Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Masih Pakai Password Tanggal Lahir? Siap-siap Akun WA Diretas!

Kota Semarang
2 min read
Masih Pakai Password Tanggal Lahir? Siap-siap Akun WA Diretas!
ilustrasi memasukkan password (pexels.com/Indra projects)
  • PIN Verifikasi Dua Langkah WhatsApp berbasis tanggal lahir rentan ditebak karena datanya mudah ditemukan di media sosial dan menjadi target awal brute force.
  • Jika OTP dan PIN lemah berhasil didapatkan, peretas dapat mengambil alih WhatsApp untuk menipu kontak, menyebarkan phishing, serta mengakses riwayat percakapan.
  • Pengguna disarankan mengganti PIN menjadi enam digit acak, menghindari angka populer atau tanggal lahir, lalu menambahkan email pemulihan aktif melalui menu Verifikasi Dua Langkah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times — Kebiasaan menggunakan kombinasi tanggal lahir sebagai kode PIN atau kata sandi keamanan masih kerap dilakukan demi alasan kemudahan menghafal. Padahal, bagi para peretas (hacker), angka tanggal lahir adalah kombinasi pertama yang paling mudah ditebak untuk membobol akun pribadi, termasuk aplikasi WhatsApp.

Aplikasi WhatsApp mengandalkan fitur Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification) berupa 6 digit PIN untuk melindunginya dari pengambilalihan akun. Jika PIN tersebut menggunakan format tanggal lahir (DDMMYY atau MMDDYY), celah keamanan akun kamu menjadi sangat rentan.

Berikut alasan bahaya menggunakan tanggal lahir sebagai kata sandi WhatsApp dan langkah cepat untuk menggantinya demi keamanan data pribadi:

  1. 1. Mengapa Tanggal Lahir Sangat Berbahaya Jadi PIN WA?

    Password Bocor dari Kebocoran Data
    Password Bocor dari Kebocoran Data. (https://unsplash.com/photos/person-holding-iphone-mgYAR7BzBk4)

    Data Publik yang Mudah Dilacak: Informasi tanggal lahir umumnya tersebar luas di jejaring media sosial seperti Facebook, Instagram, LinkedIn, atau dokumen kependudukan yang pernah diunggah.

    Sasaran Utama Social Engineering: Peretas tidak perlu menggunakan alat canggih untuk menebak PIN. Cukup dengan menelusuri profil media sosial milikmu, mereka bisa mendapatkan kombinasi angka tanggal, bulan, dan tahun lahir dengan cepat.

    Target Metode Brute Force: Algoritma peretasan otomatis selalu menempatkan kombinasi deret angka populer seperti 123456, 000000, dan format tanggal lahir di urutan teratas dalam daftar uji tebak kode keamanan.

  2. 2. Risiko Jika Akun WhatsApp Berhasil Diretas

    appshunter-io-pf66ltW0zIU-unsplash.jpg
    ilustrasi WhatsApp (Unsplash/Appshunter.io)

    Apabila peretas berhasil mendapatkan kode OTP sekaligus menebak PIN Verifikasi Dua Langkah yang lemah, akses ke akun WhatsApp kamu akan beralih sepenuhnya.

    Peretas dapat memanfaatkan akun milikmu untuk melakukan penipuan pinjaman uang kepada daftar kontak keluarga atau teman, menyebarkan tautan phishing, hingga mengintip riwayat percakapan pribadi.

  3. 3. Cara Mengganti PIN Verifikasi Dua Langkah di WhatsApp

    Ilustrasi WhatsApp
    Ilustrasi WhatsApp (pexels.com/Rahul Shah)

    Segera amankan akun WhatsApp milikmu dengan mengganti kombinasi angka PIN melalui langkah-langkah sederhana berikut:

    Buka aplikasi WhatsApp di ponsel pintar milikmu.

    Masuk ke menu Setelan/Pengaturan (Settings) dengan menekan ikon titik tiga di pojok kanan atas.

    Pilih menu Akun (Account), lalu ketuk Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification).

    Pilih opsi Ubah PIN (Change PIN).

    Masukkan 6 digit angka baru yang bersifat acak. Hindari penggunaan angka berurutan (misal: 123456), angka kembar (111111), maupun tanggal lahir pribadi dan keluarga terdekat.

    Masukkan alamat email pemulihan yang aktif untuk memudahkan proses reset jika sewaktu-waktu kamu lupa kode PIN tersebut.

    Tekan Simpan (Save).

    Mengamankan akun digital kini menjadi kebutuhan mendesak. Mengorbankan sedikit kenyamanan menghafal demi PIN acak yang kuat jauh lebih baik ketimbang harus menanggung risiko kerugian akibat akun WhatsApp yang diambil alih oleh pihak tak bertanggung jawab.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More