Polisi Persiapkan Ekshumasi Makam Sutrimo di Banyumas, Keamanan Ketat

- Polresta Banyumas menyiapkan ekshumasi makam Sutrimo di Desa Wlahar, Wangon, pada Rabu 12 Agustus 2026, dengan tenda telah didirikan di area pemakaman.
- Sebanyak 183 personel akan mengamankan lokasi dan rute ekshumasi serta menyediakan fasilitas bagi tim forensik, atas permintaan Polda Metro Jaya yang berwenang menangani proses penyelidikan.
- Rencana ekshumasi menjadi sorotan setelah warga melaporkan CCTV baru dan orang tak dikenal di sekitar rumah keluarga Sutrimo, sementara keluarga memilih tidak banyak berbicara kepada media.
Banyumas, IDN Times – Sejumlah petugas kepolisian mulai mempersiapkan proses ekshumasi atau pembongkaran makam Sutrimo, asisten rumah tangga yang disebut pernah bekerja dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Ekshumasi rencananya dilakukan pada Rabu (12/8/2026) di tempat Sutrimo dimakamkan, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Pantauan IDN Times di lokasi, Selasa (11/8/2026), Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus Silalahi dan sejumlah petugas terlihat melakukan persiapan di area pemakaman. Sebuah tenda juga telah didirikan di sekitar makam Sutrimo.
1. Sebanyak 183 aparat siap amankan ekshumasi

Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus Silalahi menyiapkan 183 keamanan untuk melakukan ekshumasi Sutrimo, Selasa (11/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Polresta Banyumas menyiapkan pengamanan ketat untuk pelaksanaan ekshumasi jenazah Sutrimo yang dijadwalkan berlangsung Rabu (12/8/2026). Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan, pengamanan dilakukan baik di lokasi ekshumasi maupun sepanjang rute untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan.
"Di lokasi maupun sepanjang rute kita akan melaksanakan pengamanannya supaya kegiatan ekshumasi ini lancar tanpa ada kendala,"kata Petrus.
Ia menyebut sebanyak 183 personel disiapkan untuk pengamanan. Selain personel, Polresta Banyumas juga mempersiapkan sejumlah fasilitas pendukung untuk memudahkan pelaksanaan ekshumasi oleh tim dokter forensik pada Rabu.
Petrus menjelaskan, Polresta Banyumas dalam kegiatan tersebut berfokus pada aspek pengamanan dan penyediaan fasilitas atas permintaan Polda Metro Jaya. Sementara proses ekshumasi sepenuhnya menjadi kewenangan penyelidik Polda Metro Jaya.
"Polresta Banyumas hanya menyiapkan pengamanan dan fasilitas, termasuk petugas yang mengamankan kegiatan besok atas permintaan dari Polda Metro Jaya. Proses ekshumasi menjadi domain atau kewenangan pihak penyelidik Polda Metro Jaya,"ujarnya.
2. Ekshumasi dilakukan setelah muncul sejumlah kejanggalan

Sejumlah CCTV terpasang di sejumlah tempat salah satunya di rumah orangtua Sutrimo dan juga di pos pemantauan makam yang mengarah ke makam Sutrimo, Selasa (11/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Rencana pembongkaran makam Sutrimo menjadi perhatian setelah sebelumnya muncul sejumlah hal yang dianggap janggal di sekitar rumah keluarganya.
Salah satunya adalah keberadaan kamera CCTV yang disebut warga baru terpasang di rumah keluarga Sutrimo. Selain itu, warga juga mengaku melihat sejumlah orang yang tidak dikenal berada di sekitar rumah tersebut.
Situasi itu semakin menjadi perhatian karena keluarga Sutrimo cenderung tertutup dan tidak banyak memberikan keterangan kepada media setelah Sutrimo meninggal dunia.
Kepala Desa Wlahar, Narsim, sebelumnya membenarkan bahwa keluarga Sutrimo tidak ingin banyak berkomunikasi dengan media. "Keluarga tidak mau ketemu media,"ujar Narsim.
3. Warga melihat sosok tak dikenal di sekitar rumah

Sejumlah warga sebelum kabar pembongkaran makam Sutrimo mengaku melihat orang tak dikenal melintas disekitar rumah sambil menggunakan kamera handphone, Selasa (11/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Sejumlah warga sebelumnya mengaku sempat melihat sosok yang tidak dikenal berada di sekitar rumah keluarga Sutrimo.
Salah satu sosok yang disebut warga terlihat menggunakan helm tertutup dan mengendarai sepeda motor matik berwarna merah. Orang tersebut diduga sempat mengambil gambar menggunakan telepon seluler.
Namun, identitas maupun tujuan orang tersebut berada di sekitar rumah Sutrimo belum diketahui. Keberadaan CCTV baru dan sosok tak dikenal itu kemudian menjadi bagian dari berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.






















