Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kronologi, Misteri Satu Keluarga Tewas di Glamping Posong Temanggung

Kronologi, Misteri Satu Keluarga Tewas di Glamping Posong Temanggung
Wisata Alam Posong di Temanggung (https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/)
Intinya Sih
  • Satu keluarga asal Ambarawa ditemukan tewas di tenda glamping Posong, Temanggung, setelah menginap sejak malam sebelumnya tanpa menunjukkan tanda kehidupan saat waktu check-out tiba.
  • Petugas menemukan alat pemanggang arang dan sisa bahan makanan di dalam tenda tertutup, memunculkan dugaan awal keracunan gas karbon monoksida sebagai penyebab kematian.
  • Polres Temanggung bersama Tim DVI Polda Jateng masih melakukan otopsi dan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian, sambil mengimbau masyarakat tidak berspekulasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Temanggung, IDN Times – Misteri kematian satu keluarga di kawasan wisata alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, empat wisatawan asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh membujur kaku di dalam tenda glamping (glamour camping) pada Rabu (27/5/2026).

Pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Temanggung bersama Tim Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng saat ini tengah bekerja keras mengungkap penyebab pasti peristiwa tragis tersebut.

Berikut adalah kronologi lengkap penemuan para korban berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan fakta terkini dari kepolisian:

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian, rombongan keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dan dua orang anak ini tiba di obyek wisata Posong pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Identitas keempat korban diketahui berinisial MAM (52) dan M (43) yang bekerja sebagai pedagang, serta dua anak mereka yang masih berstatus pelajar berinisial AEH (17) dan BAH (21). Mereka tercatat sebagai warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Kecurigaan pertama kali muncul pada keesokan harinya, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Seorang petugas kebersihan tempat wisata bernama Zaki mendatangi tenda glamping korban untuk mengingatkan bahwa waktu sewa kamar (check-out) telah habis.

Namun, saat pintu diketuk dan dipanggil, petugas tidak mendapatkan respons atau jawaban sama sekali dari dalam ruangan. Mengira penghuninya masih beristirahat, petugas sempat meninggalkan lokasi.

Kecurigaan semakin menguat ketika sore hari tiba. Pada pukul 15.45 WIB, saksi Zaki kembali mendatangi lokasi dan mencoba mengetuk pintu berulang kali. Karena kondisi di dalam tenda tetap hening, petugas akhirnya memutuskan untuk membuka paksa pintu tersebut.

Saat pintu terbuka, Zaki terkejut mendapati keempat korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan tubuh yang telah kaku di atas tempat tidur. Pihak pengelola wisata langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Temanggung.

Mendapat laporan, Satreskrim bersama Tim Inafis Polres Temanggung langsung bergerak melakukan Olah TKP. Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu Komang Mahendra Deputra, mengungkapkan sebuah fakta penting yang ditemukan petugas di dalam area kejadian.

Petugas menemukan peralatan pemanggang (barbeque) serta sisa bahan makanan yang dibawa sendiri oleh para korban dari rumah. Meskipun polisi belum merilis pernyataan resmi, keberadaan alat pemanggang arang di dalam ruangan tertutup memicu dugaan kuat bahwa korban mengalami keracunan gas karbon monoksida saat tidur.

Hingga Kamis (28/5/2026), keempat jenazah korban masih berada di RSUD Kabupaten Temanggung. Tim DVI Polda Jateng telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan otopsi secara mendalam guna mengetahui penyebab medis kematian satu keluarga tersebut.

"Benar, keempat korban merupakan satu keluarga yang berdomisili di Ambarawa. Mengenai penyebab pasti kematian korban, saat ini masih dilakukan penyelidikan mendalam oleh petugas. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi," tegas Iptu Komang Mahendra Deputra.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More