Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Para Napi Kedungpane Lantunkan Surat Ar Rahman Untuk Tenangkan Hati

Kota Semarang
2 min read
Para Napi Kedungpane Lantunkan Surat Ar Rahman Untuk Tenangkan Hati
Seorang pria lansia terlihat khusyuk saat membaca surat Ar Rahman di Masjid At Taubah Lapas Kedungpane. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane)
  • Narapidana, sipir, dan pegawai Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang mengaji Surat Ar Rahman, berdzikir, serta berdoa bersama di Masjid At-Taubah setelah salat Jumat.

  • Kegiatan yang dipimpin Amin Farih menjadi bagian pembinaan kepribadian narapidana untuk menenangkan hati, memperkuat keimanan, mendekatkan diri kepada Allah, dan merenungkan perbaikan diri.

  • Kepala Lapas Ahmad Tohari menegaskan pembinaan rohani penting bagi warga binaan; kegiatan berlangsung aman dan tertib serta akan terus dikembangkan sebagai bekal kembali ke masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Lantunan Surat Ar Rahman terdengar lamat-lamat dari dalam Masjid At Taubah, Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang.

Rupanya selepas Jumatan para sipir dan pegawai lapas memilih membaur dengan narapidana untuk mengaji bersama.

Suasana khidmat pun menyelimuti Masjid At-Taubah. Tak cuma ngaji, mereka juga berdzikir bareng.

Kegiatan mengaji yang dipimpin oleh Amin Farih ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian narapidana sekaligus menjadi momentum untuk menenangkan hati, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama, memohon keberkahan, kelancaran, serta keselamatan dalam menjalankan tugas saban hari.

Kepala Lapas Kedungpane Ahmad Tohari, menyampaikan pembinaan rohani menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan narapidana.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan secara jasmani, tetapi juga semakin kuat secara spiritual. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi narapidana untuk bersama-sama merenungkan diri dan memperkuat nilai-nilai keagamaan selama menjalani masa pembinaan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Ke depan pihaknya akan menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian dan spiritual sebagai bekal bagi WBP dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More