4.400 Boneka Buatan Kabupaten Semarang Tembus Pasar Amerika Serikat

- PT Sun Wing Ming Indonesia mengekspor perdana 4.400 boneka klasik Disney dari Tengaran, Kabupaten Semarang, ke Amerika Serikat senilai 18.108 dolar AS.
- Pengiriman mencakup 2.000 boneka Cindy dan 2.400 Aurora dalam 550 karton; Bea Cukai Semarang berharap ekspor ini berlanjut secara berkelanjutan.
- Perusahaan PMA asal Hong Kong memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat untuk efisiensi produksi dan logistik, serta telah menyerap ratusan tenaga kerja lokal.
Semarang, IDN Times - Produk boneka klasik buatan Kabupaten Semarang menembus pasar Amerika Serikat. PT Sun Wing Ming Indonesia melepas ekspor perdana sebanyak 4.400 boneka dengan nilai mencapai 18.108 Dolar AS atau sekitar satu kontainer.
1. Produk dikemas dalam 550 karton

ilustrasi kapal ekspor barang (pexels.com/Martin Damboldt) Ekspor perdana tersebut dilakukan dari Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (17/9/2026). Produk yang dikirim terdiri dari 2.000 boneka Cindy dan 2.400 boneka Aurora, yang seluruhnya merupakan produk boneka klasik Disney.
Produk tersebut dikemas dalam 550 karton dan dikirim dengan tujuan ke Negeri Paman Sam.
Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Mochamad Syuhadak, mengapresiasi ekspor perdana PT Sun Wing Ming Indonesia. Ia berharap langkah tersebut dapat berlanjut menjadi aktivitas ekspor secara berkelanjutan.
“Saya ucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Sun Wing Ming Indonesia atas keberhasilan ekspornya. Semoga ini menjadi momentum penting untuk bisa ekspor secara berkelanjutan ke depannya,” ujarnya, Sabtu (19/9/2026).
2. Perusahaan manfaatkan fasilitas kawasan berikat

PT Sun Wing Ming Indonesia bersama Bea Cukai Semarang melepas ekspor perdana sebanyak 4.400 boneka dengan nilai mencapai 18.108 Dolar AS atau sekitar satu kontainer. (dok. Bea Cukai Semarang) PT Sun Wing Ming Indonesia merupakan perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Hong Kong yang bergerak di bidang industri boneka klasik dan bola kristal.
Perusahaan tersebut memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat yang diberikan Bea Cukai untuk mendukung kegiatan produksinya.
Melalui fasilitas tersebut, perusahaan memperoleh sejumlah kemudahan di bidang kepabeanan dan perpajakan, termasuk penangguhan Bea Masuk atas barang impor yang digunakan dalam proses produksi serta fasilitas perpajakan sesuai ketentuan.
Kemudahan tersebut ditujukan untuk membantu efisiensi produksi dan logistik perusahaan yang berorientasi ekspor.
3. Serap ratusan tenaga kerja lokal

illustrasi aktivitas ekspor (pexels.com/Chanaka) Ekspor perdana ke Amerika Serikat menjadi salah satu tonggak bagi Sun Wing Ming Indonesia dalam memperluas pasar produknya.
Selain membuka akses pasar global, aktivitas produksi perusahaan juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Semarang dan sekitarnya.
Perusahaan disebut telah menyerap hingga ratusan tenaga kerja lokal untuk mendukung kegiatan produksinya.
Ekspor tersebut menunjukkan produk industri manufaktur dari Kabupaten Semarang memiliki akses ke pasar internasional. Jika dilakukan secara berkelanjutan, peningkatan kapasitas produksi dan ekspansi pasar berpotensi memperluas aktivitas ekonomi yang terkait dengan industri tersebut.




















