Minim informasi terkait ketersediaan obat di apotek terdekat

Inovasi yang diberi nama Pelayanan Farmasi Apotek Terintegrasi Kota Semarang ini resmi diluncurkan oleh Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pelayanan Kefarmasian di Hotel MG Setos, Kamis (16/7/2026).
Melalui Pharma City, sebanyak 445 apotek di Kota Semarang kini telah terkoneksi dalam satu ekosistem digital. Masyarakat dapat mencari informasi lokasi apotek, mengetahui stok obat yang tersedia secara langsung, hingga berkonsultasi dengan apoteker tanpa harus mendatangi banyak tempat.
Peluncuran platform ini menjadi jawaban atas salah satu persoalan yang kerap dihadapi masyarakat saat membutuhkan obat, yakni minimnya informasi mengenai ketersediaan obat di apotek terdekat.
“Pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Melalui Pharma City, warga tidak lagi mengandalkan informasi dari mulut ke mulut atau harus mendatangi beberapa apotek untuk mencari obat. Informasi yang dibutuhkan kini dapat diakses lebih cepat sehingga masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan secara lebih efektif,” ujar Handi.
2. Fasilitas layanan kefarmasian belum terintegrasi

Selama ini, data pelayanan kefarmasian di Kota Semarang masih tersebar di berbagai fasilitas layanan sehingga belum terintegrasi secara optimal. Akibatnya, masyarakat kesulitan mengakses informasi, sementara pemerintah juga menghadapi tantangan dalam melakukan pengawasan pelayanan dan peredaran obat.
Melalui integrasi data pada Pharma City, pemerintah tidak hanya mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kefarmasian, tetapi juga membangun sistem pengawasan yang lebih akurat dan transparan.
Data dari ratusan apotek yang masuk dalam sistem memungkinkan pemerintah memantau mutu pelayanan kefarmasian serta memastikan keamanan peredaran obat di Kota Semarang. Selain itu, proses pendataan dan pelaporan pelayanan kefarmasian juga dapat dilakukan secara lebih cepat.
Digitalisasi tersebut juga membawa manfaat bagi pelaku usaha apotek. Sistem terintegrasi memberikan kepastian dan transparansi dalam pelayanan perizinan maupun pelaporan, sehingga tata kelola pelayanan kefarmasian menjadi lebih efisien.
3. Pengembangan Pharma City tidak berhenti pada peluncuran platform

Menurut Handi, transformasi layanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas kesehatan baru. Kemudahan akses informasi dan kualitas pelayanan juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Transformasi digital bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketika warga lebih mudah mendapatkan informasi obat, memperoleh pelayanan yang aman, dan dilayani secara cepat, maka di situlah manfaat pembangunan benar-benar dirasakan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Semarang juga memastikan pengembangan Pharma City tidak berhenti pada peluncuran platform semata. Ke depan, sistem ini akan diintegrasikan dengan ekosistem digital kesehatan nasional, termasuk platform SatuSehat.
Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan kefarmasian yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan satu platform digital, warga Kota Semarang nantinya tidak hanya lebih mudah menemukan obat yang dibutuhkan, tetapi juga memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi.





















