Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apotek Alpro Gandeng 21 Universitas Tingkatkan Pendidikan Farmasi

Kota Semarang
Apotek Alpro Gandeng 21 Universitas Tingkatkan Pendidikan Farmasi
ilustrasi mahasiswa farmasi belajar meracik obat (pexels.com/Pixabay)
  • Apotek Alpro Malaysia tandatangani MoU dengan 21 universitas lokal di Indonesia untuk meningkatkan pendidikan farmasi dan peluang kerja lulusan farmasi
  • Data Komite Farmasi Nasional 2019 menunjukkan Indonesia hanya memiliki 2,85 apoteker per 10 ribu penduduk, jauh lebih rendah dari rata-rata Global
  • MoU diharapkan dapat membantu mengatasi kesenjangan jumlah apoteker di Indonesia, Apotek Alpro juga akan bekerja sama dengan jaringan apotek lokal terkemuka untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surakarta, IDN Times - Jaringan apotek terbesar di Malaysia, Apotek Alpro, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan 21 universitas lokal di Indonesia yang dipimpin oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Muhammadiyah Aisyiyah (APTFMA).

  1. 1. Memperluas peluang kerja

    ilustrasi anak Farmasi (unsplas.com/Amplitude Magazin)
    ilustrasi anak Farmasi (unsplas.com/Amplitude Magazin)

    Kerjasama itu bertujuan untuk meningkatkan pendidikan farmasi dan memperluas peluang kerja bagi lulusan farmasi di Indonesia.

    "MoU ini merupakan tonggak penting dalam upaya kami untuk meningkatkan pendidikan farmasi di Indonesia. Dengan berkolaborasi dengan Apotek Alpro dan universitas-universitas yang berpartisipasi, kami dapat menawarkan kepada mahasiswa kami pengalaman industri internasional yang berharga, serta peluang untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka, baik secara akademis maupun profesional," ujar Apoteker Dr. Erindyah Retno W (Ph.D), Ketua APTFMA dalam keterangan resminya kepada IDN Times, Rabu (3/7/2024).

  2. 2. Jumlah apoteker lebih sedikit

    pinterest
    pinterest

    Data dari database Komite Farmasi Nasional pada 2019 menunjukkan bahwa Indonesia hanya memiliki 2,85 apoteker per 10 ribu penduduk.

    Jumlah itu jauh lebih rendah dari rata-rata Global sebesar 7,36 apoteker per 10 ribu penduduk pada tahun 2016.

    MoU itu diharapkan dapat membantu mengatasi kesenjangan tersebut.

  3. 3. Meningkatkan layanan kesehatan

    Ketua APTFMA, Apt Erindyah Retno Wikantyasning PhD (kiri),  Chief Executive Officer Apotek Alpro Indonesia, Apt Lee Yin Chen (tengah), dan Chief Category Lead Apotek Alpro, Apt. Rupa Lesty saat MoU di Solo. (Dok. Apotek Alpro)
    Ketua APTFMA, Apt Erindyah Retno Wikantyasning PhD (kiri), Chief Executive Officer Apotek Alpro Indonesia, Apt Lee Yin Chen (tengah), dan Chief Category Lead Apotek Alpro, Apt. Rupa Lesty saat MoU di Solo. (Dok. Apotek Alpro)

    Chief Executive Officer Apotek Alpro Indonesia, Apoteker Lee Yin Chen menyatakan,Ā  pihaknya berterima kasih kepada APTMA dan universitas-universitas atas kesempatan kolaborasi tersebut.

    "Di Malaysia, kami telah bekerja sama dengan 20 universitas lokal untuk menyediakan beasiswa dan pelatihan Apoteker Terdaftar Sementara (PRP), kami berharap dapat berbagi pengalaman kami untuk membina dan mempersiapkan generasi apoteker berikutnya di Indonesia," ujarnya.

    Selain itu, Apotek Alpro juga akan bekerja sama dengan jaringan apotek lokal terkemuka untuk mengelola lebih dari 200 gerai apotek mereka di Indonesia. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

  4. 4. Daftar 21 kampus yang bekerja sama

    Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) (pkbh.umy.ac.id)
    Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) (pkbh.umy.ac.id)

    Inilah kampus-kampus di Indonesia yang bekerja sama dengan Jaringan apotek terbesar di Malaysia, Apotek Alpro.

    1. Universitas Ahmad Dahlan
    2. Universitas Muhammadiyah Surabaya
    3. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
    4. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
    5. Universitas Muhammadiyah Mataram
    6. Universitas Muhammadiyah Riau
    7. Universitas Muhammadiyah Palopo
    8. Universitas Muhammadiyah Surakarta
    9. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
    10. Universitas Muhammadiyah Lamongan
    11. STIkes Muhammadiyah Kuningan
    12. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
    13. Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
    14. Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
    15. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    16. Universitas Muhammadiyah Makassar
    17. Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon
    18. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Ciami
    19. Universitas Muhammadiyah Klaten
    20. Universitas Muhammadiyah AR Fachrudin
    21. Universitas Muhammadiyah Bandung.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More