Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lhadalah! Gegara Keuangan Seret, Pabrik Garmen Nyicil Bayar Lemburan

Lhadalah! Gegara Keuangan Seret, Pabrik Garmen Nyicil Bayar Lemburan
ilustrasi pabrik tekstil (pexels.com/Pixabay)

Semarang, IDN Times - Lima hari menjelang perayaan Lebaran 2026, sebuah pabrik garmen di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang kedapatan kesulitan keuangan.

Lantaran keuangannya diklaim seret, maka pabrik garmen bernama PT Muara Krakatau di Tengaran telat membayar gaji dan uang lembur.

Fakta itu ditemukan Anggota Komisi E DPRD Jateng Ida Nurul Farida belum lama ini.

Ida memastikan persoalan tersebut tengah dipantau bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang dan Disnaketrans Jateng.

Sebelumnya keluhan soal keterlambatan gaji kembali mencuat di PT Muara Krakatau yang berlokasi di Tengaran, Kabupaten Semarang. Sejumlah karyawan mengaku hak mereka sering terlambat dibayarkan, mulai dari gaji bulanan hingga upah lembur.

Persoalan tersebut ramai dibicarakan setelah salah satu karyawan menuliskan keluhannya di Facebook.

Dalam unggahannya, ia meminta bantuan agar perusahaan segera membayarkan hak para pekerja yang disebut-sebut kerap diulur pembayarannya.

Mengetahui kabar itu, Ida pun langsung bergerak melakukan koordinasi. Ia menyebut Disnaker sudah meninjau langsung kondisi di perusahaan setelah keluhan pekerja itu mencuat di media sosial.

"PT Muara Krakatau ada kendala lukuiditas keuangan, jadi punya aset kekurangan uang cash. Jadi pembayaran karyawan sering tertunda," kata legislator F-PKS ini Minggu (15/3/2026).

Ia menyebut jumlah pekerja di perusahaan itu diperkirakan sekitar 1.300 orang. Awalnya gaji bulan Februari belum terbayarkan. Selain itu lemburan di tahun 2025 juga belum ada hilal akan cair.

Menurut Ida, kini perusahaan sudah menyampaikan komitmen untuk mulai menyelesaikan kewajiban kepada karyawan. Gaji bulan Februari disebut telah dibayarkan.

"Kemarin katanya untuk (gaji) bulan Februari (sudah dibayarkan). Kemudian untuk lembur tiga bulan akan diberikan pada bulan April, dengan tiga kali cicilan," tegasnya.

Lebih lanjut besaran lembur yang belum dibayarkan diperkirakan sekitar Rp 800 ribu per karyawan. Namun karena jumlah pekerja cukup banyak, pembayaran dilakukan secara bertahap.

"Untuk lemburan katanya Rp 800 ribu per orang, karena banyak jadi mungkin sanggupnya bertahap untuk uang lemburannya," akunya.

Ida berkata sebagian besar karyawan pabrik Muara Krakatau kalangan perempuan. Mereka telah mengorbankan waktu dan tenaga, bahkan hingga lembur, namun haknya tak kunjung dipenuhi.

Ia pun berharap perusahaan memiliki komitmen kuat terhadap karyawan yang sudah bekerja keras. Ia juga mengingatkan agar pembayaran THR sesuai janji, yakni 17 Maret 2026, benar-benar direalisasikan.

"Kami ikut prihatin dan kami memohon kepada perusahaan agar komitmen dengan apa yang sudah dulu disepakat. Untuk THR katanya tanggal 17 (Maret 2026) ini dibayarkan," ujar Ida.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Simak Lur! Ini Perlengkapan Buat Anak-anak Biar Mudik Tambah Nyaman

15 Mar 2026, 21:21 WIBNews