Lewat GIIAS Semarang, Bapenda Jateng Kejar Target PAD Rp15,7 Triliun

- Bapenda Jawa Tengah mengejar target PAD 2026 sebesar Rp15,7 triliun; hingga September, realisasi mencapai sekitar Rp9,8 triliun. GIIAS Semarang diharapkan mendorong transaksi kendaraan baru.
- PKB dan BBNKB menjadi penopang PAD: realisasi PKB Rp2,47 triliun atau 56,56 persen dari target Rp4,3 triliun, sedangkan BBNKB mencapai 64 persen dari target Rp2,1 triliun.
- Bapenda mendorong kepatuhan pembayaran PKB untuk mengatasi piutang pajak Rp2,4 triliun, melibatkan perangkat desa, menyiapkan Gebyar Samsat, serta cashback Rp50 ribu pada Oktober-Desember 2026.
Semarang, IDN Times — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berharap gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Kota Semarang dapat menjadi momentum untuk mengakselerasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui peningkatan transaksi kendaraan baru.
1. Bapenda kejar target PAD

Kepala Bapenda Jateng, Muhammad Masrofi. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) Saat ini Bapenda Jateng masih mengejar target PAD 2026 sebesar Rp15,7 triliun. Hingga September 2026, realisasi PAD disebut telah mencapai sekitar Rp9,8 triliun.
Kepala Bapenda Jateng, Muhammad Masrofi mengatakan, penjualan kendaraan baru memiliki keterkaitan langsung dengan penerimaan daerah melalui pajak kendaraan bermotor.
“Karena ketika masyarakat membeli kendaraan baru, otomatis mereka akan membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Semakin banyak pembeliannya, penjualannya, otomatis akan mendongkrak penerimaan PAD di Jawa Tengah,” ungkapnya, Sabtu (19/9/2026).
GIIAS Semarang 2026 akan berlangsung pada 30 September-4 Oktober 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang.
Bagi Bapenda Jateng, pameran otomotif tersebut menjadi salah satu momentum untuk mendorong transaksi kendaraan baru di tengah upaya mengejar target penerimaan daerah hingga akhir tahun.
2. PKB dan BBNKB penopang utama PAD

Dealer kendaraan memamerkan produk terbarunya di GIIAS Semarang 2025 di Muladi Dome Undip, Tembalang pada 24-26 September 2025. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) Masrofi menyampaikan, semakin tinggi penjualan kendaraan baru, semakin besar pula potensi penerimaan dari sektor kendaraan bermotor.
Sektor tersebut masih menjadi salah satu penopang utama PAD Jateng melalui PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Pada 2026, Bapenda Jateng menargetkan penerimaan BBNKB sebesar Rp2,1 triliun. Hingga September, realisasinya telah mencapai 64 persen.
Sementara target PKB tahun ini mencapai Rp4,3 triliun. Realisasi hingga September tercatat Rp2,47 triliun atau 56,56 persen dari target.
Di tengah capaian tersebut, Bapenda terus mengupayakan percepatan penerimaan PAD. Masrofi menyebut kondisi ekonomi tetap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penerimaan, terutama dari sektor pajak kendaraan bermotor.
3. Dorong kepatuhan masyarakat bayar PKB

Pengunjung dan pecinta otomotif memadati pameran GIIAS Semarang 2025 di Muladi Dome Undip, Tembalang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) “Ya sedang diupayakan, kami selalu optimis, tetapi dengan kondisi ekonomi seperti saat ini juga berpengaruh terhadap pendapatan kita. Terutama dari pajak kendaraan bermotor,” ujarnya.
Sementara itu, Bapenda berupaya agar realisasi PAD 2026 dapat mendekati capaian tahun sebelumnya yang mencapai 95,4 persen. Selain mengandalkan pertumbuhan transaksi kendaraan baru, Bapenda juga mendorong kepatuhan masyarakat dalam membayar PKB.
Salah satu persoalan yang masih dihadapi yakni piutang pajak yang mencapai Rp2,4 triliun.
Untuk meningkatkan kepatuhan, Bapenda melibatkan perangkat desa dalam sosialisasi kewajiban pajak. Program Gebyar Samsat juga kembali disiapkan pada Desember.
Bapenda juga memberikan apresiasi kepada wajib pajak melalui program cashback Rp50 ribu. Program tersebut berlaku Oktober-Desember 2026 dengan kuota lima wajib pajak per hari hingga akhir tahun.



















