Segini Tarif Masuk Tahir Solo Museum, Bisa Lihat Fosil Dinosaurus Asli di Surakarta

Surakarta, IDN Times - Tahir Solo Museum mulai bersiap membuka pintunya untuk masyarakat usai menggelar soft opening pada Sabtu (25/7/2026). Museum yang digadang-gadang menjadi pusat edukasi berbasis sains, teknologi, dan budaya ini akan mematok harga tiket mulai Rp30.000 untuk pelajar dan anak-anak.
1. Tiket masuk mulai Rp 30ribu.

Pengelola Tahir Solo Museum, Tjoek Sugiharto, mengatakan museum ditargetkan mulai menerima pengunjung setelah seluruh persiapan operasional rampung. Pihaknya mengupayakan museum sudah dapat dibuka untuk umum mulai keesokan harinya.
Museum akan beroperasi setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB, sementara setiap Senin ditutup untuk perawatan dan persiapan operasional.
Untuk tarif masuk, anak-anak dan pelajar dikenakan tiket Rp30.000, sedangkan pengunjung dewasa Rp50.000. Selain tiket harian, pengelola juga menyediakan paket keanggotaan tahunan senilai Rp400.000 yang ditujukan khusus bagi siswa agar dapat belajar secara berkelanjutan.
“Bukanya hari Selasa sampai hari Minggu, jam 9 sampai jam 5 sore. Hari Senin kita tutup. Kita lagi persiapan hari ini dan insyaallah kita bisa buka mulai besok. Tiketnya untuk anak-anak pelajar itu Rp30.000, untuk dewasa Rp50.000. Dan kita juga ada paket, satu tahun Rp400.000 khusus untuk siswa-siswi yang akan belajar perihal STEM,” kata Tjoek usai acara soft lauching.
2. Koleksi Lengkap, dari Teknologi STEM hingga Fosil Asli.

Tak hanya menawarkan ruang pamer biasa, Tahir Solo Museum mengusung konsep art, science, and culture yang memadukan edukasi sains dengan kekayaan budaya.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengatakan museum tersebut menghadirkan berbagai wahana edukasi yang terbagi di setiap lantai. Lantai bawah diisi berbagai teknologi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), sementara lantai tengah menampilkan koleksi fosil asli, tata surya, serta berbagai materi ilmu pengetahuan lainnya. Di lantai atas, pengunjung dapat menikmati koleksi seni dan budaya.
Respati menilai konsep tersebut menjadikan Tahir Solo Museum sebagai destinasi baru yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga mendukung pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa.
“Hari ini kita mendapatkan Tahir Solo Museum dengan konsep art, science, dan culture. Tadi dimulai di lantai bawah ada teknologi STEM, di tengah ada fosil, tata surya, dan lain-lain, lalu di atas ada seni dan kebudayaan. Ke depan kami juga membuka peluang kerja sama lagi dengan tetangga di sini, yang spesial adalah UNS dan ISI, untuk pengembangan museum ini,” ujarnya.
3. Koleksi Akan Terus Berganti.

Pendiri Mayapada Group dan Tahir Foundation, Dato’ Sri Tahir, mengatakan museum ini merupakan hadiah bagi masyarakat Solo. Menurutnya, salah satu daya tarik utama museum adalah koleksi yang tidak bersifat permanen.
Ia menjelaskan, fosil asli yang dipinjam dari China menggunakan sistem peminjaman berkala sehingga akan terus berganti dengan koleksi baru. Hal serupa juga berlaku untuk koleksi robotika dan planetarium yang akan diperbarui secara berkala agar pengunjung memperoleh pengalaman berbeda setiap kali datang.
Selain itu, pengembangan museum masih akan berlanjut pada tahap kedua dengan pembangunan President Center yang dilengkapi auditorium tertutup dan terbuka. Selanjutnya, akan disiapkan rencana pengembangan tahap ketiga yang akan dibahas bersama Pemerintah Kota Surakarta.





















