Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ahmad Luthfi Ungkap Banjir dan COVID-19 Picu PHK 2 Pabrik Besar di Jateng

Kota Semarang
Ahmad Luthfi Ungkap Banjir dan COVID-19 Picu PHK 2 Pabrik Besar di Jateng
Ahmad Luthfi menerima Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, di kantornya, Senin 27 Juli 2026. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Share Article

Semarang, IDN Times - Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal hari ini menemui Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di kantor Gubernuran.

Iqbal menemui Luthfi selepas memantau kondisi pabrik Victory Apparel dan pabrik Samwon Jepara jelang PHK massal.

Dalam kesempatan itu, Said Iqbal secara khusus menyoroti persoalan PHK pekerja PT Victory Apparel Semarang. Ia mendorong penyelesaiannya dilakukan melalui dialog antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja.

Ahmad Luthfi menjelaskan, persoalan pabrik Victory Apparel tidak terlepas dari riwayat kondisi perusahaan yang terdampak pandemi COVID-19, banjir, berkurangnya pesanan, dan tekanan keuangan.

“Setelah melihat historinya, kayaknya memang terutama karena COVID-19, banjir bandang, dan kondisi keuangan perusahaan,” kata Luthfi.

Pendekatan preventif terhadap persoalan ketenagakerjaan tersebut juga telah diterapkan Ahmad Luthfi saat masih menjabat Kapolda Jawa Tengah.

Ia mengatakan, penanganan saat itu mengedepankan langkah persuasif sebelum perselisihan berkembang menjadi perkara hukum.

Sedangkan, Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal menyampaikan pesan Prabowo Subianto agar pemerintah segera turun tangan ketika muncul persoalan PHK. Pemerintah diminta menggali penyebabnya dan mencari langkah penyelesaian yang tetap melindungi pekerja.

“Kalau terjadi PHK, cepat turun ke bawah. Itu perintah Presiden. Jadi memastikan, digali penyebabnya apa, persoalannya apa, apa yang bisa dibantu oleh pemerintah,” kata Iqbal.

Menurutnya, keberpihakan kepada kelompok lemah menjadi prinsip yang ditekankan Presiden dalam penanganan persoalan ketenagakerjaan.

“Bahasa Presiden begini kita harus melindungi yang lemah, bukan melindungi yang kuat,” ungkapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More