Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Jurus Ampuh Bank Daerah Jaga Keamanan Uangmu dari Penipuan Digital

Kota Semarang
4 Jurus Ampuh Bank Daerah Jaga Keamanan Uangmu dari Penipuan Digital
ilustrasi uang rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Modus penipuan digital seperti file APK bodong makin marak, tapi perbankan daerah kini makin canggih menangkalnya. Mereka menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi transaksi mencurigakan secara otomatis.

  • Kolaborasi strategis antara Lintasarta dan ASBANDA menghadirkan ekosistem digital yang tangguh untuk seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD). Data nasabah dipastikan aman dan tetap berdaulat di dalam negeri.

  • Perlindungan sistem yang berlapis membuat nasabah bisa bebas bertransaksi kapan saja tanpa cemas. Uang aman, pikiran tenang, dan aktivitas harianmu pun jadi makin produktif!

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah nggak sih kamu merasa deg-degan saat tiba-tiba ada nomor tak dikenal mengirim pesan file dokumen di WhatsApp? Ketakutan uang di rekening mendadak ludes karena tak sengaja mengklik file penipuan memang jadi keresahan kita sehari-hari.

Tenang, kamu nggak perlu terus-terusan parno karena sistem keamanan perbankan kita—terutama bank-bank daerah—kini sedang melakukan upgrade besar-besaran biar dompet digitalmu makin aman tak tersentuh hacker.

1. Selamat Tinggal Modus Penipuan File APK!

ilustrasi file APK palsu (dok. pribadi/Jubaedah Haryani)
ilustrasi file APK palsu (dok. pribadi/Jubaedah Haryani)

Saat ini, kejahatan siber yang paling sering memakan korban adalah social engineering atau rekayasa sosial. Modusnya beragam, mulai dari menyamar jadi kurir paket hingga mengirim undangan pernikahan berwujud aplikasi bodong. Sekali klik, pelaku bisa mengambil alih otorisasi perangkatmu dari jarak jauh.

Namun, kamu bisa bernapas lega karena perbankan kini mengimplementasikan sistem perlindungan ujung-ke-ujung (endpoint protection). Sistem ini bukan lagi sekadar antivirus biasa, melainkan teknologi respons cerdas yang bisa langsung memblokir anomali saat sebuah file mencurigakan mencoba masuk ke sistem.

"Banyak juga social engineering... lewat email dengan klik satu. Nah, itu yang harus dilakukan proteksi yang kuat. Di dalam laptop atau komputer harus dipasang endpoint protection," kata Director & Chief IT Services Officer Lintasarta, Ginandjar di Semarang, Kamis (6/8/2026).

2. Deteksi Cerdas ala Intelijen: Akunmu Dipantau 24 Jam

IMG_9555.jpeg
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan (IDN Times/Misrohatun)

Kecanggihan kecerdasan buatan atau AI kini tak hanya dipakai buat bikin konten, tapi juga jadi satpam pribadi rekeningmu. Teknologi AI di perbankan mampu mengenali pola kebiasaan transaksimu sehari-hari. Jadi, kalau tiba-tiba ada aktivitas aneh yang melenceng dari kebiasaanmu, sistem akan langsung menyalakan alarm tanda bahaya.

"Kadang-kadang PIN-nya betul, face betul, tapi itu bukan saya. Oleh AI-nya ketahuan. Armand tidak pernah transaksi dari Bank A... kok tiba-tiba ada di Sulawesi. Nah, ini yang akan kita sampaikan ke perbankan," ungkap President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan.

Dengan kata lain, meskipun penipu berhasil mencuri PIN atau kata sandimu, AI tetap bisa memblokir transaksi tersebut karena mengenali bahwa itu bukanlah dirimu. Layanan keamanan siber ini bersiaga penuh 24 jam sehari, 7 hari seminggu untuk memastikan tak ada celah bagi peretas.

3. Data Aman Berkedaulatan Penuh di Negeri Sendiri

WhatsApp Image 2026-08-06 at 11.34.14.jpeg
Nota Kesepahaman antara Lintasarta, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), serta beberapa bank daerah seperti Bank Jakarta, Bank BPD Bali, Bank Sumsel Babel, dan Bank Jateng di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Untuk mewujudkan keamanan super ketat ini, Lintasarta menghadirkan solusi terintegrasi bernama Lintasarta Intelligent Core. Ini adalah fondasi digital yang menggabungkan konektivitas, cloud, keamanan siber, dan kolaborasi AI dalam satu ekosistem (4C). Hebatnya, pengelolaan cloud ini dilakukan sepenuhnya di Indonesia oleh talenta lokal, sehingga kedaulatan data nasabah tetap terjaga utuh.

Melalui prinsip Sovereign, Integrated, dan Seamless, bank daerah tak lagi berjalan sendirian. Mereka saling terhubung dalam satu arsitektur yang aman. Hal ini sangat krusial, karena ekosistem perbankan yang saling bertransaksi berarti harus memiliki standar keamanan tinggi yang merata di semua institusi.

4. Sinergi Kuat Agar Ekonomi Daerah Makin Meroket

MOu.jpeg
Nota Kesepahaman antara Lintasarta, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), serta beberapa bank daerah seperti Bank Jakarta, Bank BPD Bali, Bank Sumsel Babel, dan Bank Jateng di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Komitmen besar ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Lintasarta, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), serta beberapa bank daerah seperti Bank Jakarta, Bank BPD Bali, Bank Sumsel Babel, dan Bank Jateng. Momen bersejarah ini berlangsung seru pada ajang CxO BPD Summit 2026 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026).

Sebagai orkestrator ekonomi daerah dengan total aset mencapai Rp1.036 triliun, BPD kini siap menjadi garda terdepan transformasi digital. Lewat kolaborasi yang apik ini, manfaatnya tak hanya dirasakan oleh pihak bank, tapi akan mengalir langsung ke para pelaku usaha, UMKM, dan pastinya masyarakat luas.

Perbankan lokal kita kini makin kompetitif dan tangguh melindungi nasabahnya dengan infrastruktur digital kelas dunia, sehingga kamu tak perlu lagi waswas saat bertransaksi online.

Nah, dari semua fitur canggih perbankan digital saat ini, fitur keamanan apa sih yang paling bikin kamu merasa tenang saat menyimpan uang? Yuk, share ceritamu di kolom komentar!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More