SDN Pendrikan Lor 02 Digerogoti Rayap, Kepsek Ngaku BOS Cuma Rp54 Juta

- Ombudsman Jawa Tengah meninjau SDN Pendrikan Lor 02 Semarang yang mengalami kerusakan berat akibat rayap, termasuk usuk lapuk, plafon melengkung, kusen rusak, dan pintu hampir lepas.
- Sejumlah ruang kelas yang rusak masih dipakai untuk belajar mengajar, meski kondisi bangunan dinilai berpotensi membahayakan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
- Kepala sekolah menyebut dari Dana BOS sekitar Rp277 juta, maksimal Rp54 juta dapat digunakan untuk pemeliharaan; Ombudsman meminta penanganan segera setelah laporan ke dinas terkait.
Semarang, IDN Times - Kerusakan bangunan SDN Pendrikan Lor 02 Semarang mendapat sorotan tajam dari Ombudsman. Hari ini, Kamis (6/8/2026), tim Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah menyambangi sekolahan tersebut untuk mengecek titik kerusakan yang dianggap membahayakan proses pembelajaran siswa.
Hasil pantauan Ombudsman, kerusakan bangunan SDN Pendrikan Lor 02 karena digerogoti rayap.
Beberapa usuk atap telah lapuk, plafon di sejumlah ruang kelas tampak melengkung, kusen pintu dan jendela mengalami kerusakan, serta terdapat pintu ruang kelas yang kondisinya hampir terlepas dari engsel.
Meski demikian, ruang kelas tersebut masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Saat ditemui Ombudsman, Kepala SDN Pendrikan Lor 02 Semarang, Dwi Hartiningsih, mengakui kemampuan pendanaan melalui BOS sangat terbatas. Di sisi lain tingkat kerusakan bangunan tergolong berat.
Ia menuturkan jika merujuk aturan maka dana BOS hanya dapat dialokasikan maksimal 20 persen untuk pemeliharaan sarana dan prasarana. Pemeliharaan yang dimaksud mencakup bagian kerusakan ringan hingga sedang.
Namun, dari total Dana BOS sekitar Rp277 juta, alokasi maksimal untuk pemeliharaan hanya sekitar Rp54 juta, sehingga belum memadai untuk membiayai rehabilitasi bangunan.
Sedangkan, Kepala Ombudsman Jateng Siti Farida berkata pihak SDN Pendrikan Lor 02 telah melaporkan kondisi kerusakan kepada Koordinator Satuan Pendidikan (Korsatpen)/Koordinator Wilayah (Korwil) serta berkoordinasi dengan bidang sarana dan prasarana Dinas Pendidikan Kota Semarang.
"Petugas teknis juga telah melakukan peninjauan ke lokasi," ujar Farida dalam keterangan yang diterima IDN Times.
Ia menegaskan bahwa kerusakan SDN Pendrikan Lor 02 perlu segera mendapat perhatian. Keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, dan seluruh warga sekolah harus menjadi prioritas utama.
"Bangunan yang berpotensi membahayakan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hanya karena keterbatasan anggaran pemeliharaan rutin," katanya.






![[WANSUS] Dari Pensiun Dini PLTU hingga PLTS Atap: Mengupas Sengkarut Bisnis Energi di Indonesia](https://image.idntimes.com/post/20251126/upload_dac0e8c81162d1e32b863a3061dc130e_00df1b11-74a1-4d6b-b0c0-5e5da9a0d779.jpg)
![[WANSUS] Blak-blakan KNEKS di Jateng: Kaus Kaki Halal sampai Wisata Ramah Muslim yang Diminati](https://image.idntimes.com/post/20260806/h8nbhi9ubk813x2ho8y25cdg4_34d3e394-98a2-4477-96b4-239429d4e65f_watermarked_idntimes-2.jpg)















