Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tantangan Para Gen Z Beradaptasi Dengan AI yang Diungkap Pakar Teknologi

Kota Semarang
3 min read
Tantangan Para Gen Z Beradaptasi Dengan AI yang Diungkap Pakar Teknologi
Peluncuran program Artificial Intelligence di Binus @Semarang, Rabu (16/9/2026). (IDN Times/Dok Binus University Semarang)
  • Pakar menilai tantangan utama Gen Z adalah membangun kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI, termasuk mengevaluasi hasilnya secara strategis, etis, dan bertanggung jawab.
  • Mahasiswa didorong menggabungkan fondasi akademik, proyek praktis, pemahaman bisnis, komunikasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah agar teknologi AI menjadi solusi nyata.
  • BINUS @Semarang meluncurkan Program Artificial Intelligence yang mempertemukan pendidikan, industri, alumni, dan generasi muda untuk memahami penerapan AI serta kebutuhan karier di berbagai sektor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Di era transformasi digital yang serba cepat menuntut para mahasiswa di Semarang untuk berupaya keras beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan perangkat artificial intelligence (AI) tak sekedar untuk mempermudah sebuah tugas kuliah. Melainkan bisa mahasiswa harus bisa menggabungkan kompetensi dari sisi teori dengan praktek.

Dekan School of Computer Science Binus University, Prof Dr Derwin Suhartono, mengatakan tantangan utama generasi muda saat ini adalah mempersiapkan diri agar mampu bekerja secara optimal bersama AI.

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI. Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” tutur Derwin, di sela peluncuran program Artificial Intelligence di Binus @Semarang, Rabu (16/9/2026).

Penguasaan AI, katanya juga perlu dilengkapi dengan pemahaman mengenai proses transformasi digital secara menyeluruh. 

Teknologi yang canggih tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak dihubungkan dengan kebutuhan pengguna, kesiapan organisasi, serta tujuan yang ingin dicapai. Melalui pengalaman pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa didorong untuk melihat AI bukan sekadar sebagai perangkat teknologi, tetapi sebagai bagian dari proses perubahan. 

"Mahasiswa perlu memahami persoalan, merancang pendekatan, mengembangkan solusi, dan mengevaluasi dampak dari teknologi yang diterapkan," katanya.

Tak cuma itu saja, katanya dengan kebutuhan dunia kerja turut menjadi salah satu perhatian utama Binus University. 

Apalagi masing-masing perusahaan saat ini tidak hanya.membutuhkan talenta yang mampu menggunakan berbagai perangkat berbasis AI, tetapi juga individu yang dapat memahami permasalahan bisnis, berpikir kritis, bekerja secara kolaboratif, dan mengubah teknologi menjadi solusi nyata.

Kolaborasi dengan dunia industri juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman mengenai penerapan AI dalam situasi nyata.

Selain perspektif industri, pengalaman alumni menjadi gambaran mengenai pentingnya fondasi akademik, pengalaman mengerjakan proyek, serta kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi. 

Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, ia mendorong lulusan Binus perlu mampu menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan tantangan nyata di dunia profesional.

Sedangkan bagi I Gusti Bagus Ramadha, alumni Binus University yang saat ini berkarier sebagai teknisi software AI dari GDP Labs, pengalaman pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan proyek dan dunia industri menjadi bekalpenting dalam perjalanan karier.

Ia bilang bahwa adanya perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, sehingga kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting. 

"Pengalaman belajar di Binus membantu saya tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, menyampaikan gagasan, serta menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan nyata,” ungkap Rama.

Sementara adanya peluncuran program artificial intelligence di Binus @Semarang turut menjadi ruang untuk mempertemukan dunia pendidikan, industri, alumni, dan generasi muda.

Melalui rangkaian kegiatan yang diselenggarakan, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan AI, kebutuhan kompetensi masa depan, serta peluang menerapannya dalam berbagai bidang.

Keterlibatan praktisi industri dan alumni juga diharapkan dapat memberikan gambaran yang semakin utuh mengenai perjalanan pendidikan dan karier di era transformasi digital. Generasi muda dapat memahami bahwa kompetensi teknologi perlu dilengkapi dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah.

Sebagai langkah jangka panjang, School of Computer Science Binus Yniversity menempatkan penguasaan AI bukan sekadar sebagai tambahan keterampilan teknis, tetapi sebagai pola pikir yang perlu dimiliki mahasiswa. 

Di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang, AI diproyeksikan menjadi penggerak transformasi dan inovasi di berbagai sektor, mulai dari finansial, manufaktur, industri kreatif, pendidikan, layanan publik, hingga kesehatan.

Melalui peluncuran Program Artificial Intelligence di BINUS @Semarang dan semangat #AIverywhereInBINUS, pihaknya berharap dapat melahirkan talenta digital yang tidak hanya memiliki kompetensi teknologi, tetapi juga mampu memahami proses transformasi, menciptakan pengalaman berbasis AI, dan mengembangkan solusi yang memberikan nilai bagi masyarakat.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More