Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemprov Jateng Bebaskan Sanksi Pajak Kendaraan Sampai Desember 2026, Ini Syaratnya

Kota Semarang
2 min read
Pemprov Jateng Bebaskan Sanksi Pajak Kendaraan Sampai Desember 2026, Ini Syaratnya
Kepala Bapenda Jateng Muhamad Masrofi saat menjelaskan skema pemutihan pajak kendaraan bermotor. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Pemprov Jawa Tengah membebaskan denda pajak kendaraan, pajak progresif, dan sanksi SWDKLLJ Jasa Raharja mulai 21 September hingga 28 Desember 2026.
  • Kebijakan yang disetujui Gubernur Ahmad Luthfi ini menyasar penunggak pajak, termasuk kepemilikan kendaraan kedua, ketiga, dan seterusnya.
  • Relaksasi ditujukan meningkatkan kepatuhan serta menekan tunggakan, terutama kendaraan roda dua yang mencakup sekitar 80 persen dari 17 juta kendaraan di Jawa Tengah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memberlakukan kebijakan relaksasi berupa pembebasan sanksi administratif pajak kendaraan bermotor, pajak progresif, hingga pembebasan sanksi Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dari Jasa Raharja.

Relaksasi tersebut berlaku mulai 21 September sampai 28 Desember 2026.

Relaksasi pembebasan denda pajak dan pajak progresif tersebut telah disetujui oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Kemudian dikuatkan dengan penerbitan Keputusan Gubernur Jawa Tengah nomor 100.3.3.1/321 tentang pembebasan sanksi administratif pajak kendaraan bermotor dan pembebasan progresif pajak kendaraan bermotor.

"Gubernur memberikan insentif atau relaksasi terhadap masyarakat yang menunggak pajak kendaraan bermotor dengan membebaskan denda pajak kendaraan bermotor. Selain itu juga membebaskan pajak progresif kepemilikan kendaraan bermotor kedua, ketiga, dan seterusnya," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah Masrofi di kantornya, Jumat (18/9/2026).

Masrofi menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan menurunkan tunggakan pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah.

“Tunggakan itu banyak kendaraan roda dua, karena dari jumlah 17 juta kendaraan di Jawa Tengah, sekitar 80 persen adalah kendaraan roda dua dan 20 persen kendaraan roda empat," jelasnya.

Sebagai informasi, insentif atau relaksasi pajak sebelumnya juga sudah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Mulai Februari 2026 lalu ada insentif pajak sebesar 5% dan masih berlaku sampai sampai saat ini.

Masrofi menambahkan, kepatuhan pajak menjadi target utama dari kebijakan relaksasi pajak tersebut. Sebab, kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak akan berdampak pada pembangunan di wilayah Jawa Tengah.

"Hasil pajak akan kembali ke masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan kesehatan, dan lainnya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Jawa Tengah Hendriawanto mengatakan terkait relaksasi pajak kali ini Jasa Raharja juga berpartisipasi dalam memberikan pembebasan sanksi administrasi atau denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

"Jadi denda tahun-tahun lalu tidak kita kutip. Tujuannya bagaimana meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak," katanya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More