Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Puncak Waisak 2026, Ribuan Lampion Borobudur Bawa Doa Kedamaian

Puncak Waisak 2026, Ribuan Lampion Borobudur Bawa Doa Kedamaian
Peserta menerbangkan lampion saat Festival Lampion Waisak 2025 sebagai rangkaian rangkaian perayaan Waisak 2570 BE/2026 di Marga Utama kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc)
Intinya Sih
  • Ribuan umat Buddha memperingati puncak Tri Suci Waisak 2570 BE di Candi Borobudur dengan meditasi bersama, menandai momen sakral kelahiran, pencerahan, dan Parinibbana Sang Buddha.
  • Tema Waisak 2026 'Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan' mengajak umat menjadikan nilai Dharma sebagai pedoman hidup untuk membangun karakter bijaksana dan damai di tengah masyarakat.
  • Wapres Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi kontribusi umat Buddha serta menyerukan semangat toleransi, persatuan, dan perdamaian sebagai fondasi pembangunan bangsa yang beragam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Magelang, IDN Times — Ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara larut dalam kekhidmatan saat memperingati puncak Tri Suci Waisak 2570 BE/2026. Prosesi sakral ini digelar langsung di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (31/5/2026).

Momentum paling dinantikan, yakni detik-detik puncak perayaan Waisak tahun ini, berlangsung tepat pada pukul 15.44.44 WIB. Suasana hening dan sakral seketika menyelimuti kawasan candi saat para bhikkhu, tokoh agama, dan umat Buddha melakukan meditasi bersama.

1. Makna Mendalam Tema Waisak 2570 BE

antarafoto-upacara-penyalaan-pelita-perdamamaian-waisak-2026-1780276391.jpg
Sejumlah Biksu membaca parita saat mengiringi prosesi penyalaan pelita perdamaian pada rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Candi Mendut, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin/wsj)

Bhiksu Sangha Mahayana Tanah Suci Indonesia, Dwi Virya, menjelaskan bahwa peringatan detik-detik Waisak merupakan bentuk penghormatan tertinggi terhadap tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama. Tiga peristiwa tersebut adalah kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama, pencapaian penerangan sempurna, serta wafatnya Sang Buddha (Parinibbana).

Pada tahun ini, perayaan Waisak mengusung tema "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan". Bhiksu Dwi Virya menegaskan bahwa nilai-nilai Dharma sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman.

"Tema tersebut mengajak umat menjadikan dharma sebagai pedoman dalam membangun karakter yang luhur, bijaksana, toleran, dan bertanggung jawab di tengah kehidupan bermasyarakat," ujar Bhiksu Dwi Virya di Magelang.

Ia juga menambahkan bahwa Waisak bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen penting untuk memperkuat pengendalian diri dan menghadirkan kedamaian bagi seluruh makhluk di dunia.

2. Wapres Gibran Ajak Umat Buddha Jadi Pelopor Toleransi

Seorang pria mengenakan kemeja abu-abu dan selendang tenun tradisional berdiri di antara rombongan dan warga di Amfoang, NTT.
Gibran tiba di Amfoang setelah meninjau proyek garam dan rumput laut di Rote. (Dok Prokopim Setda Provinsi NTT)

Perayaan Waisak di candi jaya peninggalan Dinasti Syailendra ini tidak hanya menjadi magnet keagamaan, tetapi juga simbol persatuan nasional. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang hadir dalam peringatan tersebut memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh umat Buddha di Indonesia.

Dalam pidatonya, Gibran mengajak umat Buddha untuk terus aktif menjaga kohesi sosial dan menjadi motor penggerak perdamaian di tengah keberagaman bangsa.

"Persatuan dan perdamaian merupakan modal utama yang dibutuhkan Indonesia untuk melanjutkan pembangunan di tengah dinamika dan tantangan yang terus berkembang," tegas Gibran Rakabuming Raka.

3. Keberagaman Indonesia adalah kekayaan

antarafoto-penerbangan-lampion-waisak-di-borobudur-1780275969.jpg
Peserta menerbangkan lampion saat Festival Lampion Waisak 2025 sebagai rangkaian rangkaian perayaan Waisak 2570 BE/2026 di Marga Utama kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc)

Wapres juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi nyata umat Buddha dalam pembangunan nasional, khususnya melalui berbagai aksi kemanusiaan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Gibran, nilai-nilai luhur seperti cinta kasih (metta) dan welas asih (karuna) yang diajarkan Buddha sangat dibutuhkan untuk mewariskan Indonesia yang adil dan bermartabat bagi generasi masa depan.

Perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur pun sukses ditutup dengan pesan kuat: bahwa keberagaman di Indonesia adalah kekayaan, dan perdamaian adalah tanggung jawab bersama.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More