2 Pabrik PHK Massal, Said Iqbal Larang Bayar Pesangon 0,5 Persen

Semarang, IDN Times - Penasehat Khusus Presiden (PKP) Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal melakukan pemeriksaan langsung ke dua lokasi pabrik wilayah Jawa Tengah yang akan berhenti beroperasi. Pabrik yang didatangi Iqbal iala PT Victory Apparel di kawasan berikat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta PT Samwon Indonesia di Kalinyamatan Kabupaten Jepara.
Saat mengecek langsung kondisi pabrik Victory Apparel, Iqbal beserta rombongan Kemenaker melihat kondisi di dalam pabrik yang dipadati para buruh.
IDN Times melihat para buruh Victory Apparel didominasi perempuan dan sebagian kecil laki-laki. Di ruangan Sewing Area, ada ribuan buruh yang menganggur. Tak ada pekerjaan sama sekali. Mesin-mesin jahit juga sudah tidak beroperasi.
Iqbal mengatakan apabila pabrik Victory Apparel harus melakukan PHK massal, maka tidak diperbolehkan memberikan pesangon dengan acuan angka 0,5 persen.
"Kalau tidak bisa dihindari PHK harus diberikan hak-hak buruh. Tidak ada lagi pesangon 0,5 persen, itu sudah dihapus oleh keputusan MK Nomor 168 tahun 2024 yang gugatannya dimenangkan FSPMI, KSPI dan KSP Andi Gani. Harus diberikan (pesangon) 1 kali atau lebih," ungkap Iqbal kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Ia menilai situasi yang tak menguntungkan dialami pabrik garmen lantaran beberapa tahun belakangan terjadi penurunan daya beli masyarakat.
Penurunan daya beli juga mengakibatkan produksi menurun. Hal ini mau tidak mau perusahaan perlu mengefisienkan produksinya.
Disamping itu, penyebab lainnya ialah dampak global. Dengan munculnya perang Israel-Iran kemudian juga keterlibatan Amerika Serikat mempengaruhi harga bahan baku di pasar global.
"Tentunya jadi efisiensi oleh perusahaan. Kalau untuk meningkatkan daya beli, pemerintah sudah berupaya menambah upah buruh dua tahun berturut-turut ini. Karena 10 tahun tidak pernah naik upah, maka saat era Presiden Prabowo upah buruh tahun 2025 naik 6,5 persen, tahun 2026 juga naik 6,5 persen bahkan sampai 9,5 persen. Itu untuk menyerap produksi. Kalau produksi dibeli masyarakat, akan menaikan daya serapnya," kata Presiden Partai Buruh tersebut.
Lebih jauh, meski aksi PHK massal muncul dimana-mana, akan tetapi pihaknya memantau di Jawa Tengah masih ada pabrik-pabrik yang membuka lowongan kerja.
Di Brebes, pabrik PT Tah Sung Hung diakuinya masih membuka lowongan kerja bagi puluhan ribu pekerja. Di Kabupaten Sragen, katanya PT Djarum juga mengembangkan bisnisnya untuk membuka lowongan kerja.
"Jadi di Jawa Tengah saya mendoakan kabar dari Kadis Tenaga Kerja bahwa masih ada pembukaan lowongan kerja juga. Di PT Tah Sung Brebes ada lowongan kerja puluhan ribu. Itu dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kemudahan usaha dan berinvestasi. Di Sragen, pabrik Djarum mengembangkan bisnisnya. Artinya memang ada PHK, tapi di sisi lain ada pembukaan lowongan kerja," tegasnya.






















