Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Panduan Niat dan Tata Cara Salat Sunnah Tolak Bala Rebo Wekasan, Latin dan Artinya

Kota Surakarta
Panduan Niat dan Tata Cara Salat Sunnah Tolak Bala Rebo Wekasan, Latin dan Artinya
ilustrasi salat (pexels.com/Rizky Sabriansyah)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Rebo Wekasan adalah tradisi sebagian Muslim Indonesia pada Rabu terakhir Safar untuk memperbanyak ibadah, doa perlindungan, sedekah, membaca Yasin, dan sholat sunnah tolak bala.
  • Sholat sunnah lidaf'il bala' dapat dikerjakan empat rakaat, melalui dua salam atau satu salam, dari waktu Dhuha hingga malam; niatnya memohon penolakan bala karena Allah.
  • Tata caranya mengikuti sholat sunnah biasa, dengan bacaan Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas lima kali, Al-Falaq dan An-Nas; setelahnya dianjurkan istighfar, shalawat, serta doa perlindungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surakarta, IDN Times — Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan merupakan tradisi yang dirayakan oleh sebagian masyarakat Muslim di Indonesia pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Dalam tradisi Islam Nusantara, momen ini dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak amalan ibadah, berdoa meminta perlindungan, serta menunaikan sholat sunnah lidaf'il bala' (sholat sunnah mutlaq/hajat untuk menolak marabahaya dan bencana).

Bagi kamu yang ingin menunaikan ibadah sunnah ini, berikut adalah panduan lengkap bacaan niat, tata cara sholat, hingga doa setelahnya.

1. Mengenal Tradisi dan Hukum Salat Rebo Wekasan

Ilustrasi bersedekah (freepik.com/EyeEm)
Ilustrasi bersedekah (freepik.com/EyeEm)

Tradisi Rebo Wekasan diisi dengan berbagai amalan seperti bersedekah, membaca Surah Yasin, berdoa, dan mendirikan sholat sunnah. Para ulama mengajarkan bahwa sholat yang ditunaikan pada hari Rebo Wekasan dilandasi sebagai Sholat Sunnah Mutlaq atau Sholat Hajat Lidaf'il Bala' (memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai cobaan).

Pelaksanaannya umumnya dilakukan sebanyak 4 rakaat, baik dengan 2 kali salam (masing-masing 2 rakaat) maupun 1 kali salam. Waktu pengerjaannya dimulai dari pagi hari (waktu Dhuha) hingga malam hari pada hari Rabu tersebut.

2. Bacaan Niat Salat Tolak Bala (Lidaf'il Bala')

Mengangkat kedua tangan
Ilustrasi Berdoa Kepada Ilahi (pexels/Tugba Ozsoy)

Sebelum memulai sholat, bacalah niat sholat sunnah lidaf'il bala' dalam hati diiringi Takbiratul Ihram.

Lafaz Niat Sholat Tolak Bala (2 Rakaat):

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushallī sunnatan li daf’il balā’i rak’ataini lillāhi ta’ālā.

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah untuk menolak bala dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Catatan: Jika dikerjakan 4 rakaat sekaligus, lafaz niat disesuaikan menjadi arba'a raka'ātin.

3. Tata Cara Pelaksanaan Salat Sunnah Tolak Bala

ilustrasi salat sunnah(pexels.com/Michael Burrows)
ilustrasi salat sunnah(pexels.com/Michael Burrows)

Secara umum, gerakan dan rukun sholat ini sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Namun, terdapat anjuran membaca surat-surat tertentu setelah membaca Al-Fatihah pada setiap rakaatnya.

Berikut tata cara pengerjaannya per rakaat:

Niat dan Takbiratul Ihram.

Membaca Doa Iftitah & Surah Al-Fatihah.

Membaca Surah Pendek Khusus (Setiap Rakaat):

Surah Al-Kautsar sebanyak 17 kali.

Surah Al-Ikhlas sebanyak 5 kali.

Surah Al-Falaq sebanyak 1 kali.

Surah An-Nas sebanyak 1 kali.

Rukuk dengan tumakninah.

Iktidal dengan tumakninah.

Sujud pertama.

Duduk di antara dua sujud.

Sujud kedua.

Bangkit untuk rakaat kedua (ulangi urutan bacaan surah seperti rakaat pertama).

Tasyahud Akhir dan Salam.

Sholat ini dapat diulangi sekali lagi hingga genap menjadi 4 rakaat.

4. Bacaan Doa Tolak Bala Setelah Sholat

ilustrasi seseorang sedang dzikir (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi seseorang sedang dzikir (pexels.com/Thirdman)

Setelah selesai menunaikan sholat, dianjurkan membaca istighfar, shalawat, dan melantunkan doa memohon perlindungan dari bahaya dan bencana.

Bacaan Doa Tolak Bala:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللّٰهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ، يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ، اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ.

Latin: Bismillāhir-rahmānir-rahīm. Wa shallallāhu ta’ālā ‘alā sayyidinā muhammadin wa ‘alā ālihi wa shahbihi wa sallam. Allāhumma yā syadīdal-quwā wa yā syadīdal-mihāl, yā ‘azīzu dzallat li‘izzatika jamī’u khalqika, ikfinī min jamī’i khalqik.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga sholawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Ya Allah, wahai Zat Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa, wahai Yang Maha Mulia yang kepada kemuliaan-Mu tunduk segala makhluk-Mu, lindungilah aku dari kejahatan seluruh makhluk-Mu."

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More