Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Atasi Perut Begah Usai Makan Berlemak dengan 3 Air Rebusan Ini

Atasi Perut Begah Usai Makan Berlemak dengan 3 Air Rebusan Ini
ilustrasi air jahe hangat (pixabay.com/congerdesign)
Intinya Sih
  • Makanan tinggi lemak seperti gulai dan gorengan dapat menyebabkan perut begah karena proses pencernaan yang lebih lambat dan penumpukan gas di lambung.
  • Tiga air rebusan alami—jahe, serai, dan kunyit—disebut efektif meredakan perut kembung berkat kandungan aktif seperti gingerol, shogaol, serta kurkumin yang membantu kerja sistem pencernaan.
  • Disarankan meminum air rebusan dalam kondisi hangat tanpa gula berlebih untuk hasil optimal, dan segera konsultasi ke dokter bila gejala begah disertai mual atau nyeri tidak kunjung reda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makan siang dengan menu berlemak seperti gulai, sate kambing, atau gorengan memang selalu sukses menggugah selera. Namun, kebahagiaan itu sering kali sirna seketika saat perut mulai terasa begah, kembung, dan penuh sesak beberapa jam setelahnya.

Secara medis, makanan tinggi lemak memang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh lambung. Akibatnya, gas menumpuk dan memicu rasa tidak nyaman.

Sebelum kamu buru-buru mencari obat kimia, sejumlah artikel kesehatan tepercaya seperti Alodokter dan Halodoc menyatakan bahwa beberapa bahan dapur herbal berkhasiat sebagai carminative—zat yang ampuh mengeluarkan gas berlebih di saluran pencernaan.

Cobalah seduh atau minum air rebusan bahan dapur di bawah ini untuk meredakan perut begah secara alami dikutip dari berbagai sumber:

1. Air Rebusan Jahe (Ginger Tea)

orang
Ilustrasi air jahe (vecteezy.com/Hemaraj Laten)

Jahe adalah "raja" dalam urusan meredakan masalah pencernaan. Komponen aktif berupa gingerol dan shogaol di dalam jahe berfungsi merilekskan otot-otot di saluran pencernaan.

Cara kerja: Jahe bekerja dengan mempercepat proses pengosongan lambung, sehingga makanan berlemak tidak menumpuk terlalu lama di perut.

Cara membuat: Cukup memarkan satu ruas jahe emprit atau jahe merah, rebus dengan air mendidih selama 10 menit, lalu minum selagi hangat.

2. Air Rebusan Serai (Lemongrass)

Iluatrasi air serai(iStock.com/Everyday better to do everything you love)
Iluatrasi air serai(iStock.com/Everyday better to do everything you love)

Jangan remehkan tanaman wangi yang satu ini. Selain melezatkan masakan, serai memiliki sifat diuretik alami dan antiinflamasi yang sangat baik untuk mengatasi perut kembung.

Cara kerja: Minum air serai hangat membantu merangsang sistem pencernaan agar bekerja lebih aktif dan mendorong gas yang terjebak di dalam usus agar segera keluar.

Cara membuat: Cuci bersih 2-3 batang serai, memarkan bagian putihnya, lalu rebus dengan dua gelas air hingga menyusut menjadi satu gelas.

3. Air Rebusan Kunyit

ilustrasi air kunyit (pexels.com/Ksenia Chernaya)
ilustrasi air kunyit (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Kunyit mengandung senyawa kurkumin yang sudah lama diandalkan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi gangguan lambung, termasuk dispepsia akibat konsumsi makanan berat.

Cara kerja: Kurkumin membantu menstimulasi kantung empedu untuk memproduksi cairan empedu. Cairan inilah yang bertugas utama memecah dan mencerna lemak di usus kecil, sehingga perut begah bisa cepat kempes.

Cara membuat: Iris tipis kunyit segar, rebus beberapa menit, dan tambahkan sedikit madu murni agar rasanya lebih segar.

Catatan Medis: Agar khasiatnya maksimal, minumlah air rebusan ini dalam kondisi hangat dan tanpa tambahan gula pasir berlebih. Suhu hangat dari air membantu melebarkan pembuluh darah di sekitar perut dan meredakan kram atau ketegangan otot lambung.

Jika dalam beberapa jam setelah minum herbal ini perutmu masih terasa begah yang disertai mual hebat atau nyeri dada, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tetap jaga porsi makanmu, ya!

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More