Rumah Brigjen Slamet Riyadi Direvitalisasi, Pemkot Solo Siapkan Museum Sejarah

- Pemerintah Kota Surakarta merevitalisasi rumah peninggalan Brigjen Slamet Riyadi untuk melestarikan warisan sejarah dan mengenalkan perjuangannya kepada masyarakat, terutama generasi muda.
- Bangunan tersebut akan difungsikan sebagai museum, rumah singgah bagi peneliti, dan wisata edukasi; pembiayaannya berasal dari APBD Kota Surakarta.
- Progres revitalisasi telah mencapai sekitar 80 persen, dengan peninjauan dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Surakarta, IDN Times - Rumah peninggalan Pahlawan Nasional Brigjen Slamet Riyadi di Kota Solo tengah direvitalisasi Pemerintah Kota Surakarta sebagai upaya melestarikan warisan sejarah sekaligus mengenalkan kembali perjuangan salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia kepada generasi muda.
Brigjen Slamet Riyadi merupakan putra asli Surakarta yang dikenal sebagai salah satu komandan muda paling menonjol pada masa Revolusi Kemerdekaan. Kiprahnya dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia di berbagai medan pertempuran menjadikannya dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Nama Slamet Riyadi hingga kini diabadikan menjadi nama jalan utama di Kota Solo sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya.
Kini, rumah yang menjadi bagian dari jejak sejarah sang pahlawan direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Surakarta. Bangunan tersebut nantinya akan difungsikan sebagai museum, rumah singgah, sekaligus destinasi wisata edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, pelajar, peneliti, hingga pemerhati sejarah.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan inisiatif revitalisasi ini untuk mengenang sejarah sekaligus mengenalkan perjuangan Brigjen Slamet Riyadi kepada masyarakat kota Solo khususnya.
“Kami mempunyai inisiatif untuk merevitalisasi Rumah Brigjen Slamet Riyadi ini. Tujuannya agar masyarakat, terutama adik-adik kita, dapat belajar dan mengetahui besarnya kontribusi Brigjen Slamet Riyadi terhadap Kota Surakarta,” kata Respati, Kamis (6/7/2026).
1. Revitalisasi Jadi Ruang Pembelajaran Sejarah

Respati menjelaskan revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi yang mampu menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Pemerintah Kota Surakarta ingin menjadikan rumah tersebut sebagai pusat pembelajaran sejarah yang terbuka bagi masyarakat.
Menurutnya, museum yang akan dibangun di dalam kompleks rumah tersebut diharapkan menjadi tempat belajar yang menarik bagi pelajar maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan hidup Brigjen Slamet Riyadi.
“Ke depan akan menjadi museum dan rumah singgah yang dapat dinikmati oleh sejarawan, pelajar, maupun masyarakat sebagai wisata edukasi,” ujarnya.
Revitalisasi rumah tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surakarta. Pemerintah berharap keberadaan museum mampu menambah destinasi wisata sejarah sekaligus memperkuat identitas Kota Solo sebagai kota yang memiliki banyak jejak perjuangan bangsa.
2. Progres Pembangunan Capai 80 Persen

Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan progres revitalisasi Rumah Brigjen Slamet Riyadi telah mencapai sekitar 80 persen. Pekerjaan saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir sebelum nantinya dilengkapi dengan koleksi dan fasilitas pendukung museum.
Selain menjadi museum, bangunan tersebut juga akan difungsikan sebagai rumah singgah bagi peneliti maupun pemerhati sejarah yang melakukan kegiatan di Kota Solo. Konsep tersebut diharapkan membuat rumah bersejarah itu lebih hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
3. Momentum Kemerdekaan Perkuat Nasionalisme

Peninjauan revitalisasi Rumah Brigjen Slamet Riyadi dilakukan bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut Respati, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
“Peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni. Kita ingin mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan ini tidak diperoleh dengan cuma-cuma, tetapi melalui pengorbanan jiwa para pahlawan yang harus kita hormati,” tegasnya.
Melalui revitalisasi ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap Rumah Brigjen Slamet Riyadi menjadi ruang yang mampu merawat ingatan kolektif masyarakat sekaligus menginspirasi generasi muda untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.





















