Karding Ingatkan Mahasiswa Undip: AI Tak Akan Gantikan Moral

- Abdul Kadir Karding mengingatkan mahasiswa baru Undip bahwa AI memberi kemudahan, tetapi tidak mampu menggantikan integritas, kejujuran, moralitas, dan tanggung jawab manusia.
- Karding mendorong mahasiswa menjadikan kuliah sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan, termasuk aktif berorganisasi untuk melatih komunikasi, kerja sama, pengambilan keputusan, serta kemampuan memimpin.
- Ia mengapresiasi konsep lulusan COMPLETE Undip dan menekankan kebutuhan Indonesia akan generasi cerdas berkarakter kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kepala Badan Pusat Karantina Pertanian Abdul Kadir Karding menyebutkan perkembangan AI memang menghadirkan banyak kemudahan dalam kehidupan.
Namun, teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu menciptakan kejujuran, etika, maupun komitmen terhadap bangsa.
"AI boleh semakin pintar, tetapi tidak akan pernah bisa menggantikan integritas. Kejujuran, moralitas, dan tanggung jawab adalah kualitas yang hanya dapat dibangun oleh manusia. Di situlah tantangan terbesar generasi muda di era digital," katanya.
AI tidak bisa gantikan nilai dasar manusia

Sebab itulah, ia mendorong ribuan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang menempa karakter, kepemimpinan, dan integritas.
Menurutnya, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) boleh berkembang sangat pesat, tetapi tidak akan pernah mampu menggantikan nilai-nilai dasar yang dimiliki manusia.
Karding sempatkan temui ribuan maba Undip

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, alumnus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip sekaligus Ketua Ikatan Alumni (IKA) Undip itu mengaku bangga dapat kembali ke kampus yang telah membentuk perjalanan hidupnya.
"Undip adalah tempat yang menempa saya. Di kampus ini saya belajar kepemimpinan, membangun karakter, hingga akhirnya mendapat kesempatan mengabdi sebagai menteri dan kini dipercaya memimpin Badan Karantina Indonesia. Karena itu, saya yakin kalian tidak salah memilih Undip sebagai tempat belajar," ujar Karding.
Karding mint mahasiswa manfaatkan waktu untuk organ kemahasiswaan

Ia menilai dunia perkuliahan bukan sekadar tempat mengejar nilai akademik, melainkan laboratorium kepemimpinan yang membentuk kemampuan berpikir, tanggung jawab, dan integritas.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah tidak hanya dengan belajar di ruang kelas, tetapi juga aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, pengalaman berorganisasi akan melatih kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta memimpin, yang menjadi bekal penting menghadapi tantangan masa depan.
Karding mengatakan Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Ia mengapresiasi komitmen Universitas Diponegoro di bawah kepemimpinan Rektor Prof Suharnomo yang mengembangkan konsep lulusan COMPLETE, yakni Communicator, Professional, Leader, Entrepreneur, Thinker, dan Educator.
Menurutnya, konsep tersebut selaras dengan slogan Undip "Bermartabat dan Bermanfaat", yang menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika, kemajuan ilmu pengetahuan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang berkarakter, memiliki integritas, dan mampu memberi manfaat bagi orang lain. Saya berharap dari kampus ini akan lahir pemimpin-pemimpin Indonesia yang membawa bangsa menuju Indonesia Emas 2045," ujar Karding.















![[WANSUS] Dari Pensiun Dini PLTU hingga PLTS Atap: Mengupas Sengkarut Bisnis Energi di Indonesia](https://image.idntimes.com/post/20251126/upload_dac0e8c81162d1e32b863a3061dc130e_00df1b11-74a1-4d6b-b0c0-5e5da9a0d779.jpg)

![[WANSUS] Blak-blakan KNEKS di Jateng: Kaus Kaki Halal sampai Wisata Ramah Muslim yang Diminati](https://image.idntimes.com/post/20260806/h8nbhi9ubk813x2ho8y25cdg4_34d3e394-98a2-4477-96b4-239429d4e65f_watermarked_idntimes-2.jpg)







